Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Mendalam

Terpaksa Jalani Persahabatan Lawan Jenis karena Perempuan Lebih Drama dan Kolot daripada Laki-laki

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
18 Agustus 2025
A A
Persahabatan lawan jenis muncul saat kuliah di Jogja. MOJOK.CO

ilustrasi - cara memiliki persahabatan lawan jenis tanpa ada rasa suka. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Persahabatan lawan jenis antara laki-laki dan perempuan memang sah-sah saja. Namun, sebagian orang menganggap hubungan tersebut mustahil tanpa ada bumbu rasa suka. Nyatanya, masih ada orang yang mampu menjalani hubungan murni tanpa ada perasaan suka. Seperti salah satu mahasiswa perempuan ini yang kuliah di Jogja.

***

Sebuah penelitian berjudul Benefit or Burden? Attraction in cross-sex friendship pernah mengungkap bahwa pria cenderung memiliki ketertarikan atau perasaan suka kepada teman perempuannya. Namun, tidak sebaliknya.

Penelitiannya ini mengumpulkan 88 pasang sahabat antara laki-laki dan perempuan yang diwawancara secara terpisah. Mereka harus menjawab puluhan pertanyaan tentang ketertarikan terhadap sahabatnya.

Selain hasil di atas, penelitian ini juga mengungkap jika pria lebih sering mengasumsikan sahabat perempuannya memiliki perasaan atau ketertarikan, sama seperti dirinya. Padahal sebaliknya, perempuan cenderung bisa membedakan mana pertemanan dan ketertarikan terhadap lawan jenis.

Nirmala (24), bukan nama sebenarnya, adalah salah satu orang yang percaya jika persahabatan lawan jenis bisa terjalin murni tanpa ada rasa suka. Setidaknya, ia sudah membuktikan kalau hubungannya dengan ketiga orang sahabat laki-lakinya tidak terjebak dalam situasi friendzone.

Persahabatan lawan jenis lahir saat kuliah di Jogja

Pertemuan Nirmala dengan ketiga teman laki-lakinya terjadi saat ia kuliah di Jogja tahun 2020. Kebetulan, keempatnya berada di kelas yang sama. Secara tidak sengaja, salah satu teman Nirmala–sebut saja Burhan mengajak mereka bertemu di sebuah kafe.

“Kami bertemu saat siang hari. Banyak hal yang kami ceritakan, salah satunya fakta bahwa Rangga* adalah cowok famous yang terkenal saat masa ospek fakultas,” kata Nirmala kepada Mojok, Sabtu (16/8/2025).

Fakta itu mereka jumpai mengingat gelagat perempuan di sekitar Rangga yang selalu mengirim salam kepadanya. Nirmala pun mengakuinya jika Rangga punya paras yang lumayan tampan. Namun, Nirmala tidak FOMO alias ikut-ikutan suka apalagi terjebak friendzone. 

Bahkan, sebelum Nirmala mengenal Rangga secara langsung ia sudah tahu gosip-gosip tersebut lewat grup fakultas maupun prodi. Nama Rangga selalu disebut-sebut oleh mahasiswa perempuan.

“Tapi aku sendiri nggak benar-benar tertarik untuk mengetahui si Rangga ini, seganteng apa sih dia sampai semua teman perempuanku yang kuliah di Jogja membicarakannya. Eh, taunya malah aku dan Rangga jadi teman yang akrab,” kata Nirmala.

Sahabat laki-laki lebih siap one call away

Pertemanan Nirmala dan tiga orang teman laki-lakinya semakin erat saat mereka menjelajahi wilayah Jogja bersama. Mulai dari nongki di coffe shop, pergi ke Pantai Gunung Kidul, wisata alam di Kulon Progo, berburu durian di Gunung Ijo, dan berbagai tempat viral lainnya. Apalagi, mereka juga sering bertemu di kelas. 

Jika ditanya, kenapa mereka bisa klop satu sama lain? Nirmala pun bingung menjawabnya. Sebagai angkatan mahasiswa Corona, mereka hanya suka menghabiskan waktu bersama tanpa terjebak dalam situasi friendzone. Terlebih, Nirmala sudah punya pacar, di luar dari hubungan persahabatan lawan jenis tadi.

“Persahabatan kami tuh benar-benar aneh menurutku. Kami nggak tahu pasti mimpi satu sama lain, apa yang sedang dihadapi satu sama lain, bahkan apa yang menjadi kesukaan satu sama lain. Kami hanya sama-sama menyadari satu hal, apapun yang terjadi kami benar-benar one call away,” tutur Nirmala.

