Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Mereka yang Disuruh Putus Orang Tua Pacar karena Bukan Mahasiswa: Sakit, tapi Tak Perlu Repot-repot Kasih Pembuktian  

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
8 Februari 2024
A A
Mereka yang Disuruh Putus Orang Tua Pacar karena Bukan Mahasiswa: Sakit, tapi Tak Perlu Repot-repot Kasih Pembuktian MOJOK.CO lebaran

Ilustrasi - Cerita orang-orang yang disuruh putus orang tua pacar karena bukan mahasiswa. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beberapa orang merasakan sakitnya disuruh putus orang tua pacar hanya karena bukan seorang mahasiswa. Namun, mereka memilih tidak melakukan pembuktian apapun untuk membuat si orang tua pacar menyesal telah meremehkannya.

Sebenarnya, kisah semacam ini sudah cukup jamak terdengar. Misalnya yang paling santer adalah tentang seseorang yang tak diterima calon mertua hanya karena bukan PNS.

Misalnya lagi tak dapat restu hanya karena bukan polisi atau profesi-profesi plat merah lain.

Bahkan, ada pula yang saat masih di tahap pacaran harus putus karena orang tua pacar mempersoalkan perbedaan status pendidikan.

Langsung jadi mahasiswa yang lulus cumlaude untuk pembuktian diri

Pada September 2023 lalu, sempat viral di TikTok kisah Dewi Fitri Titasari yang melakukan balas dendam berkelas usai direndahkan oleh orang tua sang pacar, seperti dilansir dari Tribun Jatim.

Melalui akun TikTok @deftata, Dewei membeberkan bahwa orang tua sang pacar tak menerimanya karena perbedaan status pendidikan.

Dewi hanya pegawai mini market biasa. Sementara sang pacar adalah mahasiswa di perguruan tinggi swasta (PTS).

“Anak saya kuliah di PTS, mana pantes sama kamu. Kamu cuma karyawan toko. Kalian gak setara,” kira-kira begitulah ucapan orang tua si pacar yang Dewi bagikan di media sosial.

Hal menyakitkan itu terjadi pada 2019 silam. Namun, beberapa tahun berselang, tepatnya pada September 2023, Dewi membagikan momen saat ia wisuda dan menyandang predikat cumlaude dari Sastra Indonesia Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah.

Pacar menerima apa adanya, tapi orang tua punya standar tinggi

Sayangnya, tak semua orang yang mengalami hal menyakitkan tersebut memiliki pola pikir seperti Dewi, melakukan pembuktian diri.

Karena ada juga orang-orang seperti Ainul (25), yang hidupnya sempat berantakan usai orang tua sang pacar menganggapnya sebagai lelaki bermasa depan suram hanya karena ia bukan mahasiswa.

Mereka yang Disuruh Putus Orang Tua Pacar karena Bukan Mahasiswa: Sakit, tapi Tak Perlu Repot-repot Kasih Pembuktian MOJOK.CO
Ilustrasi – Cerita orang-orang yang disuruh putus orang tua pacar karena bukan mahasiswa. (Andrik Langfield/Unsplash)

Ainul bercerita, hubungannya dengan sang pacar sudah terjalin sejak kelas satu SMA. Kebetulan keduanya berasal dari almamater dan jurusan yang sama.

Baik Ainul dan kekasihnya itu pun bahkan bertekad untuk menjaga hubungan hingga ke pelaminan.

“Semua berubah sejak dia kuliah dan aku jadi sopir (di sebuah pabrik di Blora),” kenang pemuda asal Blora, Jawa Tengah itu.

Iklan

Sebenarnya pacar Ainul tak mempermasalahkan hal tersebut. Sebab, bagi pacar Ainul, mahasiswa atau tidak, punya pekerjaan mentereng atau tidak, yang penting kelak bertanggung jawab atas keluarganya.

“Dia kuliah 2017. Terus di tengah-tengah masa kuliahnya, mungkin 2019, dia coba ngomong ke orang tuanya soal hubungan kami,” tutur Ainul.

“Hasilnya, bapaknya langsung nge-chat aku, bilang aku nggak pantas. Beda level. Masa depan suram,” lanjutnya. Hubungan Ainul dan pacarnya pun kandas sejak itu juga.

Tak dapat restu karena bukan mahasiswa, pilih sadar diri

Ainul sempat ingin membuktikan diri bahwa meskipun tak kuliah, tapi masa depannya tak akan sesuram yang orang tua si pacar katakan.

