Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kisah Anak Penjual Soto yang Bisa Kuliah Gratis di UGM, Modal Berbakti pada Orang Tua dan Punya Segudang Prestasi

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
15 Juli 2025
A A
Anak penjual soto bisa kuliah gratis di UGM. MOJOK.CO

Anyndha Tri Rahmawati (18) diapit oleh kedua orang tuanya. (Sumber: Humas UGM)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ada orang yang tidak bisa makan soto karena parno. Sebab memang ada saja oknum penjual soto yang mengakali kuah dengan cara curang. Namun, penjual soto yang satu ini (asal Kuloprogo) beda cerita. Ia kerja keras untuk anaknya agar bisa kuliah di kampus ternama seperti Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia adalah Anyndha Tri Rahmawati (18), anak penjual soto di Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulonprogo yang berhasil diterima kuliah gratis di UGM. Sosoknya pendiam tapi punya segudang prestasi.

Anak penjual soto dengan segudang prestasi

Anyndha sudah siap membantu orang tuanya melayani pembeli sejak pagi. Di warung soto seluas seperempat lapangan voli itu, langkahnya sibuk mengantar soto yang sudah jadi ke pelanggan.

Di mata ibunya, Nyndha adalah gadis yang pendiam tapi juga berbakti dan pekerja keras. Ia tahu penghasilan orang tuanya tidak seberapa, yakni Rp1 juta rupiah per bulan. Namun, semangatnya dalam belajar patut dicontoh.

Tuginem menilai anaknya punya tekad kuat dalam meraih cita-cita. Ia tahu, anaknya telah berusaha keras agar bisa kuliah di perguruan tinggi negeri sekelas UGM. 

“Perjuangannya sangat sulit, apalagi teman-temannya di SMA juga pintar dan berprestasi. Dia tidak minder dan dia membuktikan dia bisa,” kata Tuginem, dikutip dari laman resmi UGM, Senin (14/7/2025).

Sedari remaja, Anyndha sudah berprestasi, baik akademik maupun non akademik. Ia lulus dari SMA Negeri 1 Bantul sebagai peringkat tujuh terbaik di sekolahnya. Nilai rata-rata yang ia peroleh sebesar 88,2. Di luar kelas, ia sering mengikuti ajang kewirausahaan.

Warung soto. MOJOK.CO
Warung soto milik keluarga Anyndha di Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulonprogo. (Sumber: Humas UGM)

Tak hanya ikut, tapi ia mampu meraih penghargaan dalam ajang Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Nasional (FIKSI) jenjang SMA tahun 2024. Saat tahap final, produknya yang mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menyabet medali emas.

“Saat itu, saya dan teman saya membuat produk namanya E-Terminator. Produknya itu pembasmi rayap dengan bahan alami,” ujar Anyndha.

Lolos SNPB di FEB UGM tanpa perlu bayar kuliah

Keberhasilannya dalam mengembangkan produk inovasi di bidang kewirausahaan, membuat Anyndha terdorong mendaftar kuliah di Program Studi (Prodi) Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. Kedua orang tuanya sempat bertanya, apakah jurusan itu sudah mantap dihatinya?

Perempuan asal Kulonprogo itu pun mengangguk. Tekadnya menjadi mahasiswa FEB UGM sudah bulat. Orang tuanya pun sama sekali tak berkelit, mereka mendukung penuh keputusan Anyndha.

Sampai tibalah proses seleksi penerimaan mahasiswa baru. Tanpa mengikuti tes UTBK, Anyndha diterima lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di Prodi Manajemen FEB UGM.

Tak hanya itu, ia juga menerima beasiswa UKT Pendidikan Unggul Bersubsidi sebesar 100 persen, sehingga tidak perlu membayar uang belajar sepeserpun selama kuliah di UGM. 

Sebagai informasi, beasiswa tersebut merupakan program subsidi dari UGM untuk mahasiswa kurang mampu. Pada tahun 2024, sebanyak 13,32 persen mahasiswa FEB UGM menerima beasiswa UKT 100 persen atau UKT 0. 

Iklan

Selain beasiswa dari UGM, pemerintah juga memberikan beasiswa seperti KIP Kuliah 2025 bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. 

