Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Kuliah Ilmu Perpustakaan Saya Kira Remeh dan Gampang, Ternyata Skripsinya Mumet Banget karena Bukan tentang Perpus

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
24 Juni 2024
A A
Skripsi Ilmu Perpustakaan (Ilpus) UI Mumet MOJOK.Co

Ilustrasi - Skripsi Ilmu Perpustakaan (Ilpus) UI bikin mumet. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ilmu Perpustakaan (Ilpus) menjadi salah satu jurusan kuliah yang kerap membuat orang salah paham. Mengira bahwa Ilmu Perpustakaan gampang. Padahal mata kuliah dan bahkan skripsi di sana tak cuma tentang buku dan perpustakaan, tapi juga menyangkut IT dan digital. Seperti misalnya Ilmu Perpustakaan di Universitas Indonesia (UI).

***

Atas “pandangan remeh” terhadap Ilmu Perpustakaan, saya sempat berbincang dengan beberapa sarjana dan mahasiswa Ilmu Perpustakaan. Ada dari UI ada juga dari UNAIR Surabaya.

Masing-masing menegaskan bahwa Ilmu Perpustakaan tak seremeh bayangan orang-orang. Karena ternyata tak cuma membahas buku dan perpustakaan, tapi juga tentang IT dan digital.

Melengkapi cerita-cerita tentang jurusan dengan akronim Ilpus tersebut, baru-baru ini saya mencatat pengakuan dari Farah (22), alumnus Ilmu Perpustakaan UI.

Seperti dua kasus yang saya temui sebelumnya, Farah awalnya juga menganggap Ilpus adalah jurusan remah. Itulah kenapa ia tak menjadikannya sebagai pilihan utama saat pendaftaran kuliah pada 2019 silam.

“Aku penginnya Akuntansi sama Administrasi Bisnis UI. Aku masukin Ilpus karena setelah kucari tahu, Ilpus UI juga belajar tentang administrasi. Bahkan ada coding, manajemen, komunikasi dan informasi juga. Pokoknya nggak cuma tentang perbukuan,” ujar perempuan asal Jakarta Timur saat bercerita pada Jumat (31/5/2024).

Mata kuliah Ilmu Perpustakaan UI lekat dengan IT

Saat resmi belajar di Ilmu Perpustakaan UI, di satu sisi Farah agak gelagapan. Pasalnya, bisa dibilang ia harus mulai dari nol. Karena kondisinya ternyata berbeda dari yang ia bayangkan.

“Kita juga dituntut harus serba digital. Satu contoh, pembelajaran kita bukan cuma perpus arsip secara fisik, bahkan kita sekarang udah mencoba untuk mempelajari perpustakaan dan arsip digital,” tutur Farah.

Yang membuat Farah kaget tentu saja seperti yang ia sebutkan sebelumnya. Ternyata di Ilpus UI ia juga harus belajar disiplin ilmu yang belajar tentang informatika seperti coding, membuat database, mengolah database, hingga visualisasi data.

Meski begitu, Farah tetap merasa enjoy saja selama belajar. Alih-alih tertekan, ia justru tertantang sebagai pembuktian kalau Ilpus UI tak seremeh apa kata banyak orang.

Skripsi Ilmu Perpustakaan UI tak kalah rumit

Farah mengambil skripsi dengan topik “Efektivitas Standar Describing Archives: A Content Standard (DACS) sebagai Transformasi Pengelolaan Arsip Elektronik”.

“Aku milih itu karena aku tertarik sama arsip elektronik dan standar yang digunakan di Indonesia tuh belum se-prepare di luar. Karena masih banyak arsiparis yang kompetensinya kurang akan hal tersebut,” kata Farah.

“Dan beberapa perusahaan pun masih menggunakan metode arsip konvensional dan alih media digital mereka masih manual juga kayak pake Spreadsheet, Excel. Bukan pakai suatu sistem arsip elektronik,” sambung perempuan ramah asal Jakarta Timur tersebut.

Iklan

Artinya, skripsi Farah di Ilmu Perpustakaan UI ternyata justru lebih ke IT dan digital. Beberapa teman seangkatan Farah pun rata-rata skripsinya berhubungan dengan IT dan digital. Hanya hitungan jari saja yang membahas soal buku atau perpustakaan konvensional.

Kesimpulan itu saya dapat setelah Farah mengirim data topik-topik skripsi dari angkatannya.

Bagi Farah, proses pengerjaan skripsi di Ilpus UI—khususnya untuk topik yang ia angkat—terbilang lumayan rumit karena ia menggunakan metode SLR (Systematic Literatur Review). Di mana metode tersebut cukup jarang dipakai oleh mahasiswa Ilmu Perpustakaan UI.

“Dengan metode ini aku harus nge-review sekitar 30 jurnal yang ada. Aku harus simpulkan dari 30 jurnal tersebut apa yg kudapet,” tutur perempuan asli Jakarta Timur itu.

“Asli ribet banget karena harus filter jurnal dari ratusan dan ngambil beberapa (30) jurnal buat aku jadiin acuan,” imbuhnya.

Prospek kerja menjanjikan

Farah terbilang lulus tepat waktu. Dengan skripsi tersebut, ia resmi lulus dari Ilpus UI pada 2023 lalu. Setelahnya, ia langsung mendapat pekerjaan yang cukup mentereng di Jakarta.

“Sekarang aku kerja di bidang administrasi sih di pemerintahan di bidang pariwisata dan sedikit ada arsipnya juga. Kerjaannya lebih banyak ngurusin soal industri pariwisata,” ungkap Farah.

Pencapaian tersebut Farah jadikan sebagai jawaban atas banyaknya orang yang meragukan Ilmu Perpustakaan.  Sebab, saat masuk Ilpus UI, Farah mengaku mendengar banyak orang meragukan soal prospek kerjanya.

Namun, kini Farah sudah membuktikan. Pertama, Ilpus tidak cuma belajar tentang buku. Tapi juga mempelajari tentang IT dan digital yang sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Kedua, kompetensi sarjana Ilpus ternyata tak dipandang sebelah mata di dunia kerja.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Ngekos di Lowokwaru bikin Kaget dengan Rusaknya Kehidupan Mahasiswa Malang

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2024 oleh

Tags: ilmu perpustakaanilmu perpustakaan uiilpusilpus uijakartajakarta timurkampus di jakartakampus terbaik di jakartapeluang kerja ilmu perpustakaanprospek kerja ilmu perpustakaanskripsiskripsi ilmu perpustakaanskripsi ilpusuiuniversitas indonesia
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO
Ragam

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO
Ragam

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO
Kuliner

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
Resign kerja di Jakarta pilih di Bali. MOJOK.CO
Ragam

Baru Satu Tahun Kerja di BUMN, Pilih Resign karena Nggak Kuat “Ugal-ugalan” di Jakarta sampai Temukan Peluang Karier Lebih Baik di Bali

6 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital: Harga RAM Makin Nggak Ngotak MOJOK.CO

Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal

16 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.