Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Jalan Hidup S2 Manajemen Menghabiskan Masa Tua dengan Berjualan Barang Antik di Pasar Senthir Jogja

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
3 Februari 2025
A A
Jalan Hidup S2 Manajemen Menghabiskan Masa Tua dengan Berjualan Barang Antik di Pasar Senthir Jogja. MOJOK.CO

ilustrasi - barang dagangan di Pasar Senthir Jogja. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Irwanto (60) tiba lebih awal dibandingkan pedagang lainnya di Pasar Senthir, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Jogja pada Rabu (29/1/2024). Dandanannya cukup nyentrik dengan cincin akik di jari-jari tangannya. 

Sebelum menggelar tikar untuk membuka lapaknya, Irwanto mengeluarkan sapu lidi yang ia bawa sendiri. Disibaknya genangan air di atas permukaan paving block yang diguyur hujan sore itu. Maklum, hujan baru berhenti seusai magrib. 

Meski tanah belum kering, Irwanto sudah siap membuka lapaknya dari pukul 18.30 WIB. Beberapa pengunjung juga terlihat mengitari Pasar Senthir Jogja. Pasar yang terletak di samping Pasar Beringharjo itu biasanya buka pukul 18.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Di sana, pengunjung bisa mencari barang elektronik, baju bekas layak pakai, buku kuno, kaset, sepatu, hingga benda-benda antik dengan harga murah. Irwanto adalah salah satu pedagang yang menjual barang antik tersebut. 

Jual barang untuk pengasihan di Pasar Senthir Jogja

“Asik sekali, Mbaknya,” ucap Irwanto yang menyapa saya makan di sebuah warung, persis di sebelah lapaknya. 

Saat itu, Irwanto tampak bersiap-siap mengeluarkan karung beras satu per satu dari dalam tas obrok motor miliknya. Tentu saja isinya bukan beras, melainkan barang-barang antik yang akan ia jual malam itu. 

Saya hanya tersenyum ketika Irwanto menegur, karena rencana saya memang hanya niup di warung. Namun, saat Irwanto mengeluarkan barang dagangannya satu per satu, saya jadi tertarik. 

Sebelum Irwanto datang, saya sudah lebih dulu melihat-lihat pedagang yang menjual pakaian, buku, kaset, dan sebagainya. Namun, barang dagangan Irwanto agak lain. Ia menjual barang-barang antik seperti cincin akik, batu-batu dan perhiasan yang dianggap sakral. Sembari pengunjung melihat-lihat, biasanya Irwanto akan menjelaskan barang yang ia jual.

Keris Semar Kuncung di Pasar Senthir Jogja. MOJOK.CO
Salah satu barang dagangan Irwanto: Keris Semar Kuncung. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Ini Keris Semar Kuncung, dibuatnya sudah lama. Disepuh,” kata dia di Pasar Senthir, Jogja, Rabu (29/1/2024).

Menurut literatur yang saya baca, tidak sembarang orang dapat menggunakan keris pusaka tersebut. Penggunanya harus melakukan ritual atau tirakat bersamaan dengan merapalkan mantra. Dengan begitu, mereka bisa memperoleh khasiat pelet dan pengasihan. 

Saya sendiri membeli pulpen parker, sebuah pulpen yang sering dipakai oleh kalangan menengah atas untuk mencatat. Merek pena itu cukup ternama, buatan dari George Safford Parker seorang produsen pena mewah di Amerika Serikat. Irwanto menjualnya seharga Rp15 ribu.

“Zaman dulu harganya sudah sekitar Rp70-80 ribu, yang pakai bos-bos kantoran,” ucap Irwanto meyakinkan saya.

S2 Manajemen yang menikmati masa tua

Irwanto mengaku baru dua bulan ini berjualan di Pasar Senthir, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Jogja. Aslinya, ia adalah orang Jakarta, kemudian menemukan jodohnya di Jogja, hingga menetap di Kota Pelajar tersebut.

“Saya sudah biasa ke luar kota, karena maaf, bukannya apa-apa. Ayah saya dulu itu komisaris di sebuah perusahaan penerbangan. Saya pernah disuruh belajar di Surabaya. Beberapa hari saya jalani, tapi nggak betah,” kata dia.

Iklan
Pedagang di Pasar Senthir Jogja. MOJOK.CO
Seorang pedagang barang antik di Pasar Senthir Jogja. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Akhirnya, ia belajar di Akademi Bahasa Asing. Sedari remaja, minatnya pun tumbuh untuk belajar ekonomi hingga berhasil menyandang gelar magister atau S2 Manajemen. Namun, ia tak mau mendetailkan nama kampusnya. Hanya saja, untuk meyakinkan saya, ia sampai mengeluarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) miliknya. Di mana, di namanya sudah tertera gelar tersebut.

