Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Lipsus

Mencari Kasih Sayang Semu di Dating Apps, Pelarian dari Kesepian dan Rasa Minder usai Sering Dikecewakan di Dunia Nyata

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
13 Februari 2026
A A
Dating apps jadi pelarian menemukan pasangan untuk memulai hubungan baru

Ilustrasi - Dating apps jadi pelarian menemukan pasangan untuk memulai hubungan baru (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Nggak semua orang bisa memulai hubungan baru setelah dikecewakan pasangan. Buat sebagian orang, dating apps jadi pelarian untuk bisa melakukannya. Mereka bisa melawan rasa tak percaya diri dan sepi melalui pendekatan di dating apps.

***

Kikyh (29) memulai perjalanannya di dating apps pada 2021. Saat itu, ia resmi bercerai dengan pasangannya. Untuk mengisi kekosongan, Kikyh memutuskan berkenalan dengan cara yang berbeda, yakni dengan mengunduh Bumble.

Dating apps jadi secercah harapan saat tidak percaya diri akibat dikecewakan

Kandasnya hubungan Kikyh dengan pasangan sebelumnya membuat dirinya merasa tidak percaya diri memulai hubungan kembali. Padahal, ia mengatakan, bukan tipe orang yang merasa kesulitan untuk berbaur dengan orang-orang di sekitarnya.

Namun, setelah pengalaman pahit itu, Kikyh menjadi pribadi yang lebih tertutup “introvert” dan lebih nyaman untuk melakukan obrolan dengan lawan jenis melalui Bumble.

“Menurutku pribadi, aku lebih nyaman menemukan pasangan memakai dating apps karena aku itu introvert. Jadi, kadang aku nggak pede kalau harus kenalan secara langsung selain dari dating apps,” kata Kikyh kepada saya, Rabu (9/2/2026).

Baginya, dating apps membuka pintu untuk mengenal orang-orang baru yang berpotensi menjadi pasangan. Hal ini tidak lagi mudah untuk Kikyh dapati secara langsung. Sebab, selain telah bercerai, Kikyh harus mengurus rumah sebagai ibu satu anak. Ia harus bersiap dengan “label” yang tidak jarang diberikan kepada ibu tunggal.

Tidak berharap banyak, tetapi ada keinginan menemukan cinta sejati

Dari percakapan yang sudah-sudah bersama match-nya, Kikyh mengatakan tidak muluk-muluk. Perempuan kelahiran 1996 ini hanya ingin berbicara lebih banyak kepada seseorang.

Istilahnya, Kikyh ingin punya “someone to talk”, yang sulit ditemuinya langsung.

Lantaran pernah pernah menjalin hubungan sebelumnya juga, Kikyh merasakan absennya seseorang yang dapat menemaninya. Karena itu, ia berusaha menampik keinginan hatinya yang sebenarnya, yakni menemukan pendamping hidup.

Namun pada akhirnya, Kikyh mengakui adanya keinginan kepada pasangan yang cocok dengannya di Bumble untuk dapat terus berlanjut. Ia berharap intensitas obrolan akan meningkat, lalu menemukan seseorang yang bisa dijadikan pasangannya.

“Seiring berjalannya waktu, tujuan saya menggunakan dating apps berubah. Saya ingin mencari pendamping sesuai kriteria saya dan setara,” ujarnya. 

Dating apps jadi pintu masuk hubungan baru sebagian orang

Dating apps memang menjadi cara paling mudah untuk bisa memulai sebuah hubungan. Mengisi data diri dan ketertarikan, swipe-swipe dari dating apps bisa menuntun pada kesempatan menemukan pasangan.

Kikyh tidak sendirian dalam berharap bertemu dengan jodohnya melalui dating apps. Laporan AppTweak menunjukkan unduhan aplikasi kencan yang selalu meningkat.

Iklan
Data dating app paling banyak diunduh pada 2025
Data dating app paling banyak diunduh pada 2025 (Sumber: AppTweak)

Tren peningkatan ini sejalan dengan keinginan pengguna yang semakin to the point. Mereka lebih terbuka dengan menyatakan “Apa yang kamu cari?” dari awal dinyatakan match.

Semisal jawabannya adalah, “Pasangan.”

Obrolan ini tidak menutup kemungkinan untuk berlanjut secara intens, bahkan mencapai tahap yang lebih serius.

Meningkatkan peluang menemukan pasangan saat valentine

Bukan hanya sehari-hari, peluang menemukan pasangan melalui dating apps semakin meningkat saat valentine’s day. Semrush mencatat adanya periode “musim kencan” yang dimulai dari Januari dan mencapai puncak tepat sebelum valentine. Kata kunci “valentine” dan “dating app” bahkan melonjak hingga mencapai 14 juta kueri di bulan Februari.

Trafik tertinggi pencarian ini biasanya terjadi pada 10 sampai 13 Februari, satu hari sebelum valentine, yang menjadi “last-minute push” untuk menemukan teman kencan.

Menariknya, baru-baru ini, saya melakukan eksperimen untuk menguji seberapa cepat dapat menemukan seseorang yang sesuai dengan kriteria, menerima match, sampai kemudian dapat mengobrol. 

Dalam kurang dari tiga jam, dengan memanfaatkan limit swipe sampai 25 kali, 15 orang menerima untuk dapat berkomunikasi—membuka 60 persen peluang.

