Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Saya Tak Lolos UTBK di UNY, Jadi Buruh Laundry untuk Nabung Daftar SNBT di UPN Jogja tapi Gagal Lagi, Mimpi untuk Kuliah Sirna

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
15 Juni 2024
A A
Unair Surabaya.MOJOK.CO

Ilustrasi - Kuliah di Unair Surabaya (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beratnya belajar sambil kerja yang sering lembur

Meski sudah bekerja, tekadnya untuk melanjutkan kuliah dengan mendaftar SNBT lagi tetap berkobar. Bahkan, ia sempat mencoba mendaftar kuliah akuntansi di Universitas Terbuka (UT) berkat rekomendasi dari temannya.

Menurutnya, tidak mudah membagi waktu untuk belajar UTBK, kuliah, dan bekerja. Apalagi, menurutnya kerja laundry cukup menyita waktu. Terkadang, ada saja kendala teknis seperti mesin rusak yang membuat kerjaannya tertunda.

“Kerja dari jam 8 harusnya sampai jam 4 sore tapi sering juga lembur sampai kiosnya tutup jam 9 malam,” kata dia.

Alhasil, ia tidak bisa efektif belajar. Akhirnya, pada momen Lebaran lalu ia memutuskan untuk keluar dari kerja tersebut demi lebih bisa fokus.

“Kalau nggak memang susah buat belajar. Saya banyak ngerjakan soal-soal yang ada di internet, di media sosial banyak yang nge-share,” ujarnya.

Mimpi bisa sukses dan bahagiakan ibu

Pada SNBT lalu, ia mendaftar di jurusan Teknik Pertambangan dan Teknik Perminyakan UPN Jogja. Ia mengaku senang dengan dunia teknik. Saat SMK juga mengambil Teknik Konstruksi Bangunan.

“Kayaknya enak kerja lapangan. Tambang juga gajinya bagus, aku pengin bisa biayai kehidupan orang tua,” tuturnya.

Saat selesai tes UTBK lalu, ia berujar bahwa ini percobaan terakhirnya mengikuti SNBT dengan pilihan UPN Jogja. Mimpinya untuk bisa kuliah masih besar. Namun Rani juga perlu segera mengalihkan pikirannya untuk bekerja.

“Sepertinya ini percobaan terakhir saya. Kalau gagal, saya mau fokus cari kerja yang lebih menjanjikan saja,” curhatnya.

Namun, sesaat setelah pengumuman SNBT, Rani mengaku masih ingin mencoba mendaftar lewat jalur mandiri menggunakan nilai hasil UTBK. Mencoba peruntungan, jika saja nilainya memang masih memungkinkan untuk bersaing.

Satu hal yang jelas, jika jalan rezeki membawanya masuk ke PTN, Rani harus berjuang ekstra keras. Mencari beasiswa dan menjalani perkuliahan sambil bekerja. Sebab, ia hanya bisa bersandar pada dirinya sendiri perihal ekonomi.

 Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Pertama Kali ke Jogja di Usia 55 Saat Temani Anak UTBK UGM, Kisah Haru Orang Tua dari Tangerang Selatan

Iklan

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 16 Juni 2024 oleh

Tags: SNBTUGMunyupn jogjaUTBK
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO
Edumojok

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses MOJOK.CO
Edumojok

Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa

7 Maret 2026
Anak Akuntansi UGM burnout. MOJOK.CO
Edumojok

Anak dari Pulau Bangka Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Jadi Wisudawan Terbaik, bikin Orang Tua Bangga dengan Gelar Sarjana Akuntansi

6 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Kerja di Jakarta, Purwokerto, KRL.MOJOK.CO

Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto

13 Maret 2026
Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
Belajar Tentang Sejarah Ekonomi Komunis China dari Duanju, Drama Vertikal yang Nagih MOJOK.CO

Belajar Sejarah Ekonomi Komunis China Lewat Kamerad Chang dan Duanju yang Bikin Nagih

16 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.