Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Ironi Gedangan Sidoarjo: Jalan yang Tak Ramah bagi Perempuan karena Perilaku “Bejat” Warganya

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
21 Juli 2025
A A
Ironi Gedangan Sidoarjo yang bikin orang Surabaya resah. MOJOK.CO

ilustrasi - pengemudi sepeda motor di Gedangan, Sidoarjo kena catcalling. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Gedangan tak ramah untuk pengemudi perempuan

Perempatan Gedangan memang menjadi momok bagi perempuan. Tak hanya mereka yang bekerja dari Surabaya ke Sidoarjo, tapi warga asli Sidoarjo yang kerap menggunakan jalan utama tersebut. 

Habibah (23) salah satunya. Sudah 10 tahun ini Habibah tinggal di Sidoarjo tapi masih tak terbiasa melewati perempatan Gedangan. Jalanan itu terasa mengerikan baginya, sebab banyak dilalui oleh truk-truk besar. 

“Setiap lewat situ pasti menakutkan karena banyak kendaraan besar seperti truk tronton sampai truk gandeng. Rasanya kayak lagi di uji mental,” ucap Habibah.

Kalau sudah begitu, Habibah sudah tidak berani menyalip. Ia lebih baik melaju pelan-pelan di antara truk-truk di samping kanan, kiri, sampai belakang motornya. Salah-salah, ia bisa kena marah pengendara lain yang saling serobot dan tak mau mengalah.

“Bahkan aku pernah kena marah sama pengendara lain, karena lupa matiin lampu sen walaupun niatnya mau mengingatkan tapi nadanya sudah bete,” ujar Habibah.

Alhasil, Habibah harus sabar menunggu lampu merah yang terasa menyiksa di bawah terik panas matahari. Habibah juga tak bisa menghindar, sebab perempatan Gedangan sudah menjadi jalan utama dari arah kampusnya menuju tempat kerja.

Perilaku “bejat” kedua dari para pejabat

Habibah berharap ada petugas lalu lintas yang selalu siap mengatur jalan perempatan Gedangan. Sebab, sejauh ini ia jarang melihat pemandangan tersebut. Bahkan sekelas polisi cepek yang biasa mengatur jalan. 

“Jadinya orang-orang ya karepe dewe (semaunya sendiri),” kata Habibah.

Masalah kemacetan di Gedangan sebenarnya sudah lama terjadi. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pernah merencanakan pembangunan flyover guna mengatasi masalah tersebut. Namun, sejak masalah itu dibahas sejak tahun 2020, pemerintah tak kunjung merealisasikannya. Kini, Sidoarjo malah terstigma sebagai kabupaten paling korup di Jawa Timur.

Bagaimana tidak. Daerah berjuluk Kota Delta itu mencatatkan hattrick kasus korupsi yang menjerat bupatinya. Kasus pertama menjerat Win Hendarso, Bupati Sidoarjo yang menjabat selama 10 tahun alias dua periode (2000-2010). 

Kasus kedua menjerat Siful Ilah alias Gus Ipul yang juga menjabat selama dua periode sejak 2010. Ketiga, terjadi di tahun 2024 lalu. Muhdlor Ali alias Gus Muhdlor ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi pemotongan dana insentif pajak Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo.

Rasanya, sudah tidak ada lagi semangat bagi Rochima dan Habibah untuk menanti pembangunan flyover di perempatan Gedangan.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

Iklan

BACA JUGA: Ironi Jalan Persatuan UGM: Berada di Area Kampus, tapi Bikin Resah Mahasiswa dan Tak Ramah Perempuan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2025 oleh

Tags: catcallingGedanganmacet parahperempatan gedanganSidoarjoSurabaya
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO
Catatan

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
Kerja Susah di Jogja, Diledek Orang Surabaya Gak Bakal Sukses. MOJOK.CO
Urban

Nekat Tinggalkan Surabaya untuk Meniti Karier di Jogja, Menyesal Tak Dengarkan Nasihat Orang Tua yang Terlanjur Kecewa

31 Maret 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO
Edumojok

Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi

30 Maret 2026
Cat therapy di Jalan Tunjungan Surabaya yang merawat 12 kucing. MOJOK.CO
Sosok

Kisah Pemilik “Cat Therapy” di Jalan Tunjungan, Rela Tinggalkan Rumah agar Bisa Merawat 12 Kucing dan Bikin Keluarga Kecil yang Bahagia

26 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026
Diledek ibu karena merantau dari Jakarta ke Jogja. MOJOK.CO

Pekerja Jogja Pulang ke Jakarta setelah Sekian Lama, malah Diledek Ibu Saat Kumpul Keluarga karena Tak Bisa Sukses seperti Saudara Lainnya

29 Maret 2026
Kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) diajar dosen absurd. Mata kuliah (matkul) apa yang diajar apa. Fokus mengharamkan dan mengkafirkan pihak lain MOJOK.CO

Diajar Dosen “Absurd” saat Kuliah UIN: Isi Matkul Paksa Sesatkan dan Mengafirkan, Ujian Akhirnya Praktik Wudu yang Berakhir Nilai C

29 Maret 2026
Gagal kuliah di PTN karena tidak lolos SNBP, padahal masih ada jalur SNBT dan UM UGM

Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan

1 April 2026
Stres menyeimbangkan pekerjaan sampingan dan pekerjaan kantoran karena side hustle

“Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja

1 April 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.