Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kuliah di “Jurusan Sultan” Berujung Penyesalan Gara-gara Lebih Mendengarkan Google Ketimbang Guru BK, Lulusnya Mudah tapi Cari Kerja Susah

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
24 Juni 2025
A A
mahasiswa jurusan ilmu ekonomi.MOJOK.CO

Ilustrasi - Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi banyak orang, Jurusan Ilmu Ekonomi memang menjanjikan. Bahkan ada yang sampai menyebutnya “jurusan sultan” karena ketika lulus, sudah ada pekerjaan dengan gaji besar yang menanti.

Maka tak heran, Ilmu Ekonomi masuk ke dalam salah satu jurusan dengan prospek tinggi. Gampang dapat kerja, digaji tinggi, sampai karier yang cemerlang, adalah sesuatu yang terus dibayangkan ketika lulus dari jurusan ini.

Namun, bagi Rio (25), kuliah di jurusan itu itu tak selamanya enak. Bahkan, ada kalanya malah berujung penyesalan. Sebab, sudah kuliah mahal-mahal, ngejar IPK yang menawan, malah berujung susah cari kerjaan.

“Ini membuktikan kalau apa yang ditulis Google itu nggak selalu benar. Sebab, aku memilih jurusan ini karena di Google, dibilangnya menjanjikan gaji besar,” ujar Rio, Selasa (24/6/2025).

Lebih percaya Google ketimbang guru BK

Ada alasan mengapa Rio pada akhirnya ngebet buat masuk Jurusan Ilmu Ekonomi. Kata dia, jurusan ini disebut-sebut menawarkan prospek kerja yang cerah di masa depan.

Ketika lulus SMA pada 2018 lalu, ia kerap berkonsultasi dengan guru BK-nya terkait jurusan kuliah yang cocok untuknya. Jujur saja, meskipun eligible SNBP (SNMPTN), dirinya masih bingung menentukan jurusan kuliah yang akan dipilih.

Kata dia, kala itu guru BK menyarankannya untuk mengambil jurusan yang dikuasainya. Paling tidak itu termanifestasi dari nilai rapotnya selama SMA. Jurusan yang direkomendasikan, ingat Rio, seperti Bahasa Indonesia, Bimbingan Konseling (BK), dan Psikologi.

“Tapi aku nggak puas sama jawaban-jawaban mereka. Selain aku nggak suka juga, kelihatannya itu jurusan-jurusan yang nggak menjanjikan di masa depan,” ungkapnya.

Ia pun pada akhirnya “meminta bantuan” Google untuk menentukkan pilihan. Saat itu, Rio mencari tahu rekomendasi jurusan dengan prospek kerja tinggi. Beberapa di antaranya ia pertimbangan, sebelum akhirnya menentukan pilihan di Jurusan Ilmu Ekonomi.

Masuk Jurusan Ilmu Ekonomi easy, tapi biaya kuliah tinggi

Pada 2018 lalu, Rio lolos ke Jurusan Ilmu Ekonomi salah satu PTN via jalur SNBT. Hal itu di luar dugaannya. Ia mengaku kalau nilai Ekonominya selama SMA saja pas-pasan. Nggak bagus-bagus amat.

“Makanya senang sekaligus kaget juga waktu pengumuman SNMPTN diterima,” katanya.

Baginya, kelolosan kuliahnya waktu itu amat easy. Tanpa bermaksud merendahkan mahasiswa lain yang lolos SNBT, ia menyebut “lolos tanpa perlu keluar keringat”.

Sialnya, meski lolos kuliah secara easy, biaya kuliahnya itu lumayan tinggi. Setelah mengisi form penghasilan orang tua dan sebagainya, Rio mendapatkan UKT golongan 5. Nominalnya Rp4,8 juta. Angka itu tidak sedikit untuk ukuran anak dari pegawai swasta sepertinya.

“Ortu dibilang miskin Alhamdulillah enggak. Tapi kalau mau disebut kaya ya masih jauh lah. Jujur rasanya berat banget kena UKT hampir 5 juta.”

Iklan

Lulus mudah dari Jurusan Ilmu Ekonomi, bahkan predikat cumlaude

Meski cari rekomendasinya modal Google, dan ilmunya pun nggak tahu menguasai, Rio menjalani kuliahnya secara lancar. Ia mengaku tak mengalami banyak masalah.

Misalnya, kesulitan mencerna materi perkuliahan, masalah di luar kampus yang bikin kuliahnya molor, atau drama sepanjang skripsi yang kerap dialami mahasiswa.

Baginya, masalah paling nyata hanya terjadi ketika bimbingan skripsi karena waktu itu bersamaan dengan Covid-19. Ia menjalani bimbingan secara daring, oleh dosen yang sedikit gaptek dan kurang piawai mengoperasikan tools video telekonferensi.

“Tapi pada akhirnya lancar-lancar saja. Lulus tepat waktu,” ujarnya. “Cuma wisudanya daring sih, jadi vibes-nya kurang dapet,” imbuhnya.

Bahkan, tak sekadar lulus tepat waktu, IPK-nya pun tinggi, yakni 3,6. Dengan demikian, ia mendapat predikat cumlaude dari Jurusan Ilmu Ekonomi di PTN tersebut. Sebuah prestasi yang membanggakan bagi mahasiswa yang membanggakan untuk mahasiswa yang bahkan memilih jurusan itu modal rekomendasi Google.

Baca halaman selanjutnya….

Cari kerja tak semudah omongan Google. Malah nganggur setahun.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 25 Juni 2025 oleh

Tags: ilmu ekonomijurusan ilmu ekonomijurusan kuliah bergaji tinggijurusan kuliah prospek kerja tinggikuliah di ilmu ekonomi
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Mahasiswa ilmu ekonomi dan akuntansi banyak drop out. MOJOK.CO
Liputan

Ilmu Ekonomi Memang Tak Seindah Bayangan, Pantas Mahasiswanya Paling Banyak Drop Out dari Kampus

6 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

21 Januari 2026
Para loyalis bulu tangkis. menabung demi nonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta MOJOK.CO

Para Loyalis Bulu Tangkis: Rela Menabung Demi ke Jakarta, Mengenang Cita-cita Masa Kecil untuk Rasakan Magisnya Istora 

23 Januari 2026
Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Ketika Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa MOJOK.CO

Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

19 Januari 2026
2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Cerita kecil nan hangat di tengah gemuruh bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan MOJOK.CO

Cerita-cerita Kecil nan Hangat di Tengah Gemuruh Istora, Orang Tua dan Anak Saling Memperjuangkan Masa Depan

21 Januari 2026
Memetik hikmah dan pelajaran saat para bintang muda urung bersinar di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan MOJOK.CO

Memetik Makna Lain Kekalahan saat Para Bintang Muda Urung Bersinar di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan

23 Januari 2026

Video Terbaru

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

21 Januari 2026
Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

18 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.