Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
14 Januari 2026
A A
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Ilustrasi - nongkrong (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pelarian dari rutinitas yang melelahkan

Budaya nongkrong di Jakarta Selatan kini mengalami pergeseran makna. Jika dulu nongkrong identik dengan keramaian dan obrolan panjang, kini ia berubah menjadi aktivitas sunyi yang dijalani sendirian. 

Hal ini bukan terjadi karena mereka tidak memiliki teman, melainkan karena adanya keinginan kuat untuk berhenti sejenak dari tuntutan sosial yang menguras energi.

Misalnya, dalam kasus Dimas, ia menyebut ada kelelahan yang sering kali tidak terlihat dengan mata. Seperti tuntutan untuk selalu ramah, responsif, dan hadir penuh dalam setiap interaksi sosial. 

Alhasil, dengan duduk sendiri, seseorang memegang kendali penuh atas dirinya sendiri. Di kafe, diam menjadi sesuatu yang sah. Seseorang tidak perlu menjelaskan apapun kepada siapa pun dan tidak perlu mengikuti ritme orang lain. 

Pendeknya, waktu sepenuhnya menjadi milik pribadi, tanpa perlu dipertanggungjawabkan kepada orang lain.

“Intinya kalau sendirian itu, kita memiliki ruang buat memaknai ulang diri kita sendiri. Setelah seharian kerja, di mana tubuh kita ini jadi milik bos.”

Riset psikologi perkotaan menunjukkan, bahwa kelelahan mental pada anak muda seringkali muncul sebagai rasa letih yang terus menetap, seperti sulit fokus, mudah lelah, dan cepat jenuh. 

Kondisi ini jamak dialami oleh mereka yang berada di awal karier (early career) yang hidup di kota padat dengan ritme cepat serta ruang pribadi yang sangat terbatas.

Bagi mereka, kebutuhan utamanya bukanlah liburan mewah atau hiburan yang ramai, melainkan sebuah jeda singkat yang memberikan rasa aman. Duduk sendirian di kafe, seperti yang dilakukan Dimas dan banyak anak muda lain di Jakarta Selatan, tanpa tuntutan untuk berperan atau berbicara, menjadi cara sederhana namun efektif untuk memulihkan diri (self-recovery).

“Ada waktu di mana kita butuh ngobrol dengan orang lain. Tapi ada waktunya juga kita kudu ngobrol dengan diri sendiri.”

***

Di Jakarta Selatan yang serba mahal, strategi bertahan hidup tidak selalu berbentuk keputusan-keputusan besar. Ia seringkali muncul dalam bentuk yang sederhana, seperti memilih untuk duduk lebih lama di sebuah kafe dan membayar secangkir kopi.

Nongkrong sendirian bukanlah tanda kegagalan dalam bersosialisasi. Sebaliknya, ini adalah cara yang paling masuk akal untuk bernapas lebih panjang dan bertahan di tengah tekanan hidup kota metropolitan. 

Kafe telah bermutasi dari sekadar tempat pertemuan menjadi sebuah “sanctuary” atau perlindungan bagi mereka yang mencari ketenangan di tengah bisingnya Jakarta.

Iklan

Saya jadi teringat kata Dimas. Ia bilang, tanpa sadar kita semua memiliki kecenderungan untuk “menepi di tengah keramaian”, bengong sendirian di tempat ramai. Sekali lagi bukan karena introvert, tak bisa bersosialisasi, apalagi tak punya teman, tapi menjaga kewarasan dengan memberi ruang memahami diri sendiri.

“Kadang kan ngobrol sama diri sendiri terasa lebih jujur daripada petuah orang lain,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 15 Januari 2026 oleh

Tags: anak jakselanak mudagaya hidup anak mudahealingjakarta selatanJakselkafe di jakarta selatankafe di jakselnongkrong di kafepilihan redaksi
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Orang tua, ibu.MOJOK.CO
Urban

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026
Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO
Catatan

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
Bagi Najwa Shihab, gagasan liar anak muda seperti dalam esai para penerima Djarum Beasiswa Plus dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 harus diberi ruang MOJOK.CO

“Gagasan Liar” Anak Muda Harus Diberi Ruang, Terdengar Tak Lazim tapi Penting Dibicarakan

6 Juli 2026
Pertama kali beli mesin cuci di rumah desa, kena julid tetangga MOJOK.CO

Pertama Kali Beli Mesin Cuci di Rumah Desa: Terharu Ringankan Beban Ibu hingga Dianggap Buang Duit oleh Tetangga Julid

10 Juli 2026
kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026
Lulus dari Universitas Mataram lanjut ke University of Queensland Australia. MOJOK.CO

Kisah Awardee LPDP yang Tak Ingkar Janji: Dulu Hanya Bocah Penggembala Kuda, Kini Jadi Asisten Gubernur NTB

6 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.