Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Perantau Wonogiri di Jogja Bela-Belain 3 Tahun Tak Mudik Demi Nonton Bioskop di Hari H Lebaran, Tak Pedulikan Ratapan Ibu yang Rindu Ingin Bertemu

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
7 April 2024
A A
Perantau di Jogja Tak Mudik Demi Bioskop MOJOK.CO

Ilustrasi - Perantau di Jogja tak mudik demi bioskop. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jika kebanyakan perantau mengupayakan untuk mudik di momen lebaran, lain halnya dengan Faruq* (26), bukan nama asli. Dalam kurun lima tahun terakhir ini, perantau Wonogiri di Jogja tersebut lebih bela-belain nonton bioskop di hari H lebaran ketimbang mudik ke kampung halaman. Ada alasan sentimentil yang membuat Faruq lebih memilih ke bioskop daripada pulang ke rumah.

***

Iklan

Para perantau di Jogja satu per satu mulai mudik ke kampung halaman masing-masing pada Jumat, (5/4/2024). Wajah mereka tampak begitu semeringah. Mungkin karena sudah tak sabar untuk segera kumpul dan melepas rindu dengan keluarga.

Faruq pun sama. Pada dasarnya ia juga tak kalah semringah untuk menyambut momen lebaran 1445 H/2024 M ini. Hanya saja, semringahnya memang agak lain dari para perantau di Jogja pada umumnya,

“Film Siksa Kubur tayang hari H lebaran (11 April 2024). Aku antusias nonton karena memang suka banget sama sutradaranya (Joko Anwar),” ujar Faruq saat Mojok hubungi, Selasa (2/4/2024).

Faruq mengaku sebagai pencinta film. Perantau di Jogja itu selalu ingin nonton di hari-hari pertama pemutaran sebuah film. Lebih-lebih untuk film garapan sutradara yang ia sukai seperti Joko Anwar. Apalagi jika filmnya tayang di hari H lebaran, ia malah semakin bersemangat untuk datang ke bioskop.

Perantau di Jogja tak mudik karena perselisihan keluarga

Bela-belain nonton bioskop di hari H lebaran ternyata hanya menjadi satu variabel pendukung di balik tidak mudiknya Faruq ke Wonogiri, kampung halamannya. Variabel utamanya adalah sebuah perselisihan dalam keluarganya yang terjadi pada 2019 silam.

Faruq tak berkenan menceritakan secara detail mengenai perselisihan seperti apa yang terjadi pada waktu itu. Yang jelas, perselisihan tersebut pada akhirnya membuat perantau di Jogja itu memelihara dendam berlarut-larut.

Ia enggan pulang ke Wonogiri setiap hari H lebaran demi menghindari bertemu keluarga besar, lebih-lebih pada seorang saudara jauh yang disinyalir menjadi pemicu konflik pada 2019 itu. Faruq sudah sangat muak.

“Aku biasanya baru pulang di H+3 atau H+4 lebaran, saat mereka (saudara jauh) sudah nggak di Wonogiri,” ungkap lelaki yang pernah bekerja di beberapa media di Jogja tersebut.

Menemukan kehangatan di bioskop

Faruq mulai tak mudik ke Wonogiri di hari H lebaran pertama kali pada 2020. Saat itu alasannya sangat masuk akal, yakni karena Covid-19 sedang parah-parahnya.

Situasi tersebut berlanjut hingga tahun 2021. Saat itu Indonesia masih dalam proses transisi pasca pandemi. Sehingga, masih menjadi alasan yang masuk akal pula bagi Faruq untuk tetap stay di Jogja di hari H lebaran.

“Dari dua kali nggak mudik lebaran itu aku malah merasa, anjir ternyata enak juga lebaran nggak pulang ke Wonogiri,” ucap Faruq.

Kebiasaan tak mudik lebaran pun akhirnya berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Yang mana lebih sering perantau Faruq habiskan untuk nonton film di bioskop.

