Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Mencari Batu Nisan Sang Ibu di Tengah Proyek Tol Jogja-Bawen

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
6 Desember 2024
A A
Mencari Batu Nisan Ibu di Tengah Proyek Tol Jogja-Bawen, tepatnya di Makam Si Jambu. MOJOK.CO

Proyek Tol Jogja-Bawen menggusur pemakaman Si Jambu. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Giyono (69) tampak termenung di depan makam kedua orang tuanya yang telah dibongkar akibat proyek pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen. Sejujurnya, Giyono tak begitu yakin dengan pusara di hadapanya, karena sudah lama tak berziarah di Makam Si Jambu. Hanya saja, jika mengingat letaknya, mungkin memang di sana. 

Deretan pertama dari arah kiri makam, kata Giyono, biasanya milik jenazah orang Katolik. Begitu juga sisi di area belakang.

“Nah di tengah ini (menujuk deretan ke empat), seingat saya punya orang Islam,” kata dia saat ditemui Mojok di Makam Si Jambu pada Kamis (5/12/2024).

***

Makam Si Jambu yang terletak di Dusun Bantulan, Kabupaten Sleman, Jogja terkena dampak proyek pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen Seksi 1. Ratusan jenazah di area makam tersebut harus dipindahkan, karena takut tertimbun kerukan tanah dari proyek.

Pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jogja Bawen. 

Rencananya, jalan tol itu akan melintasi dua provinsi yakni, Jawa Tengah sepanjang 66,32 km dan Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 8,80 km. 

Mencari tumpukan batu nisan di antara makam berlubang

Giyono berjongkok sebentar di depan liang lahad yang sudah menganga. Dia tampak berdiri dan mengelilingi area makam. Sambil menengok ke sana ke mari, Giyono mencari batu nisan milik orang tuanya.

Guna memastikan makam milik orang tuanya dulu, Giyono sampai turun ke liang lahad. Sejumlah atribut jenazah seperti kain sejenis satin dan bantal masih terlihat.

Mencari Batu Nisan Ibu di Makam Si Jambu dan di Tengah Proyek Tol Jogja-Bawen. MOJOK.CO
Sugiyono mengelilingi makam Si Jambu untuk mencari batu nisan sang ibu (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Almarhum ibunya sendiri telah meninggal sejak 2008. Kalau ayahnya, dia tidak terlalu ingat karena saat itu masih kecil. Yang jelas, kedua orang tuanya dimakamkan di sana. 

“Sejak kecil saya tinggal di sini bersama orang tua, tidak kemana-mana,” kata dia.

Giyono hanya ingin menata batu nisan milik orang tuanya agar tidak tercampur dengan tumpukan batu nisan lain. Sejumlah bongkahan pusara makam di Si Jambu memang belum tertata. Batu nisannya belum tahu akan dipindah kapan, sementara ratusan jasadnya sudah dipindah.

Kondisi itu masih bisa Giyono maklumi, karena pembongkaran makam baru selesai pada Selasa (3/12/2024) kemarin. Jasad yang dimakamkan di sana sudah dipindah ke pemakaman baru sejak Minggu (1/12/2024), masih dekat dengan proyek pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen.

374 jasad dipindah di dekat proyek Tol Jogja-Bawen

Giyono memberitahu saya lokasi pemakaman baru yang dulunya adalah bekas kelompok ternak sapi. Jaraknya tidak terlalu jauh. Pada Google maps tertera 700 meter dari lokasi lama, masih dekat dengan proyek pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen. Hanya saja posisi pemakamannya ditinggikan.

Iklan
Mencari Batu Nisan Ibu di Makam Si Jambu. MOJOK.CO
Pemakaman baru Si Jambu. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Sementara, akses jalannya agak sempit untuk mobil. Kalau sepeda motor masih muat, tapi kondisinya becek dan licin. Saya sendiri tak kesulitan mencari. Tinggal lurus dan belok sedikit, saya sudah melihat hamparan tanah yang ditancapi batang-batang kayu. 

Setiap batangnya tergantung identitas pemilik makam. Saya harus naik tangga agar area makam terlihat jelas. Luasnya 1.400 meter persegi. Saat itu, Sugiyono bercerita pemindahan makam kemarin didatangi oleh para panitia dan ahli waris. 

Sugiyono ikut melihat proses pemindahan tersebut. Sejak pagi, mereka telah berkumpul. Beberapa tumpukan peti kayu kecil dan kain kafan ditumpuk di sekitar gerbang makam. 

