Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kerasnya Hidup Perantau di Wonocolo Surabaya, Banyak yang Sulit Makan di Kos Kumuh Tengah Gang Sempit

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
26 Juni 2024
A A
perantau di wonocolo surabaya.MOJOK.CO

Ilustrasi perantau (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Solidaritas mereka yang kekurangan demi bertahan hidup di Wonocolo Surabaya

Selama tinggal di kos murah itu, Reza jadi saksi betapa banyak perantau yang nasibnya sama, bahkan lebih sulit ketimbang dirinya. Kos itu hanya ada tiga kamar sehingga ia bisa tahu banyak kisah rekan seatapnya.

Demi berhemat, Reza hampir selalu menanak nasi setiap pagi. Berasnya pun tidak ia beli, melainkan membawa dari kampung halaman setiap pulang. Atau setidaknya dapat kiriman dari rumah.

Tetangga kosnya pun banyak yang bertahan hidup dengan cara serupa. Makan di warteg atau warung kaki lima saja terkadang berat bagi mereka. Paling-paling ke warung hanya untuk beli lauk.

Terkadang Reza sampai heran, ia yang sudah sangat terbatas keuangannya pun kadang perlu membantu temannya. Terkadang ada tetangga kamar, sekaligus teman kuliahnya yang uangnya habis tak tersisa.

“Kalau lagi agak longgar aku berani beri pinjaman sampai Rp100 ribu. Tapi kalau aku juga susah, pokoknya aku tawarkan makan bareng. Pakai berasku, lauknya dipikir bareng,” kenangnya.

Hal itulah yang memantik solidaritas antar sesama perantau di Wonocolo Surabaya ini. Saat kondisi keuangan Reza gantian sedang cekak, teman-temannya pun inisiatif membantu urusan makanan.

“Rata-rata temanku di kos itu bisa sampai lulus. Nyaman nggak nyaman karena murah ya tetap bertahan,” ungkapnya.

Kehidupan pekerja yang tak kalah keras

Setelah sekitar tiga tahun bertahan di kos itu Reza sempat beberapa kali pindah. Di akhir masa kuliah ia memang sudah mendapat pekerjaan yang membuatnya bisa bayar sewa kos lebih layak.

Tahun terakhir hidup di Wonocolo Surabaya, Reza tinggal di kos seharga Rp350 ribu per bulan. Kali ini kosnya lebih besar dan kebanyakan dihuni pekerja.

“Kos terakhirku di Wonocolo Surabaya itu kebanyakan pekerja. Ada yang jadi guru, driver ojol, pegawai koperasi, macam-macam. Rata-rata sarjana, tapi kerjanya seadanya,” jelasnya.

Meski kos itu dihuni pekerja, ternyata Reza mendapati situasi yang tak kalah berat dari kos awalnya dulu. Di sana pekerja hidup serba terbatas.

“Ya bahkan pekerja itu ada yang sampai kehabisan uang. Pinjam ke aku buat bertahan hidup,” kata dia.

Kos yang berada di dekat sungai yang airnya coklat kehitaman itu jadi tempat ia menyaksikan kerasnya hidup Surabaya. Tempat yang telah menemaninya hidup selama hampir tujuh tahun.

Penulis: Hammam Izzuddin

Iklan

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Bertahun-tahun Tinggal di Surabaya tapi Saya Ogah Naik Suroboyo Bus Karena Ribet dan Nggak Nyaman Blas

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 27 Juni 2024 oleh

Tags: Surabayauin sunan ampelwonocolowonocolo surabaya
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO
Sekolahan

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO
Urban

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya.MOJOK.CO
Kabar

Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

30 April 2026
Tabiat penumpang KA Sri Tanjung yang bikin jengkel KA Sancaka. MOJOK.CO
Catatan

User Kereta Eksekutif Jengkel dengan Tingkah Random User Kereta Ekonomi, Turun di Stasiun Langsung Dibikin “Prengat-prengut”

14 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kita Sibuk Menertawakan Baby Boomer yang Tertipu AI, Padahal Gen Alpha Punya Masalah yang Lebih Berbahaya MOJOK.CO

Kita Sibuk Menertawakan Baby Boomer yang Tertipu AI, Padahal Gen Alpha Punya Masalah yang Lebih Berbahaya

12 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon.MOJOK.CO

Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon

15 Juni 2026
Edi Dimyati, alumnus Unpad yang mendirikan perpustakaan di Jakarta Timur. MOJOK.CO

Sering Dikira Montir sampai Petugas Pertamina, Lulusan Unpad Ini Sebetulnya Punya Perpustakaan Gratis di Pinggiran Sungai Jakarta Timur

10 Juni 2026
Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026
kambing yang tergencet dan gagal dalam upaya perlindungan hewan. MOJOK.CO

Ekspor Hewan Ternak Jarak Jauh Sama dengan Menyiksa Hewan Secara Perlahan hingga Mati

15 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.