Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Ikuti Kata Guru BK Kuliah Teknik Sipil biar Keren, Rela Abaikan Minat Hati Berujung Nyesel karena Rumit dan UKT Sengsarakan Orangtua

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
26 Juni 2025
A A
Ikuti kata guru BK kuliah jurusan Teknik Sipil biar keren, berujung nyesel karena rumit dan UKT sengsarakan orangtua MOJOK.CO

Ilustrasi - Ikuti kata guru BK kuliah jurusan Teknik Sipil biar keren, berujung nyesel karena rumit dan UKT sengsarakan orangtua. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Merasa salah jurusan, pengin kuliah Matematika saja

Memasuki semester 3-4, Ifansyah bahkan mengaku nyaris menyerah. Dia merasa salah jurusan.

Sebab, bagaimanapun, minat awalnya adalah kuliah di jurusan Matematika. Tapi dorongan guru BK membuatnya “terjebak” di Teknik Sipil. Memang terasa keren, tapi kini justru membuatnya merasa repot sendiri.

“Kadang berandai-andai, seandainya dulu pilih Matematika aja,” gerutu Ifansyah.

Sialnya, waktu tidak bisa diputar. Sementara dia tidak mungkin berhenti di tengah jalan karena sudah terlanjur keluar banyak uang.

Sering dalam pengandaian itu, dia terngiang-ngiang dengan gambaran bahwa jurusan Matematika hanya akan membuatnya lebih susah setelah lulus. Karena paling mentok hanya menjadi guru.

“Alih-alih membuatku tetap bersyukur karena bisa kuliah Teknik Sipil, pengandaian itu malah membuatku semakin nyesel. Sebab, kalau baca-baca, sebenarnya jurusan Matematika juga punya prospek kerja banyak. Data Analyst misalnya, dan lain-lain,” ungkap Ifansyah.

Perasaan sesalnya tak mengikuti kata hati mengambil Matematika pun akhirnya semakin menjadi-jadi.

“Apalagi pas baca Mojok, ternyata kuliah jurusan bergengsipun nggak menjamin lulus kerja yang bergengsi juga kan,” sambungnya dengan tawa.

Rasa bersalah pada orangtua karena UKT

Di antara sesal-sesal itu, Ifansyah juga menyimpan rasa bersalah yang mendalam pada orangtuanya. Sebab, UKT yang harus dibayarkan orangtuanya untuk jurusan Teknik Sipil tersebut amat sangat mahal untuk kedua orangtuanya yang berprofesi sebagai guru: berkisar Rp4 jutaan.

“Yang PNS kan cuma bapak, ibu masih honorer. Jadi bener-bener merasa bersalah sama mereka. Karena kelihatan betul kayak susah payah membiayai kuliahku,” ungkap Ifansyah.

Apalagi biaya kuliah bukan hanya soal UKT, tapi juga biaya hidup bulanan di perantauan. Belum biaya-biaya lain yang berhubungan dengan perkuliahan Ifansyah di Teknik Sipil.

“Aku tahu mereka kesusahan karena kadang ada momen mereka cuma bisa kirim uang bulanan lebih sedikit dari biasanya. Itu sambil menjelaskan, maaf ya Kak segini dulu baru bisa dikirim. Nanti kalau nggak cukup bilang biar Bapak usahakan,” kata Ifansyah. “Nelangsa hatiku mendengar itu.”

Termasuk ketika jelang membayar UKT tiap semester di jurusan Teknik Sipil itu. Ibu Ifansyah sering semaya: “Kak, kalau bayarnya agak telat nggak apa-apa kan? Batasnya tanggal berapa? Sebelum batas pembayaran itu nanti biar Bapak bayar.”

Hingga kini menjelang semester 5, Ifansyah sebenarnya masih mencoba mencari-cari beasiswa, setelah sebelumnya mendaftar dan gagal.

Iklan

Kalau untuk kuliah sambil kerja, Ifansyah memilih menuruti saran orangtuanya agar Ifansyah fokus kuliah saja. Kalau sambil kerja takutnya malah kuliahnya jadi berantakan.

Alhasil, kini dia masih sepenuhnya bergantung pada biaya orangtua. Sambil sesekali meratapi, kenapa dulu hanya fokus konsultasi ke guru BK tapi tidak mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua juga?

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Demi Turuti Anak Jadi Sarjana Orangtua Rela Hidup dalam Pura-pura, Pura-pura Sanggup Bayar UKT dan Sembunyikan Banyak Kepedihan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 27 Juni 2025 oleh

Tags: guru BKjurusan teknik sipilpeluang kerja teknik sipilprospek kerja teknik sipilTeknik Sipilukt teknik sipil
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

guru BK.MOJOK.CO
Ragam

Menjadi Guru BK Capek Mental dan “Tak Menghasilkan”, Memilih Resign dan Kerja Kantoran Meski Harus Mengubur Cita-Cita

29 Januari 2026
Ketulusan Guru BK di SMP Pelosok Ponorogo MOJOK.CO
Ragam

Curhatan Guru BK Hari Ini: Profesi Dipandang “Sepele”, Padahal Harus Hadapi Gen Z yang Masalahnya Makin Kompleks

8 Januari 2026
Sarjana nganggur, ptn.MOJOK.CO
Kampus

Lulus IPK 3,6 Berakhir Jadi Sarjana Nganggur karena Lebih Menuruti “Wangsit” Guru BK dan Abaikan Kata Hati

31 Juli 2025
Ditolak ITS 2 Kali, Universitas Brawijaya Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi MOJOK.CO
Kampus

Ditolak ITS 2 Kali, Universitas Brawijaya Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi

20 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

produk indomaret, private label.MOJOK.CO

Private Label Indomaret Penyelamat Hidup Saat Tanggal Tua Bulan Ramadan, Murah tapi Tak Murahan

24 Februari 2026
Yang paling berat dari mudik lebaran ke kampung halaman bukan pertanyaan kapan nikah atau dibandingkan di momen halal bihalal reuni keluarga, tapi menyadari orang tua makin renta dan apa yang terjadi setelahnya MOJOK.CO

Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya

27 Februari 2026
5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
Mekanisme beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri masih silang sengkarut, awardee cemas jadi "WNI" MOJOK.CO

Mekanisme dalam Beasiswa LPDP (Masih) Silang Sengkarut: Awardee Cemas Jadi WNI, Negara Punya PR yang Harus Diberesi

23 Februari 2026
Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.