Kuliah di UGM adalah kesempatan emas

Anyndha Tri Rahmawati. MOJOK.CO
Anyndha Tri Rahmawati merangkul kedua orang tuanya. MOJOK.CO

Tentu saja Anyndha dan keluarganya merasa terbantu. Kedua orang tua Nyndha tidak berharap banyak. Keduanya hanya menitipkan pesan agar Nyndha mampu mempergunakan kesempatan ini dengan baik. 

“Selagi masih bisa diberi kesempatan dan kemampuan untuk berjuang di UGM itu, jangan menyerah,” ujar Tuginem. 

“Semoga juga bisa menjadi orang yang sukses dan berguna bagi nusa dan bangsa serta untuk semua orang,” harapnya.

Kini, Anyndha sedang mempersiapkan diri untuk memulai perkuliahan di awal Agustus mendatang sebagai mahasiswa Manajemen FEB UGM. Ia percaya bahwa semua kesusahan yang telah dan akan ia lewati, pasti ada kemudahan. Sebab ia percaya akan kemampuannya. 

Tidak lupa, ia ucapkan terima kasih kepada kedua orang tuanya yang telah mendukungnya menghadapi semua proses hingga saat ini. Untuk itu, ia berpesan kepada teman-teman yang sedang memperjuangkan diri masuk ke kuliah ke perguruan tinggi untuk terus bersemangat. 

“Pokoknya semangat. Jangan takut untuk mencoba, jangan takut untuk gagal, karena kita tidak tahu kedepannya akan seperti apa. Entah apakah akhirnya akan sesuai dengan yang kita mau atau tidak? Tetapi yang penting kita sudah mencoba,” tuturnya.

“Karena pengalaman itu tidak bisa dibeli dan pengalaman itu akan jadi hal yang bermanfaat,” tegas mahasiswa prodi Manajemen FEB UGM itu.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Kebaikan Pedagang Bakso yang Membekas di Hati Saya, 40 Tahun Keliling untuk Kuliahkan Anak hingga S2 atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2025 oleh

Tags: beasiswa kuliahjurusan manajemenkuliah gratismabamahasiswa barupenjual baksoUGM
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Sarjana Ekonomi pilih berjualan ayam penyet
Edumojok

Sarjana Ekonomi Pilih Berjualan Ayam Penyet, Sempat Diremehkan Banyak Orang, tetapi Bisa Untung 3x Lipat UMR dan Kalahkan Gaji Pekerja Kantoran

9 Maret 2026
Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses MOJOK.CO
Edumojok

Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa

7 Maret 2026
Anak Akuntansi UGM burnout. MOJOK.CO
Edumojok

Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Kena Mental demi Bahagiakan Ayah Ibu yang Hanya Lulusan SD hingga Jadi Wisudawan Terbaik

6 Maret 2026
Perjalanan Memaafkan: Dendam ke Orang Tua karena Tak Diizinkan Kuliah di UGM, Jadi Luruh karena Bekal “Ndeso” Bikinan Ibu MOJOK.CO
Sehari-hari

Perjalanan Memaafkan: Dendam ke Orang Tua karena Tak Diizinkan Kuliah di UGM, Jadi Luruh karena Bekal “Ndeso” Bikinan Ibu

4 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kucing peliharaan anak kos Jogja

Anak Kos Jogja Pilih Hidup Miskin demi Hidupi Kucing, Lebih dari Setengah Gaji Habis untuk Piaraan

11 Maret 2026
Membenci tradisi tukar uang alias penukaran uang baru menjelang lebaran untuk bagi-bagi THR MOJOK.CO

Tak Ikut Tukar Uang Baru buat THR ke Saudara karena Tradisi Toxic: Pilih Jadi Pelit, Dibacotin tapi Bahagia karena Aman Finansial

9 Maret 2026
Mudik Lebaran naik bus murah berujung menyesal. MOJOK.CO

Habiskan Waktu 78 Jam di Bus untuk Mudik Berujung Kapok dan Frustrasi: Harus Tahan Bau Badan, BAB, hingga “Ditakuti” Teman Sebangku

11 Maret 2026
KA bengawan, KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

User KA Bengawan Merasa Kesepian Saat Beralih ke Kereta Eksekutif KA Taksaka, “Kereta Gaib” Harga Rp74 Ribu Tetap Juara Meski Bikin Badan Pegal

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Ilustrasi - Anak pertama dicap gagal.MOJOK.CO

Rela Hidup Miskin di Desa demi “Kebahagiaan” Adik-Adiknya di Kota, tapi Malah Dicap Pemalas dan Beban Keluarga

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.