Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Jatinangor Town Square Isinya Mahasiswa UNPAD Tak Berduit, Mal Andalan Buat Nggembel Tapi Tetap Kelihatan Elite

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
22 Maret 2024
A A
Jatinangor Town Square, Jatos, Mahasiswa Unpad.MOJOK.CO

Ilustrasi JSkripsi Mahasiswa Miskin UNPAD Rampung Berkat Jatinangor Town Square, Masa Depan Terselamatkan Oleh WiFi Gratisnya (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejak lama, Kabupaten Sumedang memang kalah pamor ketimbang kota-kota lain di Jawa Barat. Keunggulan kota berjuluk “Buludru” ini kerap tertutupi dengan pembahasan tanpa ujung soal kota tetangga mereka, Bandung. Banyak orang mungkin juga mengenal kota ini berkat Tahu Sumedang saja. Padahal, mereka punya Jatinangor Town Square, satu-satunya mal yang bikin mahasiswa di sana tidak mati karena bosan.

Sejak lebih dari 15 tahun silam, Jatinangor Town Square alias Jatos hadir di tengah masyarakat Sumedang, khususnya di wilayah Jatinangor. Ia tak hanya menjadi satu-satunya mal yang berada di kawasan pendidikan ini. Jatos sekaligus menjadi lambang kemajuan dari Sumedang, yang selama ini menjadi kota yang jarang mendapat sorotan.

Jatinangor Town Square pertama kali beroperasi pada 2006. Berdiri di lahan seluas 30 ribu meter persegi, lokasi Jatos sangat strategis. Ia berada di Jalan Raya Jatinangor No. 150 Sumedang, Jawa Barat, dan dikelilingi empat kampus besar di Jawa Barat. Antara lain Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan Institut Koperasi Indonesia (Ikopin).

Berkat kepungan empat kampus besar itu, kebanyakan pengunjung Jatos adalah kalangan mahasiswa. Andini Aulia (27), salah satu alumni Unpad, bercerita kalau Jatos sudah ibarat rumah ketiganya di perantauan, setelah kamar kos dan sekretariat ormawa. Mahasiswa asal Purwokerto ini mengaku, kalau dipikir-pikir, sepanjang kuliah di Jatinagor waktu dia lebih banyak habis di Jatos ketimbang kampus.

“Ya gimana lagi, belum ada hal yang belum pernah aku lakuin di Jatos. Yang belum, mungkin cuma ketemu jodoh aja sih,” guraunya saat Mojok hubungi Kamis (21/3/2024) malam.

Andalan nggembel di tanggal tua karena WiFi gratis

Selama kuliah di Unpad Jatinangor pada 2015-2019 lalu, Jatos menjadi andalan Andini buat melepas penat setelah seharian kuliah. Sebagai mahasiswa beasiswa Bidikmisi yang duitnya pas-pasan, jangan harap melepas penat yang dimaksud adalah dengan shopping, nonton, atau nongkrong di kafe mahal.

Namun, ada dua alasan mengapa Andini rutin datang ke tempat ini. Pertama, jarak antara kosnya dengan Jatos sangatlah dekat. Saat itu, Andini ngekos di daerah Cikeruh, cukup lima menit jalan kaki buat sampai di mal. Sementara alasan kedua, karena ada WiFi gratis di sana. Kalau lagi pengen healing, Andini biasanya streaming atau download film bajakan menggunakan WiFi tersebut.

“Jadi dulu di Jatos ada kedai donat gitu. Aku sekali aja sih nongkrong di sana, tapi password WiFi enggak pernah ganti. Jadi tiap ke mal lesehan aja deket kedainya sambil WiFian gratis,” kenangnya.

Jatinangor Town Square, Lambang Kemajuan Sumedang yang Jadi Andalan Mahasiswa Bidikmisi Buat Nggembel tapi Tetap Keren.mojok.co
Gambaran Jatos di malam hari (Wikimedia Commons)

 

Andini mengaku tak merasa malu dengan aksinya itu. Sebab, nyatanya Jatinangor Town Square memang jadi tempat kongkow kaum-kaum prasejahtera seperti dirinya. Di masa-masa dia kuliah, tak sulit buat menemui mahasiswa yang datang ke mal hanya dengan sarungan, sandalan, ataupun modal nyawa sambil menjinjing tas laptop.

“Tujuannya sama, apalagi kalau bukan buat ngadem atau sambil nugas pake gratisan WiFi.”

Sampai-sampai, Andini dan beberapa temannya ada bercandaan. Nongkrong di Jatos–meski kenyataannya cuma nggembel, kata Andin, bikin “derajat” mereka sedikit terangkat. Sebab, kalaupun lagi enggak punya uang, minimal tongkrongan mereka adalah mal.

“Orang-orang yang salah kira pasti pada mikir, ‘wih, keren tiap hari nge-mall’, padahal mah aslinya nggembel aja nyari yang adem-adem.”

Tempat terbaik foya-foya saat Bidikmisi cair

Akan tetapi, memang ada kalanya Andini ingin merasakan nge-mall yang sesungguhnya di Jatos. Maksudnya, beneran datang ke mall buat foya-foya, seperti makan, nonton, dan shopping. Masalahnya, momen tersebut memang jarang ia dapat. Makanya, sekalinya ada duit, Andini dan teman-teman tak pernah menyianyiakannya.

Iklan

“Ada momen kita bener-bener nge-mall buat foya-foya. Pas Bidimisi cair,” kata dia.

Bagi Andini, adalah manusiawi jika seorang mahasiswa yang tiba-tiba pegang uang banyak, kemudian merasa ingin foya-foya. Toh, kesenangan itu tak bisa ia rasakan tiap hari. 

Anggaplah bidikmisi hanya cair sekali tiap semester. Artinya, hanya dua kali dalam setahun Andini dan teman-temannya bisa berfoya-foya di Jatos. Pas hari-hari biasa, dia bakal kembali ke rutinitasnya  sebagai mahasiswa kere: duduk di lesehan kedai donat sambil download film bajakan pakai WiFi gratis.

Lucunya lagi, Jatos memang biasanya ramai di masa-masa uang Bidikmisi mahasiswa cair. Entah itu hanya perasaannya saja atau memang benar, yang jelas di saat-saat pencairan duit beasiswa, tiba-tiba Jatos lebih ramai dari biasanya.

“Itu feeling aku aja sih, mungkin anak-anak bidikmisi yang mau ngerasin foya-foya lari ke Jatos. Lagian mau kemana lagi, orang opsinya ya cuma kesini kok.”

Baca halaman selanjutnya…

Sebenarnya kalah jauh ketimbang mal di Jogja, tapi mahasiswa Unpad tetap ke Jatos karena beberapa alasan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 25 Juni 2024 oleh

Tags: jatinangor town squarejatosjatos sumedangpilihan redaksiSumedang
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO
Urban

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
self reward.mojok.co
Ragam

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co
Ragam

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
blok m jakarta selatan.mojok.co
Urban

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

5 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dat, pemuda dengan 3 gelar universitas putuskan tinggalkan kota demi bangun bisnis budidaya jamur di perdesaan MOJOK.CO

Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan

4 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

5 Penginapan di Lasem: Dari Megahnya Bangunan Tionghoa hingga Sunyinya Pengunjung

3 Februari 2026
karet tengsin, jakarta. MOJOK.CO

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.