Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Merelakan Gaji Besar dari Perusahaan di Dubai daripada Mental Rusak karena Tekanan Hidup dan Pilih Slow Living di Gunungkidul

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
12 Juni 2025
A A
Pilih slow living di Gunungkidul, Jogja usai pindah kerja di sebuah perusahaan yang ada di Dubai. MOJOK.CO

ilustrasi - pemuda asal Gunungkidul, Jogja pindah kerja dari perusahaan yang ada di Dubai. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mental rusak karena jam kerja yang tak jelas

Selain itu, perbedaan waktu antara Dubai dan Gunungkidul juga menjadi tantangan tersendiri bagi Irsyad. Walaupun selisihnya hanya tiga jam, tapi itu cukup memengaruhi rutinitasnya. Jika orang bisa tidur mulai dari jam 21.00 WIB hingga 23.00 WIB, Irsyad harus tidur di atas jam itu. 

Segala kegiatannya pun jadi acakadut, berbeda dengan aktivitas orang selainnya. Dan perlu diingat, pekerjaan itu ia lakoni sembari mengerjakan tugas skripsi. Alhasil, Irsyad jadi sering menunda tugas utamanya sebagai mahasiswa.

Melihat pola aktivitas yang demikian, orang tuanya tak tinggal diam. Mereka tak ingin Irsyad melupakan kewajiban utamanya yakni lulus tepat waktu. Maka dari itu, Irsyad terpaksa melepas pekerjaan tersebut.

“Waktu itu pekerjaan dari perusahaan di Dubai cukup sibuk. Belum lagi ada tekanan keluarga untuk segera menyelesaikan skripsi, sehingga membuat mental saya cukup terganggu dan akhirnya harus merelakan salah satu hal,” tutur Irsyad.

Pengorbanan itu akhirnya tak sia-sia, sebab Irsyad berhasil menyelesaikan skripsinya di ujung tahun 2024. Ia pun baru diwisuda tahun 2025 ini dan sudah bekerja di sebuah perusahaan di Jogja dengan gaji berkisar Rp6 juta sebagai junior UI/UX.

Melepas kerja dari Dubai dan slow living di Jogja

Tak ada penyesalan bagi Irsyad saat melepas pekerjaan remotenya dari Dubai. Justru ia masih bersyukur bisa kerja di Gunungkidul dengan gaji di atas UMK Jogja. Minimal, gaji tersebut bisa ia tabung untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Toh ia mengaku bukan pemuda yang muluk-muluk dengan gaya hidup fancy. Paling-paling, ia hanya mengeluarkan uang untuk menunjang pekerjaanya seperti membeli kuota internet, work from coffeeshop saat sedang bosan, dan subscribe tools.

Sedangkan untuk kebutuhan lainnya maksimal berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta perbulan.

“Nah, kalau untuk jangka panjang dan hidup berkeluarga, sepertinya perlu meningkatkan pendapatan,” kata dia.

Sebagai lompatan kariernya, besar kemungkinan Irsyad tak pindah ke luar kota. Toh, kata dia, gajinya akan sama saja. Lain soal jika ia mendapatkan kesempatan kerja lagi di luar negeri seperti Dubai pada saat itu.

“Jika melihat dari segi efisiensi produktivitas dan ekonominya, justru lebih baik bekerja secara work from home ketimbang merantau ke kota lain. Sedangkan, investasi terbaik menurut saya adalah kerja di luar negeri dan berada di kantor sehingga cukup untuk tabungan pribadi dan keluarga di masa depan,” tutur Irsyad.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Cerita Orang Kudus 20 Tahun Menjadi Sopir di Arab Saudi, Punya Tugas Khusus Cari Jemaah Haji Nyasar atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 12 Juni 2025 oleh

Tags: Dubaigaji kerja di luar negerigaji UI/UXgunungkiduljurusan sistem informasikerja di Dubaislow livingUMK Jogja
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Pemuda Kediri Nekat kerja di luar negeri (Selandia Baru) sebagai Tukang Cukur. MOJOK.CO
Urban

Pemuda Kediri Nekat ke Selandia Baru sebagai Tukang Cukur usai Putus Cinta dan Ditolak Ratusan Lamaran Kerja

10 Maret 2026
lulusan s2 pilih slow living untuk wujudkan ketahanan pangan. MOJOK.CO
Sosok

Lulusan S2 IT, Rela Tinggalkan Gaji 2 Digit demi Jadi Peternak di Bogor untuk Wujudkan Ketahanan Pangan

3 Maret 2026
kerja di jepang, merantau.MOJOK.CO
Sehari-hari

Ironi Kerja di Jepang: Banting Tulang Hingga 5 Kali Lebaran Tak Pulang, tapi Setelah Sukses Hasilnya Tak Bisa Dinikmati

23 Februari 2026
slow living, jawa tengah.MOJOK.CO
Sehari-hari

Omong Kosong Slow Living di Jawa Tengah: Gaji Kecil, Tanggungan Besar, Ditambah Tuntutan “Rukun” yang Bikin Boros

11 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.