Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Saat Mahasiswa UGM hingga UIN Menyatu Tinggal Kawasan Padat Kos di Nologaten: Saksi Bisu Kebebasan Mahasiswa hingga Diteror Debt Collector

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
29 Mei 2024
A A
kos di nologaten andalan mahasiswa ugm hingga UIN.MOJOK.CO

Ilustrasi kawasan Nologaten (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ketika kos diteror debt collector

Soal tetangga kos yang kerap bawa perempuan berbeda-beda di kos itu, akhirnya Kabib dapat cerita bahwa itu kenalan yang didapat dari aplikasi kencan. Teman satu malam yang belum tentu jadi hubungan jangka panjang.

Ada beragam jenis penghuni yang menempati kos di Nologaten itu. Mahasiswa UGM, UNY, hingga UIN pun silih berganti selama Kabib enam tahun tinggal di sana.

Namun, ada satu kejadian yang ia ingat betul. Suatu ketika, ada penghuni kos baru yang agak janggal. Lelaki itu jarang bersosialisasi atau sekadar menyapa penghuni lain. Namun, sering membawa beberapa teman dari luar.

“Pernah suatu malam bikin geger. Dia kayak bikin private party di kamar, nyalain musik sampai mau subuh. Kami yang terganggu akhirnya negur. Pas kami samperin kamarnya, mukanya kek udah mabuk banget gitu,” kenangnya.

Hanya sekitar dua bulan setelahnya, penghuni itu pindah dari kos di Nologaten. Namun, menyisakan sesuatu yang mengganggu.

Beberapa saat setelah penghuni itu pindah, kerap tampak lelaki berpenampilan preman yang mengawasai dari seberang gang. Sampai, akhirnya Kabib yang saat itu baru pulang dihampiri oleh lelaki yang ternyata debt collector itu.

“Begitu nyamperin, langsung nunjukin KTP si penghuni lama, lha wajahnya ternyata agak mirip aku di KTP itu. Aku menyangkal kalau bukan aku orang yang mereka cari. Ternyata yang datang itu debt collector dari aplikasi pinjol,” kelakarnya.

Strategisnya kos di Nologaten yang bikin betah

Selama enam tahun, Kabib betah kos di Nologaten. Namun tidak hanya lelaki satu itu yang merasa nyaman di tempat yang konon strategis bagi mahasiswa Jogja. Tasya (23), juga betah menempati sebuah kos di gang kecil sekitar Nologaten sejak awal hingga lulus kuliah di sebuah PTS di Jogja.

Menurutnya, sebagai perantau yang saat kuliah tak bawa motor, kos di Nologaten itu tak perlu khawatir saat ada kebutuhan. Cari makan, banyak tempat yang menyediakan beragam varian. Butuh kebutuhan kuliah, penjuanya pun ada di sekitar.

“Ya sampai kalau pengin ngopi, banyak pilihan yang bisa dijangkau dengan jalan kaki,” ungkapnya.

Terhitung, sudah sejak 2019 ia tinggal di kos tersebut. Bahkan, setelah bekerja pun ia betah tinggal di sana.

Seperti situasi yang Kabib alami, Tasya juga mendapati kos yang cukup bebas untuk ukuran kos perempuan. Pemiliknya tidak tinggal di sana. Tamu lawan jenis bisa masuk asal tidak menginap.

“Ya itu sih karena warga saja, soalnya pernah ada yang digerebek karena nginep,” kelakarnya.

Mahasiswa UGM, UIN, dan berbagai kampus lain menjadikan Nologaten sebagai pilihan untuk menetap. Sebuah padukuhan di Kelurahan Caturtunggal ini menyimpan banyak cerita.

Iklan

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Kos di Samirono, Area Andalan Mahasiswa UNY yang Jadi Saksi Sisi Gelap Jogja: Asmara Pelanggan dan PSK hingga Keras Hidup Pengamen

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 29 Mei 2024 oleh

Tags: Jogjakoskos di nologatenslemanUGMuin
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO
Kabar

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Apa Salahnya ASN Jualan Nasi Kuning? Gaji Tetap, Kebutuhan Terus Bertambah MOJOK.CO

Apa Salahnya ASN Jualan Nasi Kuning? Gaji Tetap, Kebutuhan Terus Bertambah

12 Agustus 2026
El Nino.MOJOK.CO

Ancaman El Nino Kuat Intai Indonesia, Waspada Kekeringan Ekstrem dan Kebakaran Hutan

11 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan MOJOK.CO

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan

10 Agustus 2026
Beban ekspektasi orang desa di Rembang yang merantau kerja di luar negeri: dipandang kalau bisa menggelar dangdutan setiap tahun MOJOK.CO

Beban Pemuda Desa Kerja di Luar Negeri: Demi Dipandang Harus Gelar Dangdutan Tiap Tahun buat Hibur Warga

12 Agustus 2026
Unpad: riset kampus bukan sekadar untuk lulus. MOJOK.CO

Sarjana di Indonesia Banyak tapi Riset Ilmiahnya Nggak Guna, Unpad: Harus Berdampak!

13 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.