Iklan

Sebagai pejuang kesehatan mental, Nirmala merasa bersyukur karena ketiga sahabatnya selalu ada saat kondisinya tidak sedang baik-baik saja. Sering kali Nirmala terkena serangan panik bahkan sampai pingsan di tempat secara tiba-tiba. Beruntung, ketiga sahabat laki-lakinya selalu sigap menolong.

“Sampai akhirnya aku jujur ke mereka kalau aku punya anxiety dan depresi. Untungnya mereka nggak menghakimiku. Aku justru kaget karena mereka punya sedikit pengetahuan tentang isu kesehatan mental, alih-alih menganggapku gila,” ujar Nirmala.

Persahabatan perempuan lebih drama

Mungkin, salah satu faktor di atas yang membuat Nirmala jadi nyaman untuk bersahabat dengan laki-laki ketimbang perempuan. Sebetulnya, ia pernah punya sahabat perempuan dari pondok tapi hubungannya kini sudah kandas.

“Dia bilang nggak mau kena getah dosa, karena aku pacaran,” ujar Nirmala.

Alhasil, keduanya kini tak saling sapa. Nirmala memilih mengikhlaskan sahabat perempuannya dan merawat hubungan persahabatan dengan ketiga teman laki-lakinya, walaupun kini mereka jarang bertemu. Bahkan saat keempatnya sudah memiliki pasangan masing-masing.

Grup WA yang mulanya berempat, kini sudah bertambah jadi 8 orang. Diisi oleh pasangan mereka. Di grup tersebut mereka sering merencanakan untuk bertemu.

“Semua terjadi karena kami sama-sama paham, sama-sama tau boundaries, dan cara menghormati satu sama lain. Saat aku sedang bersama pasanganku, teman-temanku menghargai waktuku. Mereka juga menghargai pasanganku selayaknya teman mereka sendiri,” ujar Nirmala.

Persahabatan lawan jenis rawan jadi lawan

Berdasarkan pengalaman Nirmala, ia yakin bahwa persahabatan lawan jenis bisa saja terjadi. Hubungan ini kerap disebut platonic yakni persahabatan tanpa melibatkan romansa dan seks.

Sebuah penelitian berjudul Pengaruh Persahabatan Antar Gender pada Pasangan terhadap Kecemburuan Individu pada Dewasa Muda mengungkap, hubungan antargender tak selamanya buruk. Keduanya bisa saling untung. Salah satunya, mengetahui keresahan yang dialami oleh lawan jenis sehingga tahu cara menghadapinya. 

Psikolog Erik Erikson, sekaligus pengembang teori psikososial pernah menjelaskan enam tahapan yang harus dilalui manusia saat beranjak dari remaja ke dewasa muda. Salah tiganya adalah keintiman secara emosi, kepercayaan, dan keinginan untuk membina hubungan. 

“Bila gagal dalam membentuk keintiman, maka akan mengalami tahapan isolasi yaitu, merasa tersisihkan dari orang lain dan kesepian,” ujar Erikson.

Tak sedikit pula individu yang justru terjebak dalam friendzone. Parahnya, perempuan atau laki-laki yang sudah memiliki pasangan bisa mengalami kegagalan hubungan atau kandas di tengah jalan, hanya karena kecemburuan.

Kecemburuan dapat timbul jika pasangan yang memiliki hubungan persahabatan lawan jenis tidak tahu batasan. Keberadaan sahabat lawan jenis juga bisa jadi lawan yang mengancam. 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Terjerat di ‘Zona Teman’ Jogja: Kisah Cinta, Gemini, dan Dating Apps atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 18 Agustus 2025 oleh

Tags: batasan persahabatanKuliah di jogjapersahabatan lawan jenissahabat laki-lakisahabat perempuanuntung rugi persahabatan
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah
Pojokan

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

12 Januari 2026
UMK Jogja bikin perantau Jawa Tengah menderita. MOJOK.CO
Ragam

Penyesalan Orang Jawa Tengah Merantau ke Jogja: Biaya Hidup Makin Tinggi, Boncos karena Kebiasaan Ngopi di Kafe, dan Gaji yang “Seuprit”

11 Desember 2025
KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO
Kampus

Keluarga Melarat bikin Hidup Pas-pasan Selama Kuliah di ISI Jogja, meski Dapat Beasiswa KIP tapi Hanya Cukup untuk Biaya Nugas

22 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026
Punya rumah besar di desa jadi simbol kaya tapi terasa hampa MOJOK.CO

Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

2 April 2026
Derita Pedagang Es Teh Jumbo: Miskin, Disiksa Israel dan Amerika MOJOK.CO

Hari-hari Penuh Perjuangan Pedagang Es Teh Jumbo Menuju Kebangkrutan: Sudah Melarat karena Tipisnya Keuntungan Kini Terancam Mati karena Kenaikan Harga Plastik

9 April 2026
Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.