Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kos di Surabaya Mengerikan, Maling Motor “Dipersilakan” Nyolong Begitu Saja

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
25 Maret 2024
A A
Kenangan Buruk Mahasiswa ITS dan UNAIR Tinggal di Surabaya Timur, Kawasan Kos Langganan Aksi Kriminalitas.MOJOK.CO

Ilustrasi - Kenangan Buruk Mahasiswa ITS dan UNAIR Tinggal di Surabaya Timur, Kawasan Kos Langganan Aksi Kriminalitas (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bulan Ramadan justru menjadi bulan yang membuat was-was para penghuni kos Surabaya. Pasalnya, bulan Ramadan—lebih-lebih di 10 hari terakhir menjelang lebaran—maling motor marak berkeliaran di Surabaya. Sialnya, parkiran banyak kos di Surabaya seolah-olah memang sangat terbuka lebar pagi para maling motor tersebut.

***

Sejauh pengalaman saya tiga kali pindah kos di Surabaya, tiga-tiganya memiliki catatan mengkhawatirkan perihal parkiran. Dua di antaranya parkirannya outdoor, benar-banar tidak ada pintu gerbangnya, parkir di halaman kos-kosan.

Sementara satunya memang indoor, hanya saja sangat sempit sehingga berjejalan. Jaminan motor lecet lah kalau parkir di kos saya yang satu ini. Kalau lagi sial dan lokasi parkir di dalam gerbang sedang penuh, maka terpaksa harus parkir di area luar yang tentu bikin was-was.

Hal tersebut ternyata tidak hanya terjadi di tiga kos yang pernah saya tempati. Kos di Surabaya memang rata-rata demikian. Si pemilik kos hanya fokus memperbanyak kamar kosan tanpa mempertimbangkan lahan parkiran.

Alhasil, lantaran lahan parkir tak terlalu dipikirkan, kasus pencurian motor (curanmor) di Surabaya pun cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data Polrestabes Surabaya, sepanjang 2023 tercatat sebanyak 544 kasus di Surabaya. Naik dari tahun 2022 yang mencatatkan angka 484 kasus. Jumlah tersebut masih belum ketambahan dengan kasus-kasus curanmor yang tak tercatat.

Maling motor Surabaya beraksi di siang bolong

Selain lahan parkir yang sangat terbuka, beberapa kos di Surabaya juga kurang aware dengan kamera CCTV. Hal ini tentu menjadi kombinasi menggiurkan untuk para maling motor. Lila (26) pernah menjadi korbannya pada 2018, saat ia masih kuliah semester 2 di UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA).

Lila sendiri sebenarnya bukan anak kosan. Ia tinggal di salah satu pondok pesantren mahasiswa di Surabaya. Hanya saja, di sela-sela jam kuliah yang cukup renggang, Lila kerap numpang istirahat di kos temannya di Gang IAIN, Wonocolo, Surabaya.

Hingga hari sial itu datang pada suatu siang di tahun 2018. Lila kehilangan motor Honda BeAT 2016 warna merah yang ia parkir di halaman kos temannya, yang sebenarnya juga sering menjadi parkiran motor.

“Padahal kutinggal masuk cuma sebentar. Lima menit nggak sampai. Pas keluar sudah nggak ada. Aku langsung pingsan waktu itu,” ungkap Lila, Minggu (24/3/2024).

Padahal, di depan kos temannya tersebut merupakan jalan setapak untuk lalu-lalang warga setempat. Tapi si maling tetap bisa beraksi dengan sangat mulus.

Seingat Lila, kejadian itu terjadi di tengah-tengah bulan Ramadan, yang kemudian ia tahu bahwa bulan Ramadan memang menjadi bulan paling rawan curanmor di Surabaya.

Motor tergembok tetap hilang

Jangankan kasus seperti Lila, motor tergembok saja di Surabaya bisa raib dengan mudah. Hal itu seperti yang terjadi di kos yang saya tempati pada 2021-2022 di Gang Diwitayah, Wonocolo, Surabaya.

Iklan

Kos yang saya tempati ini adalah jenis kos yang parkirnya memang indoor, ada pintu gerbangnya. Sayangnya, ruang parkir di dalam tidak muat jika ditempati oleh seluruh penghuni kos. Jadi kalau mau parkir di dalam, maka harus dulu-duluan dengan penghuni kos yang lain.

