Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Alun-alun Utara vs Alun-alun Selatan, Warga Jogja Ungkap Mana yang Lebih Berkesan Sebelum Perubahan Terjadi

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
21 September 2023
A A
Alun-alun utara dan alun-alun selatan Jogja. MOJOK.CO

Ilustrasi Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan Jogja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dulu warga Jogja punya dua ruang terbuka yang jadi andalan untuk berkumpul yakni Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan. Keduanya punya cerita meski saat ini tinggal satu yang bisa diakses warga. Pada masanya, mana yang lebih nyaman untuk bercengkerama?

***

Alun-alun Selatan Jogja sekarang jadi tempat yang tak pernah surut dari keramaian setiap sore dan malam. Di saat akhir pekan, anak muda hingga orang tua memadati tanah lapang sampai nyaris tak ada ruang tersisa.

Iklan

Dulu, mereka punya dua pilihan. Namun, saat ini Alun-alun Utara sudah dikelilingi pagar besi. Warga dan wisatawan hanya bisa menikmati suasana tanpa menginjakkan kaki di tanah lapangnya.

Kedua landmark ini sama-sama dibangun di era Sri Sultan Hamengkubuwono I. Keduanya terintegrasi dalam satu garis imajiner yang terkenal dengan sebutan Sumbu Filosofi.

Ada beberapa perbedaan dari kedua tempat ini. Alun-alun Utara lebih luas. Secara fungsi dan budaya juga ada beberapa hal yang berbeda. Di utara misalnya, pada masa lalu ada menjadi tempat topo pepe atau cara warga Jogja menyampaikan aspirasi kepada Rajanya.

Alun-alun Utara lebih strategis karena berada di halaman depan Keraton Yogyakarta. Andi Wicaksono (24) seorang pekerja Jogja yang saya temui saat sedang menikmati es teh di sebuah angkringan sebelah Alun-alun Selatan juga membenarkannya.

Meski kami berjumpa di selatan, baginya, Alun-alun Utara lebih berkesan karena lokasinya yang berdekatan dengan beberapa titik penting lain seperti Masjid Gedhe, Titik Nol Kilometer, hingga bangunan Keraton Yogyakarta itu sendiri.

“Kalau ngomongin lokasi, lebih strategis di utara. Sekarang pun ya masih bisa dinikmati walaupun dari pinggirnya saja,” ujarnya saat saya jumpai Rabu (20/9/2023).

Alun-alun Utara pernah jadi tempat yang begitu hidup

Andi berujar, meski saat ini sudah tertutupi pagar, kawasan sekitar Alun-alun Utara masih jadi tempat yang menyenangkan untuk bercengkerama karena keberadaan warung di sekitarnya. Ia sepakat dengan keputusan untuk memagari demi menjaga kelestarian budaya.

Kendati begitu, ada banyak warga yang juga mengaku kehilangan ruang penuh kebahagiaan di masa lampau. Beberapa waktu sebelumnya saya sempat berbincang dengan Kartilah (58), warga asal Sidokarto, Godean, Sleman punya banyak kenangan di lokasi tersebut.

alun-alun utara mojok.co
Pagar sisi utara Alun-alun Utara (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Ia masih ingat betul dulu saat masa remaja ia rela jalan dari rumahnya ke Alun-alun Utara yang jaraknya sekitar 10 km untuk mendatangi perayaan tahunan tersebut. Sebelum terpagari, lokasi itu pernah menjadi tempat acara tahunan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS).

“Jalan ramai-ramai sama teman di desa. Setiap tahun itu hal yang tidak boleh terlewatkan pokoknya, Mas,” ujarnya.

Saat beranjak dewasa, Kartilah akhirnya mencari nafkah dengan berdagang di sekitar kawasan tersebut. Ia mulai berjualan makanan sejak tahun 1995 dan masih berlanjut hingga sekarang. Sebagai pedagang, ia senang karena bisa melihat sekaligus mendapat manfaat puluhan edisi Sekaten. Hingga akhirnya perayaan itu benar-benar hilang.

“Setelah hilang, benar-benar berbeda. Apalagi sekarang dipagari, dagangan jadi sepi,” curhatnya.

Iklan

Baca halaman selanjutnya: kenangan masa kecil yang sulit terlupa

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 21 September 2023 oleh

Tags: Alun-alunAlun-alun selatanAlun-alun Utara JogjaJogjakeraton Yogyakarta
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.