Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Tinggalkan Skripsi demi Jadi Penjaga Warung Madura, Cuannya bikin Gelar Sarjana Terasa Tak Guna

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
5 Juni 2025
A A
Tinggalkan kuliah meski tinggal skripsi demi jadi penjaga Warung Madura di Surabaya MOJOK.CO

Ilustrasi - Tinggalkan kuliah meski tinggal skripsi demi jadi penjaga Warung Madura di Surabaya. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setelah mengetahui pendapatan dari menjaga Warung Madura, kuliah yang tinggal skripsi langsung ditinggalkan. Apalagi seiring tahu bahwa banyak sarjana yang susah cari kerja. Sehingga rasa-rasanya skripsi dan lulus kuliah jadi tak penting-penting amat.

Begitulah yang ada di benak Faruq (25), mahasiswa yang memilih tinggalkan skripsi karena menikmati menjadi penjaga Warung Madura.

Pesan antar makanan, capek doang hasil tak seberapa

Merantau ke Surabaya pada 2018, sejak mahasiswa baru Faruq langsung menjalani kehidupan sebagai mahasiswa sekaligus pekerja (kuliah sambil kerja).

Maklum saja. Orangtua Faruq di Madura hanya bisa membiayi uang UKT yang dibayar persemester. Sementara untuk kebutuhan sehari-hari Faruq harus mengupayakannya sendiri.

“Aku milihnya jasa pesan antar makanan di aplikasi oranye. Yang penting sehari ada uang masuk buat makan, rokok, dan sesekali ngopi. Kalau ada sisa dikumpulkan buat bayar kos,” ungkap Faruq, Senin (2/6/2025).

Setelah akhirnya menjadi penjaga Warung Madura, Faruq merasa bahwa nyambi kerja di jasa pesan antar makanan hanya dapat capek doang, tapi hasilnya tak seberapa.

Biasanya Faruq akan mengambil di jam pagi, sore, hingga larut malam. Pulang ke kos menjelang subuh, sekujur tubuhnya terasa remuk. Lalu jam delapan pagi dia harus bangun untuk kuliah, meski dengan terkantuk-kantuk.

“Kalau kebablasan (tidak bangun di jam delapan), ya sudah nggak kuliah sekalian,” sambungnya.

Tak sanggup skripsi karena tenaga sudah habis

Faruq mulai mengajukan judul skripsi pada semester 7. Lalu melangsungkan seminar proposal (sempro) pada semester 8 setelah melalui banyak penolakan dan revisi. Itupun harus dia kerjakan dengan susah payah karena harus membagi-bagi waktu dan tenaga.

“Kalau ada waktu luang, rasanya pengin dipakai buat istirahat. Capek,” ungkap Faruq.

“Tapi kadang ya karena males. Seperti sudah ogah buat mikir berat,” imbuhnya.

Hingga akhirnya, di semester 8 itu dia mendapat kabar kalau saudaranya baru saja membuka Warung Madura di salah satu sudut Surabaya Timur. Faruq ditawari untuk bantu-bantu jaga, khususnya di jam-jam malam.

Tanpa pikir panjang, Faruq pun menerima tawaran itu. Apalagi dia dijanjikan bisa tinggal di ruko yang disulap jadi Warung Madura itu. Lumayan, Faruq tak perlu keluar uang untuk bayar sewa kos lagi.

Baca halaman selanjutnya…

Iklan

Lupakan skripsi untuk jadi penjaga Warung Madura

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 5 Juni 2025 oleh

Tags: gaji karyawan warung maduragaji penjaga warung maduraMadurapendapatan warung madurapilihan redaksiSurabayawarung madurawarung madura surabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO
Lipsus

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
merantau, karet tengsin, jakarta. apartemen, kpr MOJOK.CO
Urban

Kebahagiaan Semu Gaji 5 Juta di Jakarta: Dianggap “Sultan” di Desa, Padahal Kelaparan dan Menderita di Kota

15 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Ilustrasi mudik lebaran, perumahan.MOJOK.co

Enaknya Lebaran di Perumahan Kota yang Tak Dirasakan Pemudik di Desa, Dianggap Kesepian padahal Lebih Tenang

11 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Mahasiswa Pariwisata UGM Jogja belajar dari kepala suku di Raja Ampat, lebih dari ilmu kuliah

Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata

13 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.