Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Nelangsa Pejuang LDR Jogja-Jakarta, Tersiksa karena KAI dan “Hengkangnya” Sri Mulyani

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
11 September 2025
A A
Pejuang LDR Jogja-Jakarta makin nelangsa karena harga tiket kereta api mahal. MOJOK.CO

Ilustrasi - LDR Jogja-Jakarta tak semudah membalikkan telapak tangan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Lama-lama boncos juga dari Jogja ke luar provinsi

Tak hanya Alifa, Dony (42) juga punya pengalaman serupa. Sebagai pejuang LDR yang jauh lebih lama dari Alifa, Dony merasakan perbedaan harga tiket kereta api yang fluktuatif. Dulu, kata dia, harga tiket kereta api Jogja-Surabaya tidak terlalu mahal seperti sekarang.

Iklan

“Kalau seingatku dulu, kayaknya tiket kereta api Sancaka tuh masih ada yang seharga Rp160 ribu-an tapi sekarang sudah sampai Rp270 ribu,” kata Dony.

Otomatis, pengeluaran Dony sebagai pejuang LDR dari Jogja ke Surabaya ikut bertambah. Dari yang tadinya hanya Rp300 ribu untuk membayar harga tiket kereta pulang-pergi, kini jadi Rp500 ribu. Walhasil, Dony yang harus pergi ke Surabaya dan Alifa ke Jakarta, jadi sering berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang demi bertemu sang pacar secara tatap muka.

“Aku jadi mikir seribu kali kalau mau ketemu pacar sebulan dua kali atau satu kali. Boncos, cuma buat tiket kereta Jogja-Jakarta doang. Harus jaga-jaga uang minimal sejuta,” kata Alifa.

Padahal, bagi pejuang LDR seperti Alifa dan Dony, biaya transportasi kereta api sudah jadi kebutuhan primer. Sebuah penelitian berjudul Komitmen dalam Berpacaran Jarak Jauh pada Wanita Dewasa Awal mengungkap jika keterbatasan komunikasi dapat memunculkan beragam konflik. Salah satunya, memunculkan kondisi psikologis seperti kesepian dan cemburu berlebihan.

Oleh karena itu, penting sekali bagi para pejuang LDR mempertahankan komitmen mereka. Misalnya, dengan saling menghargai waktu, usaha, dan mendukung satu sama lain. Tak terkecuali memperhitungkan aktivitas komunikasi baik online maupun offline.

Nasib pejuang LDR in this economy

Sayangnya, kenaikan harga tiket kereta api jarang sekali terinformasikan dengan baik. Alifa dan Dony yang berada di Jogja tak pernah tahu alasan KAI menaikkan harga tiket mereka, kecuali menjelang lebaran, akhir pekan, atau libur panjang. Bisa dibilang, isunya tidak sebesar kenaikan harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak, atau cabai.

Sampai akhirnya muncul dugaan dari banyak netizen di media sosial yang mengaitkan kerugian KAI akibat proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh dengan kenaikan harga tiket kereta api lain.

“KAI emang kampret. Dia tahu demand orang-orang ke kereta tinggi makanya naik terus. Suka naik sesuka hati, diskon juga sesuka hati,” ujar Alifa.

Sementara itu, Pengamat Transportasi Publik Djoko Setijowarno menjelaskan kenaikan harga tiket kereta api memang bisa dipengaruhi oleh target KAI yang belum mencapai tarif batas atas penjualan. Namun, kenaikan harga tersebut selalu diawasi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Penentuan harga tiket kelas ekonomi dilakukan oleh pemerintah lantaran pemerintah menggelontorkan dana subsidi. Cuma pemerintah setiap dua tahun sekali melakukan evaluasi, kira-kira ini tiket masyarakat bisa dinaikkan atau tidak, sehingga subsidinya bisa berkurang. Atau ada yang disubsidi dan tidak subsidi,” jelasnya dikutip dari Jawa Pos, Kamis (11/9/2025).

Terlepas dari alasan tersebut, Alifa dan Dony kini merasa perjuangannya lebih berat. Di tengah kemajuan teknologi yang semakin canggih seperti AI, kondisi ekonomi Warga Negara Indonesia malah terus merosot. Belum lagi dampak pergantian Sri Mulyani dari kursi menteri keuangan. Bikin bursa saham terjun bebas dan rupiah melemah.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Pengalaman Nekat dan Penuh Siasat Naik Kereta Api, Modal Rp3 Ribu buat ke Berbagai Kota Tanpa Diusir atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 9 Februari 2026 oleh

Tags: in this economyjakartaJogjaLDRRupiah Melemahtiket kereta apitiket kereta mahal
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

fotografer wisuda

Suka Duka Fotografer Wisuda: Senang Mengabadikan Momen Bahagia Tapi Sial Karena ‘Harga Teman’

23 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 MOJOK.CO

Memaknai “LAKU” dalam Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026: Sejauh Mana Bermanfaat dalam Ekosistem Sastra

19 Agustus 2026
Merdeka ala Puskestan dan para petani Sukoharjo: perjuangan sejahtera dari sektor pertanian MOJOK.CO

Merdeka Ala Puskestan dan Petani Sukoharjo: Perjuangan Panjang agar Sejahtera dari Pertanian

18 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.