Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Gara-gara Makrab, Satu Angkatan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Teknologi Sumbawa Diancam Dosen Sanksi Nilai E 

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
13 Januari 2024
A A
Gara-gara Makrab, Satu Angkatan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Teknologi Sumbawa Diancam Dosen Sanksi Nilai E. MOJOK.CO

Ilustrasi Gara-gara Makrab, Satu Angkatan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Teknologi Sumbawa Diancam Dosen Sanksi Nilai E (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Akibat acara malam keakraban (makrab), mahasiswa Teknik Industri Universitas Teknologi Sumbawa  mendapat ancaman hukuman nilai E selama satu semester penuh dari dosen. Akibatnya, studi para mahasiswa tersebut terancam.

Jafri* (19), salah satu mahasiswa Teknik Industri Universitas Teknologi Sumbawa angkatan 2022 bercerita bahwa kegiatan makrab mulanya sudah mendapat persetujuan dari ketua program studi hingga dekan Fakultas Rekayasa Sistem. Namun, sehari menjelang pelaksanaan, dosen mencabut izin tersebut.

Iklan

Izin tersebut mulanya tercantum dalam surat tanggal 5 Januari 2024 bertandatangan dekan Fakultas Rekaya Sistem, Mietra Anggara. Kegiatan makrab atau family gathering dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Industri pada masa libur semester, Senin (8/1/2024), di Mutiara Kaung yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari kampus.

“Alasannya karena tempat terlalu jauh dan dosen tidak ada yang bisa mendampingi. Padahal, kami sudah membayar uang muka untuk sewa tempat dan konsumsi,” kata Jefri saat Mojok hubungi Jumat (12/1/2024).

Hal itu membuat Jafri dan sejumlah mahasiswa lain memutuskan untuk tetap berangkat. Meski dosen sudah melarang kegiatan tersebut. Selain itu, izin mulanya hanya untuk kegiatan dari pagi hingga sore. Namun, sebagian mahasiswa memutuskan untuk bermalam di sana.

“Kami memutuskan menginap karena pulang sore menjelang malam justru berisiko,” ungkapnya.

Saat sebagian mahasiswa sudah melakukan perjalanan ke lokasi acara, dosen yang mengetahui langsung menegur lewat sejumlah grup Whatsapp antara dosen dan mahasiswa.

Malam harinya, dosen menelfon kontak-kontak mahasiswa Teknik Industri yang mengikuti kegiatan tersebut. Namun, Jafri mengaku tidak ada yang berani mengangkatnya. Hingga akhirnya, ada salah satu yang mengangkat.

“Malam itu dosen menyuruh kami untuk langsung pulang. Jika tidak ancamannya nilai E untuk semua mata kuliah selama satu semester. Namun, pulang malam justru berisiko karena perjalanan jauh, akhirnya demi keamanan kami putuskan untuk menetap,” paparnya.

Sempat ada dosen mengancam nilai E untuk seluruh mahasiswa

Ancaman sanksi berupa nilai E disampaikan dosen sejak Senin. Pada Senin sore, seorang dosen mengirim pesan WhatsApp di sebuah grup mata kuliah yang mengatakan semua mahasiswa di angkatan 2022 akan mendapat nilai E.

“Nilai kalian angkatan 22 di MK (mata kuliah, red) ini auto E semua. Risiko yang kalian terima atas tindakan kalian ikut family gathering,” tulis IM, seorang dosen Teknik Industri Universitas Teknologi Sumbawa.

Padahal, menurut Jafri tidak semua angkatan 2022 Teknik Industri ikut serta dalam agenda tersebut. Bahkan, menurut perhitungannya yang bermalam hanya sekitar 20-an mahasiswa.

“Saya tidak ingat detail mahasiswa yang bermalam. Sebab malam itu ada yang datang dan pergi karena situasinya panik,” ungkapnya.

Esok paginya, dosen mengumpulkan mahasiswa Teknik industri di Ruang Publik Kreatif (RPK) Universitas Teknologi Sumbawa. Mahasiswa Teknik Industri lain, Salam* (20) menyebut di forum tersebut banyak ancaman yang dari para dosen yang membuat mahasiswa ketakutan.

Iklan

“Bahkan mahasiswa yang tidak ikut makrab pun jadi khawatir, sebagian dari mereka kuliah dengan beasiswa dan takut beasiswanya bisa terancam,” papar mahasiswa angkatan 2021 tersebut.

Pada Selasa sore, seorang dosen menyampaikan di grup WhatsApp jurusan bahwa hasil rapat Dosen Teknik Industri memutuskan hanya mereka yang datang ke lokasi dan menginap saat makrab yang akan mendapat nilai E untuk semua mata kuliah selama satu semester.

“Dan prodi mengharuskan adanya mubes (musyawarah besar, red) untuk pemilihan ketua himpunan yang baru,” tulis dosen tersebut.

dosen universitas teknologi sumbawa intimidasi mahasiswa.MOJOK.CO
Ilustrasi. Mahasiswa mengaku mendapat tekanan dari dosen (Christian Erfurt/Unsplash)

Menurut Salam, intervensi dosen untuk mengganti ketua himpunan mahasiswa menyalahi aturan organisasi. “Tapi mahasiswa semuanya takut, jadi hanya bisa menerima,” ujarnya.

Baca halaman selanjutnya…

Ancaman dianggap upaya mencegah mahasiswa lakukan pelanggaran

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: liputan pilihanMahasiswapilihan redaksiSumbawateknik industriuniversitas teknologi sumbawa
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO
Eksplor

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO
Sehari-hari

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Hal-hal yang bisa ditemukan di warung madura tapi tidak dimiliki di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih MOJOK.CO
Catatan

Hal-hal yang Bisa Ditemukan di Warung Madura tapi Tidak Ada di Koperasi Desa (Kopdes), Cukup “Berlainan” jika Disandingkan

28 Juli 2026
Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO
Esai

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Seporsi kekalahan anak laki-laki pekerja swasta di Surabaya: merasa gagal karena kerja gaji kecil pas-pasan, tak kunjung sanggup ringankan beban orang tua di masa tua MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Anak Laki-laki: Kerja Ngoyo tapi Masih Begini-begini Saja, Tak Sanggup Ringankan Beban Ortu di Masa Tua

3 Agustus 2026
Penggagalan perdagangan ilegal burung di Tanjung Perak Surabaya. Satwa dilindungi dimasukkan boks sampai ada yang mati MOJOK.CO

Penggagalan Perdagangan Ilegal Burung di Tanjung Perak Surabaya, Satwa Dilindungi Dimasukkan Boks sampai Ada yang Mati

30 Juli 2026
Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026
Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026
Ratusan anak di Sidoarjo terpapar HIV AIDS dan pentingnya periksa kesehatan sebelum menikah MOJOK.CO

Pentingnya Tes Kesehatan sebelum Menikah, Bukan untuk Ragukan Pasangan tapi Cegah HIV/AIDS seperti Kasus Ratusan Anak di Sidoarjo

29 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.