Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Orang Tua Bingung Anaknya Mau Kuliah Jurusan Sastra Indonesia UGM, Dukung Meski Tak Tahu Apa yang Dipelajari dan Prospek Kerjanya

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
22 Mei 2024
A A
kuliah jurusan sastra indonesia ugm.MOJOK.CO

Ilustrasi kuliah Sastra Indonesia (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di semester awal perkuliahan, tentunya ia belajar berbagai aspek mendasar soal jurusannya. Mulai dari sejarah Sastra Indonesia hingga ragam mata kuliah pengenalan awal terhadap bidangnya.

Jurusan Sastra Indonesia UGM terbagi menjadi tiga bidang yang akan dipilih mahasiswa ketika memasuki semester lanjut. Ketiganya yakni peminatan sastra, linguistik, dan filologi.

Iklan

“Setelah masuk peminatan itu akan detail pembahasannya,” tuturnya.

Inas yang mengambil peminatan sastra, belajar banyak dalam membedah karya-karya Sastra Indonesia dalam rentang periode yang panjang. Selain itu, juga menganalisis beragam jenis karya penulisan yang tak terbatas pada buku atau novel saja. Menganalisis lagu dari perspektif lirik hingga naskah film.

Selanjutnya, soal linguistik, mahasiswa akan belajar lebih dalam mengenai ilmu tentang bahasa. Mulai dari penyusunan bahasa Indonesia, psikologi bahasa, bahkan hingga beragam hal yang menyangkut bagaimana bahasa bekerja dan berfungsi.

“Sampai misalnya, kenapa di Jawa Tengah dan Jawa Timur punya dialek bahasa Jawa yang berbeda. Ada pembahasan seputar itu,” kata dia.

Peminatan yang menurut Inas paling dianggap sulit adalah filologi, ilmu yang mempelajari naskah-naskah kuna. Pada bidang ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk paham bahasa Indonesia, melainkan juga bahasa Belanda dan Arab.

“Mengingat naskah kuna di Indonesia bahasanya belum kayak bahasa kita sekarang. Sebagian ada yang pakai bahasa Melayu, ada juga yang tertulis pakai aksara Pegon, dan ada juga naskah berbahasa Belanda. Jadi, bahasa-bahasa itu perlu dipelajari juga,” terangnya.

Prospek kerja

Jadi, menurutnya cukup banyak hal yang dipelajari di Jurusan Sastra Indonesia UGM. Sebagian, jauh lebih rumit dari yang kebanyakan orang bayangkan.

Mengenai prospek karier setelah lulus juga cukup beragam. Jika bekerja linear, maka lulusannya kebanyakan berprofesi sebagai ahli bahasa dan Sastra Indonesia, penulis, editor, peneliti, pengajar, staf di instansi pemerintah/swasta, hingga pekerja dalam bidang media massa.

“Kalau sekarang sih teman-temanku banyak yang ambil bidang penulisan untuk iklan dan media sosial. Sepertinya itu sih yang lagi tren dan banyak dibutuhkan,” tuturnya.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Anak IPA “Nyasar” di Jurusan Sastra Rusia UI: Dulu Pengen Jadi Dokter Sunat, Kini Malah Juara Kompetisi Tinju di Negerinya Putin

Iklan

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 22 Mei 2024 oleh

Tags: jurusan kuliahJurusan Sastra IndonesiaKampusSastra IndonesiaUGMUTBK
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO
Esai

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
Perjuangan masuk UGM.MOJOK.CO
Sekolahan

Kehilangan Ayah Menjelang SNBT, Kini Berhasil Kuliah Gratis di UGM Meski Harus Belajar di Rumah Sakit

23 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO
Tajuk

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

77 persen lulusan sekolah vokasi (sarjana terapan) tembus dunia kerja. Lebih dari dari lulusan S1 MOJOK.CO

Lulusan Sekolah Vokasi (Sarjana Terapan) Lebih Laris di Dunia Kerja dari S1, Industri Butuh yang Berketerampilan

7 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, pastikan jaga Lokananta Bloc sebagai kawasan ramah anak MOJOK.CO

Wali Kota Surakarta Pastikan Jaga Lokananta Bloc sebagai Kawasan Ramah Anak dan Ruang Kreatif Anak Muda

9 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026
Hadapi 777 cv lamaran kerja untuk 1 posisi. IPK dan nama besar kampus tak penting lagi di mata HR MOJOK.CO

Hadapi 777 CV Lamaran Kerja untuk 1 Posisi, HR Tak Peduli IPK-Asal Kampus karena Urusan di Atas Kertas Bukan Jaminan Etos Kerja

8 Agustus 2026
Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.