Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Patah Hati Dua Kali Saat Skripsi Nyaris Berujung DO, Selamat Seminggu Sebelum Masa Kuliah Habis

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
21 Juli 2024
A A
daftar isi dan daftar pustaka skripsi.MOJOK.CO

Ilustrasi pusing bikin skripsi (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Patah hati sering jadi alasan mereka menunda menyelesaikan skripsi. Namun, patah hati dua kali berturut-turut saat mengerjakan tugas akhir memang jadi pukulan yang telak.

Setidaknya itulah yang dirasakan Aji (26) saat menjalani masa akhir kuliah di UPN Veteran Yogyakarta. Sebelum memasuki babak akhir kuliahnya, sebenarnya studinya berjalan lancar. Bahkan tergolong cepat tanpa hambatan.

Di semester enam, ia sudah menamatkan semua teori. KKN pun telah ia jalani. Sehingga, semester tujuh ia membayangkan skripsinya sudah bisa berjalan dan selesai pada semester yang sama.

Namun, terkadang realita tak seindah apa yang ia bayangkan. Ada faktor di luar kontrolnya yang berdampak pada molornya pengerjaan skripsi hingga menjelang drop out.

Pada semester tujuh, paruh kedua 2019, Aji sudah mengajukan judul skripsi kepada pembimbingnya di UPN Jogja. Judul itu disetujui pada awal 2020.

Namun, sebentar setelahnya pandemi Covid-19 melanda. Aji mengaku semangat kuliahnya terdorong jika ada teman. Sayangnya, pandemi Covid-19 membuatnya harus terpisah dengan mereka. Pulang ke kampung halaman. Sehingga, kemalasan untuk segera fokus menuntaskan skripsi pun melanda.

Patah hati pertama di awal masa skripsi

Aji, seumur-umur hidupnya mengaku tak punya banyak cerita asmara. Saat masa akhir kuliah, ia baru menjalaninya. Dan sekali terjun, ia terjun bebas.

Demi kekasih yang tinggal di Semarang, ia rela mengeluarkan waktu, tenaga, dan materi. Ia sering menghampirinya seorang diri dari Jogja.

“Kalau mengenang dulu itu rela ke Semarang, tidurnya di masjid, demi menemui dia,” curhatnya saat berbincang dengan Mojok Senin (18/3/2024) silam.

Sayangnya, bahtera asmara yang ia jalani terpaksa kandas karena satu dan lain hal. Hal itu tentu memberikan pukulan telak bagi dirinya.

Patah hati mengalihkan fokusnya dari menuntaskan studi di UPN Jogja. Banyak waktu yang ia habiskan bersama teman demi melipur lara. Skripsi pun terbengkalai.

“Jadi aku tuh mengajukan judul akhir 2019, acc awal 2020, bimbingan pertama kali setelah itu baru di pertengahan 2021,” kelakarnya.

Patah hati kedua yang kembali mendera

Ia begitu lambat dalam mengerjakan skripsi. Juga tak terlalu peduli dengan kemajuan yang teman-temannya alami. Ia banyak menghabiskan waktu di rumah dan mencari hiburan bersama teman-temannya.

Momen bimbingan pertama pada 2021 berdekatan dengan dimulainya jalinan asmara baru. Perlahan semangatnya kembali hadir untuk merampungkan skripsi.

Iklan

“Sampai di 2022 aku patah hati lagi,” ucapnya.

Waktu bergulir cepat. Tak terasa, semua teman angkatan 2016 di jurusannya sudah lulus semua. Kecuali, mereka yang memang pindah atau sengaja keluar. Tersisa Aji seorang diri pada 2023, semester terakhir sebelum drop out.

Aji mengakui bahwa keterlambatan lulus di UPN Jogja adalah berkat dari kelalaiannya. Di sisi lain, ia mengaku bingung karena baik dosen maupun orang tuanya tidak memberi tekanan berarti untuk cepat lulus.

“Orang tua ada perhatian tapi nggak menekan. Kalau dosen malah nggak pernah menanyakan. Aku nggak tau ini blessing atau curse,” kelakarnya.

Selamat dari DO

Hari semakin mendekati batas masa studi. Aji, menuntaskan skripsi pakai sistem kebut cepat. Sampai akhirnya bisa mendaftar sidang skripsi gelombang terakhir pada semester 14.

“Telat seminggu wassalam, drop out,” ujarnya.

Namun, kendati mengerjakan skripsi dalam waktu yang singkat, Aji mengaku tidak merasa panik menghadapi sidang skripsi. “Bodo amat,” katanya. Baginya, yang terpenting sudah mengupayakan secara maksimal di sisa waktu yang ada.

Malam hari sebelum sidang, seperti biasa, ia sulit tidur. Dini hari, saat sedang ke toilet ia tiba-tiba merasa risih. Ingin menyikat dinding-dinding toilet yang bernoda. Aji memang mengaku, sering merasa ingin membersihkan toilet. Bahkan pernah suatu ketika, ia menginap di kos teman, melihat toilet kotor ia langsung menyikatnya sampai kinclong.

“Aneh, aku itu bisa tiba-tiba merasa risih kalau lihat sesuatu kotor dan ga rapi. Tapi sering juga malas-malasan sampai barang-barangku berantakan,” katanya.

Meski malam hari sebelum sidang skripsi memilih bersih-bersih toilet ketimbang mempersiapkan materi, ternyata ia jadi tenang. Di hadapan dosen penguji di UPN Jogja ia mengaku bisa memperesentasikan dengan lancar.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Aly Reza

BACA JUGA Ngotot Skripsi 300 Halaman karena Sok Pintar, Malah Terancam DO dari Kampus Surabaya dan Berujung Susah Cari Kerja

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 21 Juli 2024 oleh

Tags: drop outkuliahsarjanaskripsi
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur MOJOK.CO
Esai

Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur

20 Mei 2026
Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda MOJOK.CO
Tajuk

Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda

4 Mei 2026
Saat anak bangga jadi mahasiswa abadi (tak kunjung lulus kuliah karena sibuk organisasi hingga lupa skripsi) ternyata bikin orang tua terbebani MOJOK.CO
Sekolahan

Anak Betah Jadi Mahasiswa Abadi karena Sibuk Organisasi dan Ogah Garap Skripsi, Ortu di Rumah Pura-pura Memahami padahal Terbebani

4 Mei 2026
Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Logika Ekonomi Orang Desa yang Bisa Menyelamatkan Anak Muda dari Masalah Finansial, Tapi Kerap Terlupakan

20 Mei 2026
Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026
Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
mahasiswa autis Fakultas Peternakan UGM. MOJOK.CO

Mahasiswa Autis UGM Sulit Berinteraksi Sosial, tapi Buktikan Bisa Lulus usai 6 Tahun Lebih dan Buka Usaha Ternak Kambing di Kampung Halaman

20 Mei 2026
Ujian SIM C. MOJOK.CO

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.