“Hanya laki-laki yang boleh datang, yang perempuan tidak boleh,” ujarnya.

Mencari Batu Nisan Ibu di Makam Si Jambu. MOJOK.CO
Sugiyono membawa batu nisan. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Proses pemindahan makam diawali dengan mengeduk tanah sekaligus membongkar makam. Lalu, petugas memisahkan tulang-tulang dari tanah yang masih menggumpal, serta kain. Jasad itu kemudian dikafani dengan kain baru dan diberi wewangian. 

Selanjutnya, satu per satu, jasad yang telah siap dibawa ke pemakaman baru dengan mobil. Pemindah makam yang bertugas, kata Sugiyono, bukan berasal dari warga asli sana. Petugas pemindah makam adalah Al Iswat, tim pembongkar makam asal Semarang. 

Pemerintah tunggu desakan dari warga

Saat saya berkunjung ke makam Si Jambu lama, saya melihat lembaran kertas masih tertempel di bagian pintu masuk. Kertas itu berisi informasi pembayaran uang pemindahan makam. 

Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jogja Bawen selaku penyelenggara, diketahui telah membayar Rp2.020.364.661 untuk memindah 374 jenazah dan sarana pelengkap. 

Mencari Batu Nisan Ibu. MOJOK.CO
Makam Si Jambu di samping proyek jalan tol. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Sebelumnya, warga memang mendesak penyelenggara pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen segera direlokasi ke tempat baru. Melansir dari Kompas, warga berkumpul di makam Si Jambu sembari membentangkan kain berwarna putih pada Agustus 2024.

Kain itu bertuliskan “Segera Pindahkan Makam Leluhur Kami Booss!!”

Warga khawatir, sebab material tanah untuk pengerukan sudah sampai di dekat area makam. Posisinya bahkan sudah lebih tinggi dari kompleks makam, sehingga sewaktu-waktu longsor bisa menimbun area tersebut.

Proyek Jalan Tol Jogja-Bawen mengganggu pembelajaran siswa 

Proyek pembangunan Jalan Tol Jogja-Bawen tak hanya berdampak pada pembongkaran makam. Jalanan di sekitar area proyek terlihat rusak dan berdebu, sehingga pengendara harus lebih hati-hati saat menyetir. Selain berdebu, banyak truk bermuatan berat berlalu lalang.

Saya melihat sejumlah sepeda motor melintas saat siang hari. Kebanyakan dari mereka adalah orang tua yang sedang membonceng anaknya. Rupanya, tak jauh dari area proyek terdapat bangunan sekolah, yakni TK dan SD di Jalan Pundong.

Jalan Pundong di dekat tol. MOJOK.CO
Jalan Pundong ke arah TK dan SD yang dekat dengan tol. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Salah satu guru PAUD yang saya temui di sekitar Jalan Pundong bercerita, tahun ini banyak siswanya yang tak mau mendaftar ke TK atau SD di sekitar sana, sebab jalanannya mengganggu.

“Apalagi, agak susah kalau musim hujan, terus udaranya tentu tidak bersih. Selain polusi udara juga polusi suara. Mereka itu belajarnya jadi nggak fokus karena suara proyek,” kata Fatma. 

Fatma khawatir kondisi tersebut menggangu kegiatan proses mengajar siswa. Sebenarnya, kata Fatma, warga sudah menyampaikan keluhannya kepada petugas tol, tapi masih belum ada tindakan lebih lanjut.

“Sampai sekarang jalan itu masih begitu,” ucapnya.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Kisah Bongkar Makam Tua lalu Ditemukan Kerangka Babi Hutan di Liang Lahatnya

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 6 Desember 2024 oleh

Tags: dampak proyekjalan tol jogjapembangunan jalan tolpembongkaran makampilihan redaksiproyek strategis nasional
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO
Sekolahan

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO
Urban

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co
Urban

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
In this economy: momen para laki-laki merasa gagal sebagai anak dan suami karena masalah keuangan (sulit ekonomi) MOJOK.CO
Urban

In This Economy: Momen Para Laki-laki Merasa Gagal sebagai Anak dan Suami, Gaji Numpang Lewat tapi Bingung Mau Kerja Model Gimana Lagi

1 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
Rozi, dosen penyandang disabilitas Unair yang lulus S3. MOJOK.CO

Perjalanan Dosen Unair yang Kehilangan 2 Kaki, Berhasil Selesaikan Kuliah S3 di FKH dengan IPK Sempurna

27 Mei 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.