Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

‘Anak Dikasih Makan Siang Gratis, tapi Ortu Menangis’ – Curhatan Para Pekerja yang Kena PHK Akibat Efisiensi Anggaran Prabowo

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
12 Februari 2025
A A
‘Anak Dikasih Makan Siang Gratis, tapi Ortu Menangis’ - Curhatan Para Pekerja yang Kena PHK Akibat Efisiensi Anggaran Prabowo.MOJOK.CO

Ilustrasi - ‘Anak Dikasih Makan Siang Gratis, tapi Ortu Menangis’ - Curhatan Para Pekerja yang Kena PHK Akibat Efisiensi Anggaran Prabowo (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kebijakan efisiensi anggaran ala Presiden Prabowo Subianto–untuk memuluskan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), memakan banyak korban. Akibat instansi pemerintahan berbondong memangkas alokasi belanja, puluhan ribu pekerja terpaksa menjadi pengangguran karena kena PHK.

Sejak awal (3/2/2025), Adi sudah merasa cemas. Memang, kantornya hanya berjarak 500 meter dari Istana Merdeka, Jakarta. Namun, itu bukan jaminan bahwa tempatnya mencari nafkah itu bakal lolos dari lubang jarum bernama efisiensi anggaran.

Iklan

Menurut Adi, sejak akhir Januari petinggi sudah berdiskusi dengan para pegawai menyoal kebijakan tersebut. Termasuk langkah-langkah strategis yang bakal diambil–dan pertimbangan baik-buruknya.

“Awal Februari, waktu isu efisiensi masih anget, fasilitas kantor yang biasa teman-teman reporter dapat dari kantor kayak mobil jemputan udah nggak ada. Mulai cemas lah kami,” kata lelaki yang meminta nama lengkapnya tidak disebutkan itu, kepada Mojok, Rabu (12/2/2025) pagi.

Mobil jemputan, bagi sebagian orang, memang dianggap sepele. Tetapi bagi pekerja kontrak dan honorer (ia menyebutnya: kontributor) sepertinya dan kawan-kawan lain, itu sangat berharga mengingat upahnya yang tak seberapa.

“Kami rata-rata digaji 2,5 juta, ada yang lebih rendah, dan yang tertinggi 3 jutaan,” jelasnya. Sebagai informasi, per 2025 UMR Jakarta telah menembus angka Rp5,3 juta.

Di-PHK bersama puluhan pekerja lainnya

Awalnya, Adi masih berpikir positif. Dalam kepalanya, efisiensi anggaran ini “cuma” bakal berdampak pada fasilitas kantor, seperti pemeliharaan aset atau pengadaan barang yang dibatasi.

Namun, di pertengahan pekan, beberapa satpam, office boy (OB), hingga driver, harus diberhentikan. Usut punya usut, mereka kena PHK karena statusnya sebagai pekerja kontrak dan honorer.

Melihat situasi itu, Adi makin tak nyaman. Firasatnya buruk. Bayang-bayang akan PHK pun semakin nyata yang membuat tidurnya tak nyenyak dan makannya tak enak.

Dan, yang ia takutnya kejadian, pada pekan kedua bulan Februari 2025, puluhan pekerja kreatif di kantornya–termasuk reporter, penyiar, hingga music director–diberhentikan.

“Malam harinya, atasan mengumumkan nama-nama yang bakal kena PHK. Besoknya kami dikumpulkan di sebuah ruangan setelah masing-masing menerima surat resmi pemutusan hubungan kerja,” ungkapnya.

“Tangis pecah. Kami yang sudah berkolega tahunan harus berpisah. Ya, tapi mau bagaimana lagi.”

Baca halaman selanjutnya…

Anak dikasih makan siang gratis, tapi orang tua menangis karena jadi pengangguran.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 13 Februari 2025 oleh

Tags: efisiensi anggaranefisiensi anggaran prabowoPHKPrabowo Subiantorri
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Mayday 2026: Buruh tuntut 8 poin. MOJOK.CO
Kabar

8 Tuntutan “Jujur” Buruh di Mayday 2026: Ciptakan Lapangan Kerja, Kendalikan Dampak AI, hingga Lindungi Pekerja Platform Digital

2 Mei 2026
nelangsa korban PHK Michelin dan Blibli. MOJOK.CO
Ragam

Ekonomi Masyarakat Belum Pulih Sejak Pandemi Covid, Kini Makin Menderita karena PHK di “Negeri Konoha”

5 November 2025
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional Prambanan.MOJOK.CO

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan

22 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.