Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Uang Habis untuk Biaya Pengobatan Ibu sampai Jual Harta Berharga agar Bisa Kuliah, Kini Jadi Wisudawati dengan Segudang Prestasi

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
27 Oktober 2025
A A
Wisudawati jual harta berharga untuk kuliah di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), sempat ditolak di PTN. MOJOK.CO

Ilustrasi Uang Habis untuk Biaya Pengobatan Ibu sampai Jual Harta Berharga agar Bisa Kuliah, Kini Jadi Wisudawati dengan Segudang Prestasi (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Setiap hasil jualan, saya bagi dua dengan ibu. Rasanya senang bisa bantu keluarga meski sedikit,” ucapnya lirih.

Uang hasil kerja kerasnya itu ia gunakan untuk membiayai pengobatan ibunya yang sakit, selain untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Sejak saat itu juga, Defia menggantikan peran ibunya di rumah. Mulai dari memasak, mengurus adik dan neneknya yang sakit, dan tetap menjalani perannya sebagai pelajar di sekolah.

“Capek iya, tapi saya tahu kalau berhenti, semua jadi lebih berat buat keluarga,” ujarnya.

Sampai kemudian, Defia punya keinginan untuk kuliah meski pilihan awalnya bukan di UMSurabaya.

Ditolak PTN lewat berbagai jalur

Beratnya kehidupan Defia saat itu tak menghentikan mimpinya untuk lanjut ke PTN, meski ia sempat ditentang oleh orang tuanya karena faktor ekonomi. Dengan tidak bermaksud mengabaikan saran orang tuanya, Defia tetap mencoba berbagai jalur masuk kuliah. 

Ia mencoba peluang untuk masuk ke PTN lewat jalur SNMPTN dan tes SBMPTN tapi tidak diterima. Defia sendiri tak mungkin mencoba jalur mandiri sebab tak punya biaya. Oleh karena itu, ia akhirnya memilih daftar ke PTS tapi ternyata semuanya gagal. 

Waktu itu, satu-satunya harapan yang ia punya adalah UMSurabaya karena masih membuka pendaftaran untuk calon mahasiswa baru. Karena tak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut, Defia akhirnya menjual cincin emas satu-satunya yang ia miliki.

Tabungannya sendiri habis untuk biaya pendaftaran PTN sebelumnya. Sementara yang tersisa hanyalah cincin emas yang pernah ia beli dari hasil kerja magang. Uang dari menjual cincin emas itulah yang ia gunakan untuk membayar pendaftaran kuliah di UMSurabaya, Surabaya.

“Saya jual cincin diam-diam. Waktu itu saya cuma ingin sekali saja mencoba lagi, meski hasilnya nanti apa pun,” katanya dengan mata berkaca.

Lolos lewat jalur beasiswa KIP-K di UMSurabaya

Setelah menjual cincin emasnya, hasilnya lagi-lagi nihil. Defia ditolak oleh UMSurabaya hingga sempat mengurung diri selama lima hari karena saking putus asanya.

Hingga suatu hari, ia mendapat kabar dari seorang senior Hizbul Wathan yang membuka kesempatan beasiswa KIP-K di UMSurabaya. Ternyata, dari sanalah Tuhan membuka pintu jalan untuk hidupnya. Ia pun diterima sebagai mahasiswa KIP-K di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMSurabaya, Surabaya.

“Waktu itu saya langsung menangis. Setelah sekian banyak kegagalan, akhirnya Allah kasih jalan melalui UMSurabaya,” ujar Defia penuh haru.

“Saya mungkin tidak punya harta, tapi saya harus punya karya,” lanjutnya.

Iklan

Kuliah di UMSurabaya dan capai prestasi segudang

Selama kuliah di UMSurabaya, semangat Defia tak tanggung-tanggung. Ia berhasil mengumpulkan lebih dari 15 prestasi tingkat nasional dan internasional. Prestasi itu seperti lolos pendanaan PKM, P2MW, juara KMI Award, hingga juara internasional di ICEBIZ UHAMKA 2025.

Selain itu, Defia juga melanjutkan kegiatan organisasinya dengan mengikuti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), BEM FEB, dan Hizbul Wathan. Defia pun bersyukur bisa melewati segala prosesnya dengan ikhlas.

“Dulu saya belajar untuk ikhlas ikhlas tidak masuk sekolah favorit, ikhlas gagal kuliah berkali-kali, ikhlas ketika uang habis dan harus mulai lagi dari nol. Tapi dari keikhlasan itu, Allah ganti dengan jalan terbaik,” tuturnya.

Kini, gadis asal Lamongan itu resmi menyandang gelar sarjana dari UMSurabaya. Di balik toga wisuda yang ia kenakan, tersimpan kisah keteguhan hati yang membekas bagi siapa pun yang mendengarnya.

“Saya tidak pernah menyangka akan sampai di titik ini. Terima kasih UMSurabaya, karena di sinilah saya belajar bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi,” ujar Defia. 

Cerita Defia tersebut sebagaimana dimuat dalam laman resmi Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya)

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Ditolak Unair Tak Membuat Saya Menyesal, Bisa “Terharu”, Berkat Kuliah di Jurusan Keperawatan UM Surabaya atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 31 Oktober 2025 oleh

Tags: beasiswa kuliahkampus di surabayaKIP-Kkisah inspirasiPTNPTSSurabayaUMSurabaya
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)
Pojokan

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO
Edumojok

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026
Kereta api ekonomi (KA) Ambarawa Ekspres menjadi saksi "kegilaan" Bonek di rute Grobogan - Stasiun Pasarturi demi Persebaya Surabaya di Stadion GBT MOJOK.CO
Urban

KA Ambarawa Ekspres Andalan Bonek Tempuh “Jalan Kegilaan” di Rute Grobogan – Pasarturi, Demi Ziarah ke Rumah Kedua

6 Maret 2026
Ilustrasi Honda Vario Sumber Derita dan Bikin Gila di Jalanan Surabaya (Wikimedia Commons)
Pojokan

Honda Vario Adalah Motor yang Paling Menderita di Surabaya: Mesin Loyo Itu Sengsara Dihajar Jalan Rusak

6 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mudik Lebaran dengan travel mobil

Niat Ingin Lebih Cepat Naik Travel Malah Bikin Trauma, Sopir Tak Tahu Aturan dan Penumpang Tidak Tahu Diri

12 Maret 2026
Innova Zenix Wujud Kebodohan Finansial- Terbaik Tetap Reborn MOJOK.CO

Mendewakan Innova Zenix Adalah Kesesatan Finansial, Wujud Kebodohan Struktural yang Sangat Hakiki karena Tetap Kalah Aura Dibanding Innova Reborn

10 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.