Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Lulusan S2 Dianggap Overqualified, Masalah Dunia Kerja yang Bikin Lulusan S2 Pusing, Pengalaman Mentereng pun Tak Menolong di Dunia Kerja!

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
23 April 2024
A A
Lulusan S2 Dianggap Overqualified, Masalah Dunia Kerja yang Bikin Lulusan S2 Pusing, Pengalaman Mentereng pun Tak Menolong di Dunia Kerja!

Lulusan S2 Dianggap Overqualified, Masalah Dunia Kerja yang Bikin Lulusan S2 Pusing, Pengalaman Mentereng pun Tak Menolong di Dunia Kerja! (MOJOK.CO/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Iklim politik

Dunia kerja untuk lulusan S2 begitu mengerikan dan jadi perbincangan sejak lama. Lapangan kerjanya hanya sedikit, pun tidak banyak perusahaan yang memang mencari lulusan S2 untuk jadi karyawan. Sekilas terlihat, ada masalah dalam dunia kerja yang berimbas pada lulusan S2. Tapi, Bunga punya pendapat lain.

“Menurut saya, setahun terakhir kan iklimnya politik ya, jadinya perusahaan tidak membuka lapangan pekerjaan sebanyak biasanya. Mereka ingin melihat iklim politik ke mana. Mungkin mereka ingin menyelamatkan perusahaan dulu. Mungkin Oktober dan setelahnya baru normal. Dari artikel yang saya baca, banyak perusahaan tidak buka lapangan kerja seperti biasanya. Faktornya banyak sih, ekonomi global, politik saat ini juga jadi faktor.”

“Tapi ini bisa jadi peluang. Kita jadi terdorong untuk menciptakan suatu hal yang bisa bikin kita dapat pemasukan.”

Tidak menyesal kuliah S2

Saya menanyakan apakah ada penyesalan yang dialami Bunga karena mengambil S2 yang bikin dia overqualified, dan jadi susah dapat kerja. Bunga dengan tegas bilang tidak, dan bersyukur malah. Sebab, di MM UGM ini dia dapat ilmu yang amat membantunya sebagai entrepreneur, dan dosen serta sirkel yang ada mendukung dalam berbisnis.

Dia juga mendapat program immersion di MM UGM. singkatnya, Bunga jadi konsultan bisnis dan harus bisa menyelesaikan masalah dalam bisnis. Bagi Bunga, hal ini begitu berharga, dia jadi punya pandangan seperti apa dunia bisnis.

Maka dari itulah, Bunga berharap bahwa lulusan S2 harusnya diberi kesempatan dunia kerja, tidak lantas dianggap overqualified. Setiap orang, dengan background apa pun, selama mau belajar dan punya kapasitas mumpuni, ya harusnya diberikan kesempatan. Jangan takut pada lulusan S2 yang overqualified, jangan menganggap mereka bakal bikin ribet dan capek karena tidak sesuai dengan template. Bunga menegaskan bahwa anak S2 itu dididik untuk tidak menjadi template, jadi ya harusnya diberi kesempatan.

Reporter: Rizky Prasetya
Editor: Hammam Izzudin

BACA JUGA Biaya Kuliah Jurusan Hukum di Kampus Jogja, Ada yang Capai Ratusan Juta

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 24 April 2024 oleh

Tags: Dunia Kerjalowongan kerjalulusan s2mahasiswa S2
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO
Urban

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO
Edumojok

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Lebaran, mudik, s2.MOJOK.CO
Edumojok

Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah

13 Maret 2026
lulusan LPDP, susah cari kerja.MOJOK.CO
Edumojok

Curhatan Alumni LPDP yang Merasa “Downgrade” Ketika Balik ke Indonesia, Susah Cari Kerja Hingga Banting Setir demi Bertahan Hidup

23 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik Lebaran naik bus murah berujung menyesal. MOJOK.CO

Habiskan Waktu 78 Jam di Bus untuk Mudik Berujung Kapok dan Frustrasi: Harus Tahan Bau Badan, BAB, hingga “Ditakuti” Teman Sebangku

11 Maret 2026
Ilustrasi - Anak pertama dicap gagal.MOJOK.CO

Rela Hidup Miskin di Desa demi “Kebahagiaan” Adik-Adiknya di Kota, tapi Malah Dicap Pemalas dan Beban Keluarga

11 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026
Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026
Seorang kakak (anak perempuan pertama) kerja keras jadi tulang punggung keluarga gara-gara ortu miskin dan adik tidak tahu diri MOJOK.CO

Anak Perempuan Pertama Mengorbankan Masa Muda demi Hidupi Orang Tua Miskin dan Adik Tolol, Tapi Tetap Dihina Keluarga

11 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.