Ia sempat mencoba mengumpulkan uang hasil bekerja sebagai sopir di pabrik untuk membangun bengkel modif motor, seperti hobinya.

“Tapi kalau melihat diriku sendiri, buat nyukupi diri sendiri aja ngoyonya minta ampun. Ya sudah aku berhenti. Buat apa pembuktian-pembuktian segala,” ujar Ainul yang ternyata masih jomblo hingga saat ini.

Bukannya tak mau berusaha, tapi Ainul mencoba memahami batas-batasnya sendiri.

“Kalau memang standar orang tuanya bukan aku, ya sudah mau apa lagi?,” tuturnya.

Jadi pengikut Gus Iqdam

Pada Juni 2023 lalu, Mojok sebenarnya sudah pernah mewawancarai Ainul, sebagai salah satu orang yang mengaku menemukan obat hati dari pengajian-pengajian Gus Iqdam.

Saat itu Ainul hanya bercerita sekilas tentang kenapa orang tua pacarnya tak memberikan restu.

Sebelum memilih sadar diri, Ainul mengaku sempat kecewa berat dengan Tuhan karena manakdirnkannya miskin. Situasi yang membuatnya kesulitan untuk mendapatkan restu dari orang tua pacar.

Alhasil, ia pun sempat benar-benar menjauhi hal-hal yang berhubungan dengan keagamaan, menolak menjalankan perintah-perintah Tuhan.

Akan tetapi, pengajian-pengajian Gus Iqdam membuatnya jauh lebih tenang dan cenderung pasrah pada Tuhan.

“Guyonan Gus Iqdam, nggak keren ah, masak hidup jadi kocar-kacir gara-gara asmara-asmaraan,” ujar Ainul.

“Keren itu kalau putus, langsung madhep (menghadap) Gusti Allah, rajin ibadah, sudah, langsung cerah hidup kita,” lanjutnya.

Alhasil, alih-alih memilih ngoyo-ngoyo membuktikan diri, ia kini mencoba menata ibadahnya kepada Tuhan,

Ia yakin, meski bukan sarjana, meski bukan dari orang kaya, tapi selama dekat dengan Tuhan, maka hidupnya akan selalu berlimpah kecukupan.

Baca halaman selanjutnya…

Tak mau pamer pencapaian

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 9 Februari 2024 oleh

Tags: gus iqdamMahasiswapilihan redaksisarjana
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Purwokerto .MOJOK.CO
Urban

Purwokerto Tempat Pensiun Terbaik, tapi Bukan untuk Semua Orang: Kamu Butuh 4 Skill Ini Buat “Survive”

18 April 2026
Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android
Catatan

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026
Derita orang Jember kerja di Jakarta: teralienasi karena dianggap tertinggal MOJOK.CO
Urban

Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan

16 April 2026
Ribetnya punya mobil di desa. Bisa menjadi musuh masyarakat perkara parkir. Rawan jadi korban iseng bocil-bocil nakal MOJOK.CO
Catatan

Repotnya Punya Mobil di Desa: Bisa Jadi “Musuh Masyarakat” Perkara Parkir dan Garasi, Masih Rawan Jadi Korban Kenakalan Bocil-bocil

15 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lolos seleksi CPNS dalam sekali coba tanpa bimbel. Setelah jadi PNS ASN malah tersandera stigma MOJOK.CO

Lolos Seleksi CPNS dalam Sekali Coba, Aman Finansial tapi Hidup “Tersandera” karena Leha-leha Dapat Gaji Buta

13 April 2026
Penyesalan pasang WiFi di rumah MOJOK.CO

Penyesalan Pasang WiFi di Rumah: Lepas Kendali “Merusak” Hidup dan Mental karena Terkungkung Layar HP

17 April 2026
Gaji Jakarta 12 Juta Bikin Gila, 3 Juta di Magelang Hidup Waras MOJOK.CO

Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

16 April 2026
Bekerja di Jakarta vs Jogja

Meninggalkan Jogja demi Mengejar Financial Freedom di Jakarta, Berhasil Dapatkan Gaji Besar meski Harus Mengorbankan Kesehatan Mental

13 April 2026
Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan MOJOK.CO

Jangan Mau Jadi Trophy Wife, Itu Cara Halus Menjinakkan Perempuan 

13 April 2026
Grup WhatsApp (WA) laki-laki di FH UI cerminkan tongkrongan toxic

Topik Grup WA Laki-laki “Sampah”, Isinya Info Link Menjijikan dan Validasi Si Paling Jantan

15 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.