Sebelum berjualan barang antik, Irwanto pernah bekerja di bank, bahkan memberikan kuliah umum untuk mahasiswa tapi tak ia teruskan karena faktor usia. Kini, ia hanya ingin menikmati masa tua sembari berjualan barang antik di Pasar Senthir, Jogja.

“Kalau dulu aku masih harus mikirin pendidikan anak. Rambutku sampai gundul gara-gara mikiran biaya,” ucapnya, lalu tertawa.

Kini, empat anak Irwanto sudah dewasa. Mereka punya pekerjaan masing-masing. Anak pertamanya lulusan S2 Universitas Gadjah Mada (UGM), dan tiga lainnya lulusan dari Universitas Islam Indonesia (UII).

Menjamin kualitas barang antik di Pasar Senthir Jogja

Bicara soal barang dagangannya, sebetulnya Irwanto tidak tahu-tahu amat soal fungsi barang antik yang ia jual. Namun, barang-barang itu kerap ia dapatkan dari kenalan dan teman-temannya.

Barang antik di Pasar Senthir, Jogja. MOJOK.CO
Barang-barang antik yang dijual di Pasar Senthir Jogja. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Misalnya ini, kompas, jam, dan pulpen yang Mbak beli tadi saya beli sepaket dari teman yang jual toko buku lama di Solo tapi sekarang sudah tutup,” ucapnya.

Sebelum membeli, Irwanto lebih dulu bertanya ke tengkulak soal asal-usul atau fungsi dari barang tersebut. Ia hendak memastikan keaslian barang yang dijualnya. Walaupun kebanyakan, banyak tengkulak yang juga tidak tahu. Malah, Irwanto lebih lebih sering mendapatkan informasi tak terduga dari pengunjung.

“Banyak mahasiswa yang lihat barang-barang saya, terus terkejut pas saya kasih harga segitu. Katanya murah, padahal aslinya mahal sekali,” ucap Irwanto. 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Pasar Senthir Jogja, Surga Para Gen Z Pemburu “Harta Karun”: Outfit Seharga Jutaan Dibeli 10 Ribu Saja atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 24 November 2025 oleh

Tags: jual barang bekaspasar di Malioboropasar sebelah Beringharjopasar senthirpasar senthir jogjatoko barang antik jogja
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Gen Z beli barang antik di Pasar Senthir Jogja. MOJOK.CO
Liputan

Digital Fatigue: Kembalinya Budaya Retro di Kalangan Gen Z, karena Jenuh dengan Teknologi Modern

21 Juli 2025
4 Barang Tak Terduga yang Dibeli Murah di Pasar Senthir Jogja: Dari Jam Tangan Mahal, Outfit Bermerek, sampai Almet UGM Cuma 5-10 Ribuan.MOJOK.CO
Ragam

4 Barang Tak Terduga yang Dibeli Murah di Pasar Senthir Jogja: Dari Jam Tangan Mahal, Outfit Bermerek, sampai Almet UGM Cuma 5-10 Ribuan

4 Agustus 2024
Pasar Senthir Jogja, Surga Para Gen Z Pemburu “Harta Karun”: Outfit Seharga Jutaan Dibeli 10 Ribu Saja.MOJOK.CO
Ragam

Pasar Senthir Jogja, Surga Para Gen Z Pemburu “Harta Karun”: Outfit Seharga Jutaan Dibeli 10 Ribu Saja

27 Juli 2024
Lagi, Muncul Kasus Parkir Nuthuk di Pasar Senthir Klitikan. MOJOK.CO
Kilas

Lagi, Muncul Kasus Parkir Nuthuk di Pasar Senthir Klitikan

3 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemuda desa 19 tahun lulusan SMK nekat kerja jadi housekeeping di Dubai demi gaji 2 digit karena menyerah dengan rupiah MOJOK.CO

Pemuda Desa 19 Tahun Nekat Kerja di Hotel Dubai: Jaminan Gaji 2 Digit usai Nyerah dengan Rupiah dan 19 Juta Lapangan Kerja

18 Mei 2026
Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal MOJOK.CO

Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal

18 Mei 2026
Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Pekerja Jakarta, WFH, kerja sesuai hobi.MOJOK.CO

Kerja Sesuai Hobi Bikin Menderita: Kita Jadi Tak Lagi Punya Tempat Menenangkan Pikiran Saat Muak dengan Pekerjaan

18 Mei 2026
Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja MOJOK.CO

Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja

17 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.