Iklan

“Kenapa harus hari H lebaran (nontonnya)? Pertama, sudah kujelaskan tadi (ingin nonton di hari-hari awal penayangan). Sebenarnya baru tahun 2024 ini hari H. Kalau 2022 2023 nontonnya H+2,” beber Faruq.

Perantau Jogja Tak Mudik Demi Bioskop MOJOK.CO
Ilustrasi – Perantau Jogja tak mudik demi nonton bioskop. (Marius GIRE/Unsplash)

Pada lebaran 2022, Faruq menghabiskan hari H lebaran seharian main PS di sebuah rental PS di Jogja. Ia baru ke bioskop di hari kedua lebaran. Saat itu yang tayang adalah Dr. Strange: The Multiverse of Madness.

Begitu juga pada lebaran 2023. Hari pertama lebaran Faruq lupa menghabiskan waktu dengan aktivitas apa. Yang jelas di hari kedua ia nonton tiga film di bioskop secara maraton dalam sehari. Salah satu yang memang ia incar yakni film Sewu Dino.

“Alasan kedua, itu caraku mencari hiburan di hari lebaran di Jogja. Karena teman-teman nongkrong di Jogja kan udah mudik semua. Tinggal aku sendiri,” sambungnya.

Faruq mengaku menemukan kepuasan tersendiri setiap masuk di studio bioskop pada hari H lebaran. Ia menemukan vibes hangat lebaran di antara para penonton. Kehangatan yang sudah tidak ia temui lagi di rumahnya di Wonogiri.

Bertemu dengan perantau di Jogja yang senasib

Para penonton yang ke bisokop di hari H lebaran tentu beragam. Ada orang Jogja asli, ada pula perantau yang sedang tak mudik seperti Faruq. Mereka pun pasti punya alasan khusus kenapa memilih ke bioskop di hari H lebaran.

Faruq mengaku pernah bertemu seorang perantau dari luar Jawa yang nasibnya sama persis dengan Faruq: tak mudik lebaran karena sudah tak menemukan kehangatan lagi dalam keluarganya.

“Tahun 2023, waktu maraton di bisokop. Waktu mau pindah studio, ketemu lah sama orang ini, terus ngobrol lah. Ternyata nasib kami sama persis,” jelas Faruq.

Dari situ Faruq merasa tak begitu isykal atas pilihannya lebih memilih ke bioskop di hari H lebaran ketimbang pulang ke kampung halaman. Sebab, sebelumnya ia tak jarang mempertanyakan, apakah sepatutnya ia bersikap demikian? Pasalnya, sang ibu kerap kali menyayangkan kenapa Faruq tak pernah pulang setiap hari H lebaran.

Baca halaman selanjutnya…

Ratapan rindu seorang ibu

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 April 2024 oleh

Tags: bioskop JogjaJogjaLebaranMudikperantau di jogjapilihan redaksitak mudikwonogiri
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Apem ya qowiyyu: kue apem khas Jatinom Klaten berusia 400 tahun. Bukan sekadar warisan kuliner tradisional tapi simbol kesalehan sosial MOJOK.CO
Eksplor

Apem Ya Qowiyyu: Kue Khas Jatinom Klaten Berusia 400 Tahun, Bukan Semata Warisan Kuliner tapi Kesalehan Sosial

10 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO
Catatan

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO
Eksplor

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO
Sehari-hari

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan MOJOK.CO

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan

10 Agustus 2026
Hadapi 777 cv lamaran kerja untuk 1 posisi. IPK dan nama besar kampus tak penting lagi di mata HR MOJOK.CO

Hadapi 777 CV Lamaran Kerja untuk 1 Posisi, HR Tak Peduli IPK-Asal Kampus karena Urusan di Atas Kertas Bukan Jaminan Etos Kerja

8 Agustus 2026
Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026
Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.