Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Bakso Tusuk Sumber Rejeki “Depan Kopma”: 10 Tahun Melegenda, Menjadi Penolong Mahasiswa UNY yang Kantongnya Sedang Merana

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
17 Mei 2024
A A
Bakso Tusuk Sumber Rejeki "Depan Kopma": 10 Tahun Melegenda, Menjadi Penolong Mahasiswa UNY yang Kantongnya Sedang Merana.MOJOK.CO

Ilustrasi Bakso Tusuk Sumber Rejeki "Depan Kopma": 10 Tahun Melegenda, Menjadi Penolong Mahasiswa UNY yang Kantongnya Sedang Merana (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Setidaknya, ada tiga legenda yang terkenal di kalangan mahasiswa UNY angkatan 2018 ke bawah. Gundukan dekat Museum Pendidikan, yang entah apa isinya itu; Mbak Siska penunggu Student Center, yang katanya suka “unjuk gigi” malam-malam; dan tentunya bakso tusuk depan Kopma yang tak karuan nikmatnya.

Dua legenda pertama bakal saya tulis kapan-kapan. Kali ini, saya lebih tertarik membahas Bakso Tusuk Sumber Rejeki, legenda hidup yang jadi penolong mahasiswa UNY saat dompetnya tipis sekaligus penghangat mereka saat dingin tiba. Sampai-sampai, ada kelakar menyebut, “belum afdol kuliah di UNY kalau belum nyicip bakso tusuk ini.”

Sore itu, Jumat (17/5/2024) saya menghadiri sebuah acara di dekat kampus UNY. Kebetulan, hujan tiba-tiba mengguyur. Hawa dingin yang mendadak datang bikin hasrat “pengen yang anget-anget” muncul.

Dalam situasi demikian, bakso tusuk depan Kopma jadi nama teratas yang ada di kepala saya. Bakso ini memang sudah menjadi langganan saya sejak 2017. Namun, sudah sekitar dua bulan terakhir saya belum ke sana lagi. Rasa kangen itu tiba-tiba saja melintas.

Bakso tusuk legendaris, bukan mahasiswa UNY kalau tak tahu ini!

Bakso Tusuk Sumber Rejeki, awalnya dikelola oleh Samidi. Ia merupakan perantau asal Ngawi, Jawa Timur yang sudah menggeluti usaha tersebut sejak 2014. Awalnya, ia menjajakan baksonya berkeliling Jogja. Sebelum akhirnya pada awal 2016 ia “menetap “di pojokan pertigaan Karangmalang, tepat berada di depan Kopma UNY.

Bakso Tusuk Sumber Rejeki "Depan Kopma": 10 Tahun Melegenda, Menjadi Penolong Mahasiswa UNY yang Kantongnya Sedang Merana.MOJOK.CO
Mengenang Samidi, penjual Bakso Tusuk Sumber Rejeki “Depan Kopma UNY” yang melegenda di kalangan mahasiswa. Meninggal pada 2022 lalu. (dok. Sanskertaonline Ilmu Sejarah UNY, 2020)

Inisiatifnya buat menetap di depan Kopma UNY pun berbuah manis. Dagangannya tak pernah sepi. Antrean selalu mengular, apalagi di musim hujan. Baksonya kerap habis sebelum azan Isya’ berkumandang.

Padahal, sekilas bakso jualannya biasa saja. Hanya bakso glindingan dengan campuran tetelan, ditambah daun bawang, kecap, saus pedas, dan kemudian diguyur kuah. Bagi pelanggannya, harga murah dan rasa yang nikmat menjadi alasan mengapa mereka rela mengantre.

Sayangnya, pada 2022 lalu, Samidi meninggal dunia. Kabar itu menjadi hari berduka nasional bagi mahasiswa UNY, termasuk saya. Selain mengingat kemurahan hati beliau, ada kekhawatiran kalau bisnis itu tak ada yang meneruskan lagi.

Untungnya, sang anak bungsu, Wahyu Dwi Kuncoro (25) kini melanjutkan estafet. Bakso depan Kopma seperti tak kemana-mana. Tempat, rasa, dan kemurahan hati penjualnya, tetap ada di sana.

Pernah menangis saat berdagang karena ucapan belasungkawa dari pelanggan berdatangan

Setelah Samidi meninggal, cukup lama bagi Wahyu untuk kembali berdagang. Situasinya masih sangat berduka. Toh, meskipun resep bakso sang ayah sudah di luar kepalanya, ia belum terbiasa berdagang sendirian. Alhasil, Bakso Tusuk Sumber Rejeki baru kelihatan lagi di depan Kopma UNY sekitar awal 2023.

