Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Terjerat di ‘Zona Teman’ Jogja: Kisah Cinta, Gemini, dan Dating Apps

Redaksi oleh Redaksi
30 Juli 2023
A A
zona teman mojok.co

Ilustrasi uneg-uneg (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah diketahui sejak zaman dahulu kala bahwa Jogja adalah kota yang kerap menjadi bagian dari kisah cinta banyak orang. Lagu-lagu romantis pun sering mengisahkan indahnya cinta di Jogja. Tapi, jangan biarkan pesona itu menutup mata terhadap kenyataan pahit yang sering kali tersembunyi di balik panggung romantis. Inilah kisahku, penuh dengan pertanyaan retorikal, satir, dan rahasia tak terungkap di “Zona Teman” Jogja.

Semuanya berawal ketika aku bertemu dengan sosok gemini yang menggoda hatiku sejak pandangan pertama. Entah apakah itu pertanda baik atau justru bencana? Kedua belah pihak merasakan chemistry yang kuat, namun entah mengapa kami tetap berdiam di balik pagar kehampaan. Apakah ini permainan takdir yang mengusik perasaan kami? Apakah dia juga merasakan getaran yang sama dengan yang kurasakan?

Terjebak di “zona teman”

Aku menemukan diriku berada di situasi yang rumit, bagai labirin tanpa jalan keluar. Apakah ini memang takdirku untuk terjebak di “Zona Teman” Jogja? Entahlah, semakin ku menggali, semakin kusadari bahwa mungkin inilah takdir dari setiap romansa yang tak kunjung jelas arahnya. Seperti apa yang dikatakan para penyair, “ada cinta tanpa kepastian, dan ada pertemanan tanpa batas.”

Namun, semakin lama, semakin jelas bagiku bahwa Jogja adalah kota yang cenderung “HTS” (Hubungan Tanpa Status). Bukan hanya kisahku yang serupa, banyak yang berada di situasi yang sama, di “Friendzone” Jogja yang tak terelakkan. Apakah Jogja memang lebih suka bermain-main dengan perasaan, menyimpan rahasia yang tak terungkap di balik senyum manisnya?

Di tengah kebingunganku, aku juga tak luput dari candaan teman-temanku. Mereka terhibur dengan usahaku yang sia-sia, seolah menjadi bahan lelucon karena aku terlihat “begitu dekat tapi begitu jauh.” Tapi, tahukah mereka betapa sulitnya berjalan di “Zona Teman” Jogja yang penuh kebimbangan? Apakah mereka juga menyimpan cerita serupa yang tak pernah terucap?

Tak hanya itu, Jogja juga tak luput dari pengaruh zaman modern yang kian menggila, yaitu dating apps. Semua serba cepat dan mudah, namun mengapa aku merasa kesulitan untuk menemukan arti sejati di tengah gemerlap dunia digital ini? Di antara kesibukan swipe kanan dan kiri, apakah dia akan pernah mengenaliku lebih dari sekadar profil yang tampil di layar ponselnya?

Mencoba cari jalan keluar

Aku bertanya-tanya, apakah di Sleman ini semua orang sudah memiliki PhD dalam “Zona Teman”? Sepertinya aku terjerat dalam permainan catur tanpa akhir di antara pertemanan dan romansa. Mungkin di sini, “Friendzone” bukan hanya status, tapi juga gelar kehormatan bagi para penduduknya. Bahkan burung hantu di sini harus bertanya-tanya, apakah mereka juga terjerat di “Zona Teman” saat mengobrol di pohon-pohon yang bercanda.

Kadang-kadang aku merasa seperti seekor kucing yang terperangkap dalam perangkap tikus kejam di Sleman. Setiap usaha mencari jalan keluar berakhir dengan tawa canda teman-teman yang menyaksikanku terpaku dalam zona yang tak menentu. Mungkin mereka menilai aku sebagai guru besar dalam “Zona Teman” yang hebat, tapi dalam hatiku, aku hanya ingin keluar dari labirin tanpa akhir ini.

Di tengah kekonyolan situasi ini, aku bertanya-tanya, apakah ada obat mujarab untuk keluar dari “Zona Teman”? Mungkin di Sleman, ada tempat khusus yang hanya dapat dijangkau oleh para penyihir cinta yang penuh trik. Atau mungkin aku harus mencari petunjuk di peta kota yang penuh tanda tanya dan metafora cinta yang rumit ini.

Panggih Suseno,
Babadan baru, Condong Catur, Depok, Sleman, DIY,
[email protected]

BACA JUGA Dear Pemilik Mobil di Jalan Jawa Kota Pasuruan yang Nggak Punya Garasi dan keluh kesah lain dari pembaca Mojok di UNEG-UNEG.

Keluh kesah dan tanggapan Uneg-uneg  bisa dikirim di sini

 

Terakhir diperbarui pada 30 Juli 2023 oleh

Tags: uneg-unegzona teman
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura MOJOK.CO
Uneg-uneg

Overthinking Siswa SMA yang Akhirnya Berhasil Kuliah Jalur SNBP di Universitas Trunojoyo Madura

20 April 2024
Kelakuan Pengemudi Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar MOJOK.CO
Uneg-uneg

Kelakuan Pengguna Mobil di Surabaya Bikin Orang Banyak-banyak Istigfar

13 Maret 2024
Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit MOJOK.CO
Uneg-uneg

Surat Cinta untuk Petugas Parkir Liar di Jakarta yang Cuma Modal Peluit

10 Maret 2024
Jalur Pantura Semarang-Kudus Adalah Alasan Saya Merem Melek dan Misuh! MOJOK.CO
Uneg-uneg

Jalur Pantura Semarang-Kudus Adalah Alasan Saya Merem Melek dan Misuh!

9 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beri tip ke driver ojol. MOJOK.CO

Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau

28 April 2026
Derita guru CLC di Malaysia. MOJOK.CO

WNI Jadi Guru di Luar Negeri Dapat Gaji 2 Digit, Pulang ke Indonesia Malah Sulit Kerja

23 April 2026
kurir dan driver ShopeeFood. MOJOK.CO

Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

28 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya Mojok.co

Tips Makan Soto Bening Jogja bagi Para Pendatang yang Selalu Gagal Menikmatinya

24 April 2026
Kerja di Jakarta.MOJOK.CO

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.