Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Orang Medan Pertama Kali Naik Angkot di Bandung, Punya Cara Tersendiri Meminta Sopir Berhenti Sampai Bikin Penumpang Syok

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
5 Januari 2026
A A
Orang Medan naik angkot di Bandung. MOJOK.CO

ilustrasi - bingung cara memberhentikan angkot di Bandung. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di beberapa daerah, cara penumpang menghentikan angkotan kota (angkot) bisa bermacam-macam. Di Bandung ada yang berteriak “Kiri!”, “Berhenti, Bang!” atau menjelaskan tujuan pemberhentian secara spesifik. Namun, cara itu berbeda di Medan. Febry Sumiati (27) sendiri pernah merasakannya. Perempuan asal Medan itu pertama kali naik angkot di Bandung dan merasa malu sendiri, karena bingung cara menghentikan angkot.

3 tahun di Bandung tapi baru pertama naik angkot

Febry adalah pekerja di sebuah perusahaan di Bandung sejak tahun 2022. Selama bekerja sekitar 3 tahun di Bandung, ia jarang menggunakan angkot karena punya kendaraan motor pribadi. 

Sialnya, Rabu (26/12/2025) kemarin, motor pribadi Febry mogok di pagi hari. Padahal jarak menuju kantornya sudah hampir dekat. Tapi ia harus menuntun motornya agak jauh untuk mencari bengkel.

Karena sudah kelelahan dan takut terlambat sampai kantor di Bandung, Febry akhirnya mencegat angkot yang lewat secara acak. Toh, jalan ke kantornya satu arah dan tinggal lurus. Tapi saat duduk di dalam angkot, Febry merasa aneh karena ada seorang penumpang lain yang memperhatikannya dari atas sampai bawah.

“Ada salah satu ibu-ibu ngelihatin aku. Dari situ aku sadar kalau masih pakai helm karena buru-buru naik, tapi kacanya tetap ke buka,” kata Febry kepada Mojok, Minggu (4/1/2026).

Alih-alih melepas helmnya, Febry tetap memakai helm tersebut. Lagi pula, ia di angkot hanya sekitar 5 menit. Tidak lama.

Berbagai kepanikan di dalam angkot menyerang

Namun, duduk di antara 5 orang penumpang sembari memakai helm rupanya bikin Febry semakin tidak nyaman. Tapi karena tidak ada warga Bandung yang menegur, Febry berusaha bersikap biasa saja. 

“Anggap saja helm itu seperti aksesoris busana seperti topi,” kelakarnya, “soalnya kalau ditaruh di kursi atau di bawah pun makan tempat, akhirnya tetap ku pakai.”

Karena sibuk memikirkan masalah helm yang ada di kepala, Febry pun jadi tidak sadar kalau tempat pemberhentiannya terlewat sekitar 100 meter. Saking paniknya, ia langsung teriak ke pengemudi.

“Minggir! Dison ma, dison ma!” Ucap perempuan asal Medan tersebut.

Dalam bahasa Batak Toba, “dison” artinya di sini dan “ma” sebagai penegas seperti kata ‘lah atau ‘saja’. Dengan kata lain “dison ma” artinya “di sini saja” untuk menekankan lokasi pemberhentian. Kalimat itu, kata Febry, sering ia pakai saat naik angkot di Medan dan malah reflek ia utarakan saat di Bandung.

Di Bandung, cara menghentikan angkot sebetulnya tak jauh berbeda. Misalnya, memakai kata “pinggir”. Kalau tidak digubris oleh sopir, coba gunakan kata “kiri”. Atau agar lebih spesifik, sebutkan langsung nama tempatnya, “berhenti dekat pasar, Bang!”.

Usahakan juga dengan volume suara yang lantang tapi tidak terlihat panik. Sebab suara yang terlihat panik dapat membuyarkan konsentrasi sang sopir dan mengganggu penumpang lain. Lebih-lebih jika sopir ikut panik dan berhenti mendadak di tempat yang tidak seharusnya.

Etika penumpang di angkot

Beruntung bagi Febry karena sopir angkot tidak ikut panik dan berhenti sesuai perintahnya, walaupun saat itu ia menggunakan bahasa daerah. Sang sopir pun tak berkata apa-apa tapi ia mendapat banyak tawa dari para penumpang.

Iklan

“Aku malu banget diketawain banyak orang. Apalagi sejak kerja di Bandung orang-orang sering notice logat pengucapan ‘e’ ku. Jadi aku agak trauma,” kata Febry.

Meski begitu, Febry tak lupa membayar sopir angkot sebesar Rp5 ribu. Ia pun tak meminta kembalian karena tak tahu pasti tarif angkot sekarang.