Dari 10 orang yang ditanyai tujuannya untuk mencari pasangan saat valentine, seluruhnya menjawab iya. Ini membuktikan potensi mencari jodoh melalui dating apps yang menjadi alasan kuat penggunanya.

Data Tinder sebagai aplikasi kencan paling populer juga mencatat jumlah kecocokan antarpengguna meningkat 10 persen saat mendekati valentine, dibandingkan dengan hari-hari biasa. Angka ini juga meningkat 17 persen di antara pengguna berusia 18-25 tahun secara global pada 2023. Umumnya puncak aktivitas ini meningkat pada empat hari sebelum valentine. 

Berbagai aplikasi dijejali untuk menemukan tambatan hati

Bukan hanya Kikyh, Vina (30) dan Diar (27) juga mencoba mencari pasangan melalui dating apps. Bukan cuma satu, keduanya bahkan mencoba beberapa dating apps dalam satu waktu.

Vina pernah mencoba CMB, Tinder, dan Bumble, sedangkan Diar telah menjelajahi Tinder, Tantan, Bumble, dan CMB. Semuanya bermula hanya dari keisengan yang berlanjut sampai hari ini.

Dimulai dari Vina yang pertama kali mengunduh Bumble pada tahun 2024. Ia berlanjut pada Tinder dan CMB. Katanya, mencoba beberapa aplikasi sekaligus ini sebab rasa penasaran untuk menemukan seseorang yang benar-benar serius mencari pasangan dari dating apps.

“Penasaran ada nggak yang bener-bener serius dari dating apps,” katanya, Kamis (12/2/2026).

Selama ini, Vina menyebut, dirinya diam-diam berharap tidak bertemu dengan orang-orang yang menipu atau tidak serius. Sebab, sebagai seorang introvert, dating apps adalah jalan tengah Vina untuk mencoba mencari pasangan.

Selain Vina, Diar mengaku punya alasan yang sama saat memulainya pada 2018. Ia bilang bukan tipe orang yang mengalami kesulitan dalam mengenal orang baru, tetapi dating apps menjadi medium yang lebih mudah untuk membuka peluang baru.

Dengan kesempatan ini, Diar bilang, dia sebenarnya berharap untuk dapat menemukan seseorang yang sesuai dengan standar agar bisa berlanjut ke hubungan yang serius.

“Harapannya lebih dapat yang sesuai dulu sama standar, setelah itu berkelanjutan untuk hubungan yang serius,” kata Diar.

“Iya, sedikit ada harapan barangkali bisa dapat [pasangan] yang serius,” tambah Vina.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA Aplikasi Kencan Online Versi Halal Jadi Solusi Kaum Jomblo Jogja Menjauhi Seks Bebas dan Ngebet Dapat Jodoh Seiman dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 13 Februari 2026 oleh

Tags: cari jodohcari pasangandating appshari valentinejomblokencan onlinekesepianlipsus valentinepasanganperceraianpilihan redaksiValentine
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Ribetnya punya mobil di desa. Bisa menjadi musuh masyarakat perkara parkir. Rawan jadi korban iseng bocil-bocil nakal MOJOK.CO
Catatan

Repotnya Punya Mobil di Desa: Bisa Jadi “Musuh Masyarakat” Perkara Parkir dan Garasi, Masih Rawan Jadi Korban Kenakalan Bocil-bocil

15 April 2026
kuliah, wisua, sarjana di desa.MOJOK.CO
Edumojok

Jadi Sarjana di Desa, Bangga sekaligus Menderita: Dituntut Bisa Segalanya, tapi Juga Tak Dihargai Tetangga dan Dicap “Beban Keluarga”

15 April 2026
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO
Sehari-hari

Pasang WiFi di Rumah Desa Boncos: Password Dipalak-Dicolong Tetangga, Masih Dicap Egois kalau Mati Disuruh Gali Kubur Sendiri

14 April 2026
Ilustrasi pamer pencapaian, keluarga, arisan keluarga, lebaran.MOJOK.CO
Sehari-hari

Arisan Keluarga, Tradisi Toksik yang Dipertahankan Atas Nama Silaturahmi: Cuma Ajang Pamer dan Penghakiman, Bikin Anak Muda Rugi Mental dan Materi

14 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa KKN di desa

KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”

9 April 2026
Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026
Sampit, Kota yang Dianggap Tertinggal tapi Nyatanya Jauh Lebih Maju dari Kebanyakan Kabupaten di Jawa.MOJOK.CO

Sampit, Kota yang Dianggap Tertinggal tapi Nyatanya Jauh Lebih Maju dari Kebanyakan Kabupaten di Jawa

13 April 2026
Rela bayar mahal kuliah jurusan Keperawatan PTS besar demi jadi perawat. Setelah lulus malah jadi kayak babu MOJOK.CO

Rela Bayar Mahal di Jurusan Keperawatan demi Prospek Karier Perawat, Cuma Berakhir Jadi “Babu” di RSUD

14 April 2026
Gagal seleksi CPNS (PNS ASN) pilih nikmati hidup dengan mancing MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang

9 April 2026
Vera Nur Fadiya, kuliah di jurusan sepi peminat (Matematika) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, jadi jalan wakili mimpi orang tua MOJOK.CO

Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah

11 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.