Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Ngenesnya Jadi Ojol Surabaya, Terzalimi Banyak Pihak Berkali-kali

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
18 Maret 2024
A A
Gaji Surabaya Tak Sebesar Gaji di Jogja MOJOK.CP

Ilustrasi pekerja nelangsa gaji Surabaya tak sebesar Jogja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Belakangan jagat media sosial ramai pemberitaan driver ojek online (ojol) di Surabaya yang menggelar aksi unjuk rasa di sebuah hotel. Melansir dari Suara Surabaya, unjuk rasa tersebut berlangsung di depan Apartemen Puncak Kertajaya, Keputih, Sukolilo, Surabaya, Jumat (15/3/2024) pagi WIB.

Dalam aksi yang melibatkan 550 diver ojol tersebut, driver ojol di Surabaya menyampaikan setidaknya dua tuntutan penting. Pertama, driver ojol meminta agar pihak apartemen menggratiskan parkir 10 menit.

Kedua, para ojol meminta adanya slot parkir khusus ojol di area apartemen. Dengan begitu, ojol Surabaya bisa parkir dengan tanpa khawatir motornya hilang.

“Kalau tidak, maka para driver memboikot order selama belum ada jaminan keamanan bagi motor ojol,” ujar Daniel Lukas Rorong selaku Humas Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur.

Untuk diketahui, unjuk rasa tersebut terjadi lantaran sebelumnya sudah sering terjadi motor ojol hilang jika parkir di luar apartemen. Karena jika parkir di dalam, para ojol wegah terkena tarikan parkir padahal durasi masuk apartemen untuk mengantar pesanan customer pun cuma berkisar 5-10 menitan.

Ojol Surabaya dituding rebut rezeki orang

Dodik (24), teman saya yang driver ojol di Surabaya, mengaku tak tahu menahu secara detil perihal ramainya unjuk rasa para ojol di apartemen tersebut. Sebab, ia sendiri memang lebih sering mengantar-jemput penumpang di area Wonokromo dan sekitar.

Namun, Dodik mengamini bahwa selama ini ojol Surabaya sering kali berhadapan dengan situasi-situasi merugikan.

“Selain urusan kena tarif parkir yang lagi ramai itu, ojol Surabaya juga selama ini mendapat cap sebagai perebut rezeki orang,” kata Dodik.

Dodik berkata demikian karena adanya fakta bahwa ojol saat ini dianggap sebagai perebut rezeki ojek pengkolan hingga sopir angkot Surabaya.

Musuh besar sopir angkot dan ojek pengkolan

Pada Rabu (24/2024), saya sempat berbincang dengan Arifin (50), salah satu sopir angkot Surabaya yang masih terus mengaspal meski sudah semakin sepi penumpang. Dari dulu yang bisa dapat Rp200 ribu per hari, kini Arifin mengaku hanya mendapat paling banter Rp80 ribu. Itu pun sudah sangat ngoyo.

Hari-hari Suram Sopir Angkot Surabaya, Angkut Penumpang Sambil Menunggu Mati MOJOK.CO
Arifin (52), salah satu sopir angkot lyn di Surabaya yang tetap bertahan. (Aly Reza/Mojok.co)

Satu di antara yang menurut Arifin mengurangi penumpang sopir angkot Surabaya dan ojek pengkolan adalah keberadaan para ojol di titik-titik mangkalnya angkot dan ojek pengkolan di Surabaya, dengan regulasi yang jika ditimbang ternyata lebih menguntungkan para ojol.

Misalnya di Terminal Bungurasih. Memang sudah ada pembagian wilayah antara ojol Surabaya dan ojek pengkolan. Ojol mendapat jatah di area luar terminal (Halte Gudang Garam), sementara ojek pengkolan di area dalam.

Namun, lokasi yang cukup berdekatan memungkinkan para penumpang yang turun dari bus memilih langsung menuju Halte Gudang Garam ketimbang naik ojek dari dalam terminal. Artinya, sama saja, pembagian wilayah tersebut tak berdampak apa-apa pada ojek pengkolan.

Hal serupa pun terjadi di Stasiun Wonokromo, yang mana di Stasiun Wonokromo juga menjadi tempat ojek pengkolan, becak motor (bentor), hingga sopir angkot untuk mencari penumpang. Tapi semuanya kalah dari dominasi ojek online.

Iklan

“Belum ojol nakal yang narik penumpang tanpa aplikasi. Di Bungurasih dan Stasiun Wonokromo banyak yang seperti itu,” keluh Arifin.

“Padahal seharusnya yang nggak aplikasi itu bagian kami,” imbuhnya mengeluhkan ojol Surabaya yang selain mencari penumpang lewat aplikasi tapi juga main nakal tanpa aplikasi.

Ojol Surabaya merasa nelangsa

Dari Dodik, saya mendapa penuturan dari ojol lain yang merupakan teman Dodik, namanya Taufik (30).  Sudah bukan barang asing lagi selentingan-selentingan yang menyebut ojol Surabaya sebagai perebut rezeki ojek pengkolan dan sopir angkot.

Bagi Taufik, rasanya tentu nelangsa. Sebab, dalam bekerja sebagai ojol di Surabaya, para ojol tentunya tak hendak mencari musuh, melainkan ingin mencari rezeki untuk menghidupi anak-istri.

“Namanya orang kerja, apapun kan kami usahakan, pokoknya yang berpeluang ada uangnya,” tutur Taufik.

“Nah kebetulan sekarang zamannya serba online, jadi ya harus ngikutin. Kalau mau jadi tukang ojek, maka jadinya ojek online,” sambungnya. Dan itu, kata Taufik, bukan berarti merebut rezeki orang lain.

Karena zaman berubah, cara kerja atu aktivitas pun ikut berubah. Dari yang semula naik ojek pengkolan atau angkot, kini jadi lebih memilih naik ojol karena menurut orang-orang lebih praktis dan efisien, selain juga soal pertimbangan harga.

Sama seperti Dodik, Taufik mengaku tak ikut unjuk rasa di depan Apartemen Puncak Kertajaya, meski sebenarnya ia sudah dengar bakal ada unjuk rasa.

“Memang nggak ikut. Tapi ya tetap nelangsa sama temen-temen ojol di Surabaya. Terzalimi karena parkir, masih dapat tuduhan merebut rezeki orang pula,” tutur Taufik.

Reporter: Muchamad Aly Reza
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Royal Plaza Surabaya, Mal Tempat Orang Kaya Tertawa di Atas Penderitaan Orang Miskin

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2024 oleh

Tags: ojek onlineojolojol surabayapilihan redaksisopir angkot surabayaSurabayawonokromo
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO
Ragam

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO
Ragam

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO
Ragam

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO
Ragam

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.