Saya termasuk yang paling sering tak mendapat ruang untuk parkir. Alhasil, saya sering kali nitip motor ke pondok pesantren mahasiswa tempat teman saya tinggal. Daripada parkir di area luar, tentu sangat berisiko.

Akan tetapi, meskipun memang dapat parkir di dalam, tapi potensi kemalingan masih sangat besar. Seperti yang terjadi dengan tetangga kamar saya, Idwan, pada Desember 2022.

Selepas azan Subuh, suasana kos tiba-tiba riuh ketika Idwan menyeru panik lantaran motornya tak ada di parkiran. Anak-anak kos yang lain pun langsung berhambur dari kamar masing-masing, termasuk saya.

“Sudah kugembok dan kunci kanan. Tapi kita tetap kalah pinter dari maling,” ujar Idwan saat saya konfirmasi kembali baru-baru ini.

Idwan sendiri baru saja balik dari ngopi pada jam tiga dini hari. Ia melihat ada space satu motor yang bisa masuk. Tapi memang berada di paling belakang. Artinya jika ingin muat, maka harus ada sebagian pintu gerbang yang dibuka. Toh pintu gerbang kos memang selama ini tidak pernah ada gemboknya.

Tapi setelah azan Subuh itu, saat ia keluar kamar untuk ke kamar mandi, syok lah Idwan setelah melihat motornya sudah raib.

“Sebenarnya beberapa hari sebelumnya aku sudah dapat wanti-wanti dari pemilik kos putri samping kos, kalau belakangan (di Desember 2022) ada orang bergelagat mencurigakan sering riwa-riwi. Padahal sudah kuniatkan hati-hati, tapi namanya nasib ya,” tutur.

Lantaran sudah mulai tak nyaman dengan kondisi parkir dan disusul kasus kemalingan itu, saya pun akhirnya pindah kos pada Januari 2023 di Jl. Pabrik Kulit, Wonocolo, Surabaya. Kondisinya malah lebih nemen, parkirnya di halaman kos, tanpa ada pintu gerbang.

Sering kali saya was-was. Tapi sering kali pula teman-teman baru di kos tersebut meyakinkan bahwa parkiran kos tersebut aman, karena setiap malam ada tetangga kos yang pasti bergadang. Sepertinya untuk menjaga motornya pula yang sepanjang malam ia parkir di luar. Namanya juga kos di gang sempit.

Motor hilang di Surabaya, jangan harap ketemu

Kasus serupa juga pernah terjadi pada mbak sepupu saya, Wulan (28) pada awal 2019 lalu. Kasusnya mirip dengan yang Idwan alami: motor sudah tergembok dan berada di dalam kos dengan pagar tertutup. Tapi setelah salat Subuh, motor sudah menghilang.

Wulan sendiri saat itu langsung membuat laporan di kepolisian. Namun, kata Wulan, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa setiap motor yang hilang di Surabaya pasti tidak akan pernah ketemu lagi.

“Beberapa tetangga kosku waktu itu bilang, kalau sudah hilang nggak bakal ketemu lagi Mbak. Ya sudah, mau gimana lagi,” ujar Wulan.

Di Desember 2023, sebelum saya pindah ke Jogja, saya saja sudah mendengar dua kasus kemalingan motor dari orang-orang yang saya kenal. Pertama, dari adik tingkat pacar saya. Motornya hilang saat parkir di halaman kos, persis seperti kejadian yang Lila alami.

Sementara yang kedua adalah teman dari teman saya. Motornya hilang di kosan dengan kondisi yang sama persis dengan Idwan dan Wulan. Maklum menjelang tahun baru (2024).

Jadi memang sudah bisa ditandai, menjelang lebaran dan tahun baru adalah bulan-bulan maraknya aksi curanmor di Surabaya. Sialnya, entah kenapa kejadian-kejadin kemalingan motor di Surabaya selalu sulit diantisipasi, terus berulang, dan bahkan selalu bertambah setiap tahunnya.

Reporter: Muchamad Aly Reza
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Suasana Stasiun Wonokromo Surabaya Bikin Risih, Kursi Tunggu Penumpang Jadi Tempat Muda-mudi Bermesraan Tak Tahu Malu

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

 

Terakhir diperbarui pada 26 Maret 2024 oleh

Tags: curanmorcuranmor di surabayakos surabayamaling motorpilihan redaksiSurabayaUINSAwonocolo
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO
Sehari-hari

Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan

10 April 2026
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO
Urban

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO
Urban

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan

5 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026
Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living MOJOK.CO

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa MOJOK.CO

Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.