Selain tidak boleh panik saat meminta sopir angkot berhenti, penumpang angkot, baik di Medan maupun Bandung, juga punya etika yang harus diperhatikan. Melansir dari laman resmi Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, penumpang angkot harus menghormati privasi dan ruang pribadi penumpang lain.

Misalnya, menghindari penggunaan ponsel dengan volume suara tinggi atau menggunakan earphone, tidak menyentuh atau duduk terlalu dekat dengan penumpang lain, dan bersikap sabar saat menunggu penumpang lain naik atau turun.

“Memberikan prioritas kepada penumpang yang akan turun terlebih dahulu dan tidak mendorong atau berebut tempat saat naik adalah bagian dari perilaku yang baik. Memahami bahwa setiap orang memiliki tujuan dan kepentingan masing-masing akan membantu menciptakan suasana yang harmonis dan tertib,” tulis Dishub Aceh dikutip Senin (5/1/2026).

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Sisi Gelap Bandung yang bikin Resah Perantau Asal Surabaya, padahal Terkenal sebagai Kota Pelajar atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 5 Januari 2026 oleh

Tags: angkotangkutan umumBandungberhentikan angkotculture shockmedan
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

Alumnus ITB resign kerja di Jakarta dan buka usaha sendiri di Bandung. MOJOK.CO
Sosok

Alumnus ITB Rela Tinggalkan Gaji Puluhan Juta di Jakarta demi Buka Lapangan Kerja dan Gaungkan Isu Lingkungan

12 Desember 2025
S3 di Bandung, Istri PNS Makassar- Derita Jungkir Balik Rumah Tangga MOJOK.CO
Esai

Jungkir Balik Kehidupan: Bapak S3 di Bandung, Istri PNS di Makassar, Sambil Merawat Bayi 18 Bulan Memaksa Kami Hidup dalam Mode Bertahan, Bukan Berkembang

1 Desember 2025
Indomaret Pasteur, Saksi Penderitaan Orang Kecil di Bandung MOJOK.CO
Esai

Menyaksikan Penderitaan dan Perjuangan Orang Kecil di Bandung dari Bawah Neon Putih-Biru-Merah Indomaret Pasteur

31 Oktober 2025
Kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh. MOJOK.CO
Ragam

Proyek Kereta Cepat Whoosh Terlalu Eksklusif, Cuman bikin KAI dan Rakyat Menderita

10 September 2025
Muat Lebih Banyak
Tinggalkan Komentar

Terpopuler Sepekan

Kenangan lepas perjaka di kawasan prostitusi Stasiun Rambipuji, Jember MOJOK.CO

Kenangan Lepas Perjaka di Stasiun Rambipuji Jember, Mencari Kepuasan di Rel Remang dan Semak Berbatu dengan Modal Rp30 Ribu

5 Januari 2026
5 Esai Terpopuler Mojok 2025 (Mojok.co/Ega Fansuri)

5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

1 Januari 2026
Urusan dengan balai desa bikin muak karena kelakuan perangkat desa kolot MOJOK.CO

Muak Ngurus Sesuatu di Balai Desa: Capek Hadapi Perangkat Desa Kolot dan Ruwet, Perkara Tanda Tangan Basah bikin Marah

5 Januari 2026
Tinggal di kos murah Taman Siswa (Tamsis) Jogja: Malam-malam ada suara ceplak-ceplok, saling pukul di kamar, hingga terusir gara-gara sengketa warisan MOJOK.CO

Sewa Kos Rp350 Ribu Berdinding Triplek di Tamsis Kota Jogja, Bonus Suara “Ceplak-ceplok” Tengah Malam hingga Terusir Gara-gara Sengketa Warisan

6 Januari 2026
PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

3 Januari 2026
Sisi lain suasana Surabaya after rain yang dianggap puitis dan romantis: Ada tangis dan lelah yang tersapu hujan MOJOK.CO

Surabaya Setelah Hujan Indah dan Romantis, Tapi Sisi Lain Jadi Penyebab Tangis

3 Januari 2026

Video Terbaru

PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

3 Januari 2026
5 Video Mojok Terpopuler 2025: Manuskrip Jawa hingga yang Membuat Tawa  MOJOK.CO

5 Video Mojok Terpopuler 2025: Manuskrip Jawa hingga yang Membuat Tawa 

1 Januari 2026
Liburan ke Bromo Berkedok Rapat Akhir Tahun!

Liburan ke Bromo Berkedok Rapat Akhir Tahun!

1 Januari 2026

Konten Promosi



Summer Sale Banner
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.