Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Alun-alun Jombang, Cuma Lapangan Biasa Tak Punya Ciri Khas tapi Bisa Saingi Simpang Lima Gumul Kediri

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
8 Juli 2024
A A
Alun-alun Jombang Tak Menarik, tapi Beri Kebahagiaan Orang Desa dan Saingin Simpang Lima Gumul Kediri MOJOK.CO

Ilustrasi - Alun-alun Jomnang memang tak menarik, tapi beri kebahagiaan dan saingi Simpang Lima Gumul Kediri. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selingan mencari hiburan di Kediri

Di sudut lain, saya lalu berbincang dengan Barri (32). Malam itu ia mengajak istri, anak, ibu dan adiknya main-main di Alun-alun Jombang dengan niat sebagai selingan.

Barri berasal dari Ngoro. Hanya saja sehari-hari ia tinggal di Sidoarjo. Karena ia bekerja dan telah membangun rumah di sana.

Iklan

Barri dan anak istrinya biasanya akan menyempatkan pulang ke Jombang setiap dua pekan sekali. Di momen pulang itu, ia lantas akan mengajak keluarganya di Ngoro untuk keluar bersama-sama: muter-muter dengan mobil.

“Paling sering malah ke Simpang Lima Gumul, Kediri. Secara jaraknya juga dekat kalau dari Ngoro. Kalau ke Gumul kan pasti ramai suasana di sana. Jadi nuansa jalan-jalannya kerasa,” tutur Barri ramah, sembari menyesap-embuskan asap rokoknya.

Alun-alun Jombang Tak Menarik, tapi Beri Kebahagiaan Orang Desa MOJOK.CO
Alun-alun Kota Santri jadi tempat piknik keluarga. (Aly Reza/Mojok.co)

Kalau membandingkan antara Simpang Lima Gumul Kediri dengan Alun-alun Jombang, jelas Jombang tak ada apa-apanya. Wong cuma hamparan lapangan hijau yang dikelilingi lampu-lampu remang.

Kata Barri, beruntung di sana ada play ground. Sehingga setidaknya kalau ke Alun-alun Jombang anak-anak masih bisa main. Tak sekadar ngaplo.

“Kalau kamu tanya, kebanyakan yang datang lak malah orang-orang dari desa-desa yang cukup jauh dari kota,” ucap Barri.

Sebab, di pelosok-pelosok desa di Kota Santri itu tidak ada ruang hiburan yang segemerlap di bagiajn kota. Oleh karena itu, setidak menarik-menariknya Alun-alun Jombang, tempat itu masih bisa memberi kebahagian bagi mereka: orang-orang desa yang ingin piknik atau jalan-jalan malam.

Penulis

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Hammam Izzuddin

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

BACA JUGA: Bioskop Linggarjati Plaza Jombang Malu-maluin Orang Jombang Sendiri, Tak Bisa Dipamerkan dan Dibanggakan karena Kelewat Mengenaskan

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 10 Juli 2024 oleh

Tags: alun-alun jombangalun-alun terbaik jawa timurhiburan malam di jombangJawa TimurJombangkulineran di jombanglinggarjati plazamal di jombangsimpang lima gumultempat nongkrong di jombangwisata di jombang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Pengamen di kampung Jombang bisa datang 4-5 kali dalam sehari MOJOK.CO
Catatan

Tinggal di Jombang Selatan: Tiap Hari Rumah Didatangi 4-5 Pengamen Keras Kepala dari Pagi-Malam karena Terlanjur Tuman

22 Juni 2026
Pengendara motor plat S di jalanan Jombang tidak kalah ngawur dari plat K MOJOK.CO
Catatan

Motoran di Jatim: Dibuat Sadar kalau Plat S Jadi Motor “Paling Rusuh” di Jalan

23 Maret 2026
Orang Jombang iri dengan Tuban, daerah tetangga sesama plat S yang semakin gemerlap dan banyak wisata alam buat healing MOJOK.CO
Urban

Sebagai Orang Jombang Saya Iri sama Kehidupan di Tuban, Padahal Tetangga tapi Terasa Jomplang

12 Maret 2026
Jombang itu kota serba nanggung MOJOK.CO
Catatan

Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten

10 Juli 2026
Warga makin malas bayar pajak bukan berarti membangkang, tapi karena ulah pemerintah sendiri MOJOK.CO

Makin Malas Bayar Pajak Bukan Semata Membangkang tapi Akumulasi Kekecewaan, Pemerintah Bisanya Nagih Doang

10 Juli 2026
Derita anak magang atau PKL SMK: diperlakukan sebagai pekerja penuh waktu hingga ikut lembur dan dibentak-bentak MOJOK.CO

Magang SMK Tak Dibayar tapi Jadi Tenaga Kerja Serabutan, Ikut Lembur hingga Dibentak-bentak kalau Ada Kesalahan

9 Juli 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyerahkan hibah daerah ke ormas, tempat ibadah, dan para seniman MOJOK.CO

Hibah Pemkab Sleman untuk Ormas, Tempat Ibadah, dan Seniman: Serahkan Ratusan-Miliaran Juta untuk Dioptimalkan

10 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.