Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Nestapa Perantau di Jogja Rela Bertahan dengan Kos Nyaris Ambruk karena Bapak Kosnya Baik

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
15 Februari 2024
A A
kos memprihatinkan di jogja.MOJOK.co

Ilustrasi kos (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di Jogja, ada pekerja dan mahasiswa yang memilih tinggal di kos ala kadarnya. Bahkan, dengan bangunan tergolong memprihatinkan yang plafonnya nyaris ambruk pun masih memilih bertahan karena sejumlah alasan.

***

Bisnis kos di Jogja memang begitu menggiurkan. Namun, tidak semua pemiliknya betul-betul merawat bangunan yang jadi investasi untuk disewakan. Barangkali, meski bangunannya sederhana, tingkat permintaan yang tinggi membuatnya tak pernah kehilangan penghuni.

Sebagian penghuni juga bukan tipikal orang yang mudah untuk berpindah tempat tinggal. Bagi mereka, pindah kos cukup menguras energi dan tidak mudah mencari kos yang cocok secara harga dan fasilitas.

Salah satunya adalah Tasya (23), seorang pekerja di Jogja yang tak pernah pindah dari kamar sewaan yang ia tempati sejak masa kuliah pada 2019 silam. Saat itu, ia mengaku menentukan kos bukan karena pilihannya sendiri.

“Dulu pilih kos karena ngikut saudara, dia sudah lebih dulu tinggal di Jogja jadi ya aku ikut saja,” ujarnya kepada Mojok Kamis (14/2/2024).

Tempat yang Tasya tinggali terletak di Caturtunggal, Sleman. Kawasan itu memang penuh kos dan penginapan. Pasalnya, di sekitarnya berdiri sejumlah kampus-kampus kecil hingga besar di Jogja.

Tasya mengajak saya untuk mengunjungi tempat tinggalnya yang cukup tersembunyi di dalam permukiman padat. Dari jalan utama, masuk ke dalam gang yang masih muat untuk satu mobil, lalu masuk lebih dalam ke gang kecil yang hanya bisa dilalui satu motor.

“Harga sewa kos per bulan sebenarnya nggak terlalu murah. Rp500 ribu per bulan, belum termasuk WiFi. Harga segitu mungkin karena lokasinya strategis meski masuk ke dalam gang,” terangnya.

Setia bertahan di kos dengan plafon nyaris ambruk

Saat sampai ke depan bangunan, tampak area parkir di pojok rumah yang lumayan sempit. Hanya muat sekitar enam motor, sesuai dengan kapasitas kamar di kos tersebut.

Hal yang agak mengejutkan terlihat saat saya masuk ke bagian tengah ruangan. Tampak ada tiang bambu menyangga kayu penyambung plafon yang nyaris ambruk. Di sekitarnya, plafonnya memang sudah banyak berlubang.

“Tapi jangan difoto ya,” ujarnya mengingatkan. Ia takut jika dipublikasikan bangunan kosnya.

Kondisi tersebut menurutnya terjadi di masa pandemi. Sebelumnya, kondisi bangunan masih tergolong baik. Pemiliknya pun masih sering berkunjung sebelum pandemi. Bahkan, ada tukang bersih-bersih yang rutin ke rumah seminggu sekali. Namun, sejak sejak pandemi hingga sekarang hal itu berubah.

Tasya mengizinkan saya untuk menengok sekilas kamarnya dari luar. Kamarnya sekilas tampak tidak ada permasalahan. Paling hanya dinding dengan cat yang banyak mengelupas dan agak menjamur lantaran lembab karena sedikitnya pencahayaan.

Iklan

“Di kamar sebenarnya jarang bocor. Ada pun sedikit, tapi setiap hujan deras dan aku lagi di luar kos, selalu khawatir,” keluhnya.

Kekhawatiran itu lantaran ruang di depan kamarnya memang banyak titik kebocoran. Beberapa ember yang dipasang penghuni di ruang dengan plafon yang ditahan oleh tiang bambu itu bahkan sering tak mampu menahan kebocoran.

“Ruang itu penuh genangan air. Jadi khawatir aja kalau ninggal kamar saat hujan deras, takutnya airnya masuk ke kamar lewat bawah pintu,” kelakarnya sedikit getir.

Ia mengaku bertahan karena saudaranya pun belum pindah. Mereka tipe orang yang malas ribet untuk mencari tempat lain.

Pemilik kos hanya datang ketika ada calon penghuni yang hendak melakukan survei. Selain itu, ia akan berkunjung saat ada yang kamar yang bermasalah. Namun, untuk persoalan bangunan di luar kamar jarang diperhatikan.

“Hal lain yang bikin aku bertahan karena bapaknya baik, khususnya soal pembayaran. Nggak pernah nagih kalau ada kendala telat pembayaran. Aku pernah telat dua bulan, bapaknya mengizinkan untuk tetap stay,” tuturnya.

Baca halaman selanjutnya…

Kos Rp125 ribu per bulan tapi penghuninya kerja bakti benahi kerusakan rumah

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 Februari 2024 oleh

Tags: Jogjakoskos jogjaMahasiswapekerja
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO
Esai

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO
Ragam

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO
Ragam

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO
Ragam

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi "Konsumsi Wajib" Saat Sidang Skripsi

Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi

17 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
Luka perempuan pekerja Surabaya, jadi tulang punggung keluarga gara-gara punya kakak laki-laki tak guna MOJOK.CO

Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna

17 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.