Wahyu bercerita, kala itu dagangannya langsung diserbu. Kebanyakan adalah “fans die hard” yang sudah lama menanti ia dan ayahnya kembali. Sesuai tebakannya, saat pelanggan datang kalimat pertama yang muncul adalah, “bapak kemana, kok sendiri?”.

“Saat itu ya saya akhirnya menjelaskan satu-satu kalau tahun lalu bapak sudah meninggal,” kenang Wahyu, Jumat (17/5/2024).

Bakso Tusuk Sumber Rejeki "Depan Kopma": 10 Tahun Melegenda, Menjadi Penolong Mahasiswa UNY yang Kantongnya Sedang Merana.MOJOK.CO
Wahyu (sebelah kiri) bersama sepupunya (sebelah kanan) melayani pembeli (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Kembalinya sang bakso legenda bukan disambut dengan sukacita, tapi malah dengan dukacita. Kabar yang dibawa Wahyu itu pun tersebar luas. Saya ingat betul, di banyak akun menfess Twitter, ungkapan belasungkawa kepada Samidi mengalir deras.

Hari-hari berikutnya, Wahyu jalani dengan para pelanggan yang datang dengan ucapan belasungkawa. Bahkan, kata Wahyu, tak sedikit yang menyampaikannya sambil berkaca-kaca bahkan menangis.

“Itu banyak banget, Mas, yang datang. Semuanya ngucapin ‘turut berdukacita!’, tak sedikit yang nangis. Pembeli lain yang awalnya nggak tahu jadi ikut-ikutan ngucapin belasungkawa juga jadinya,” ujarnya.

“Ya saya ‘kan kebawa situasi. Jadinya ikut nangis. Sampai tutup sebentar alasan salat Ashar, padahal di masjid saya nangis ingat Bapak.” 

Soal meneruskan usaha, Wahyu mengaku tak mau mengubah apapun. Semua masih sama, baik itu resep, cita rasa, maupun harga. Kata dia, warisan bapaknya yang sudah melegenda itu ingin dipertahankan.

Bagi mahasiswa UNY, beli Rp2 ribu sudah bisa buat lauk nasi sepiring

Harga bakso tusuk depan Kopma UNY memang sangat terjangkau. Cuma Rp500 per gelinding. Bahkan terkadang pembeli bisa dapat bonus. Itu pun kita bisa request tambah tetelan, atau kuah dibikin lebih banjir.

Iklan

Arman, alumnus UNY, merupakan salah satu pelanggan Bakso Tusuk Sumber Rejeki. Sejak menjadi mahasiswa pada 2016, ia memang sudah langganan di tempat tersebut. Apalagi kalau masa-masa akhir bulan, ia bakal semakin rutin beli bakso tusuk di sini sebagai lauk makan malam.

“Namanya akhir bulan kan ya, pasti ngirit banget karena dompet sudah tipis. Biasanya tiap sore selalu mampir ke sini buat lauk makan malam,” jelasnya saat dihubungi Mojok, Jumat (17/5/2024).

Biasanya, Arman bakal minta ekstra kuah. Kata dia, “lumayan buat membanjiri nasi”.

“Beli 2 ribu, minta kuahnya banyak sama saos pedesnya dibanyakin. Itu udah bisa sampai kenyang, bisa nambah nasi berkali-kali,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Warung Bu Sri Niat Tolong Anak Kos Jogja dengan Jual Makanan Murah dan Jadi Tempat Ngutang, Malah Nelangsa karena yang Utangnya Numpuk Tiba-Tiba Ngilang Nggak Mau Bayar

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2024 oleh

Tags: bakso tusukbakso tusuk kopma unybakso tusuk sumber rejekihidden gem unyhidden gems di unykopma unykuliner unymahasiswa UNYpilihan redaksiuny
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya MOJOK.CO

Srikandi Fair dan Berkah Timnas Putri Indonesia bagi Pedagang Kudus: Ayam Geprek Habis Sebelum Waktunya

23 Agustus 2026
Shifana, pemain Timnas U-16 Indonesia dibayangi pemain Yordania, Alma Odai di pertandingan semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Indonesia menang dengan skor 3-0 di laga semifinal, Jumat (21/8).

Timnas Putri U-16 Indonesia Bungkam Yordania 3-0, Thailand Menanti di Final Srikandi Merdeka Cup

22 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet.MOJOK.CO

Kemiskinan Struktural di Balik Riuh Operasi Pesta Copet

25 Agustus 2026
Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026
14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.