Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Gara-gara Makrab, Satu Angkatan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Teknologi Sumbawa Diancam Dosen Sanksi Nilai E 

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
13 Januari 2024
A A
Gara-gara Makrab, Satu Angkatan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Teknologi Sumbawa Diancam Dosen Sanksi Nilai E. MOJOK.CO

Ilustrasi Gara-gara Makrab, Satu Angkatan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Teknologi Sumbawa Diancam Dosen Sanksi Nilai E (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Konfirmasi Kaprodi Teknik Industri

Kaprodi Teknik Industri Universitas Teknologi Sumbawa, Eki Ruskartina memaparkan bahwa sedianya ia memberikan izin dengan catatan ada dosen yang mendampingi. Hal itu menurutnya demi menjaga keselamatan mahasiswa.

“Karena dosen tidak bisa mendampingi jadi saya minta yang lokasi yang dekat dengan Sumbawa agar saya bisa hadir sebagai Kaprodi. Tapi mahasiswa tidak mau mengubah tempatnya dan menginap itu kegiatan yang sangat dilarang oleh kampus,” katanya.

“Kalau acara yang membawa nama prodi itu yang tanggung jawab saya. Kalau terjadi suatu kecelakaan bagaimana?” sambungnya.

Menurutnya, kegiatan tanpa izin sudah terjadi dua kali. Sebelumnya, ada kegiatan ospek yang berlangsung di luar kampus tanpa izin resmi. Eki mengakui kalau sanksi nilai E memang keputusan yang  para dosen untuk memberikan efek jera. 

Selain itu, terkait instruksi musyawarah besar ulang untuk mengganti ketua himpunan ia ambil karena ketua terpilih sebelumnya sudah melanggar aturan berat. 

Ancaman nilai E untuk semua mahasiswa hanya upaya untuk mencegah keikutsertaan

Sementara itu, Dekan Fakultas Rekayasa Sistem, Mietra Anggara mengatakan bahwa ancaman nilai E untuk semua mahasiswa di angkatan 2022 yang disampaikan dosen di awal hanyalah bentuk untuk mencegah mahasiswa yang hendak melanggar aturan.

“Emosi dosen saat itu luar biasa karena mahasiswa melanggar. Jadi (ancaman) di grup WA itu hanya gertakan saja,” paparnya kepada Mojok.

Sampai Jumat (12/1/2023), keputusannya hanya memberikan sanksi nilai E untuk semua mata kuliah di semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 kepada ketua himpunan. Sementara mahasiswa lain yang terlibat akan ada sanksi penurunan nilai namun belum tentu E secara menyeluruh.

“Perlu saya sampaikan kalau hal ini sampai ke level universitas, sanksinya bisa skorsing,” terangnya.

Setelah Mojok mengonfirmasi ke kaprodi dan dekan, Salam mengabarkan bahwa ada dosen yang menyayangkan pelaporan terkait kasus makrab ke media. Bagi Salam, itu merupakan bentuk ancaman bagi mahasiswa sepertinya.

“Siapa yang lapor ke media bahwa nilai kalian dikasih E? Padahal sengaja tidak dibawa ke kemahasiswaan agar tidak ada yang diskorsing. Malah bawa ke media. Padahal beberapa dosen sudah bantu lulusin kalian, tapi malah makin-makin dah. Gatau lagi saya,” tulis dosen dalam grup WhatsApp.

)* bukan nama sebenarnya, mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa meminta identitasnya disamarkan demi keamanan

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

Iklan

BACA JUGA Anak Pengusaha Mapan Manipulasi UKT hingga Ditawari Beasiswa Bidikmisi, Cuma Bayar Rp4 Juta Sampai Lulus

Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: liputan pilihanMahasiswapilihan redaksiSumbawateknik industriuniversitas teknologi sumbawa
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO
Catatan

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026
Seporsi kemenangan kecil yang bisa dirayakan di kehidupan dewasa usai berporsi-porsi kekalahan MOJOK.CO
Urban

Menemukan Seporsi Kemenangan yang Layak Dirayakan usai Berporsi Kekalahan dari Kehidupan Dewasa yang Bikin Setengah Gila

7 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Petugas Sensus Ekonomi ditolak masyarakat karena sudah sulit percaya dengan pemerintah MOJOK.CO

Yang Harus Dibenahi dari Sensus Ekonomi usai Petugas Ditolak di Mana-mana, Karena Masyarakat Makin Sulit Percaya sebab Sering Dibuat Kecewa

6 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Lurah 1.000 Baliho Penguasa Condongcatur Itu Tersandung Korupsi: Sultan Minta Proses Hukum Tanpa Toleransi MOJOK.CO

Lurah 1.000 Baliho Penguasa Condongcatur Itu Tersandung Korupsi: Sultan Minta Proses Hukum Tanpa Toleransi

3 Juli 2026
Derita anak magang atau PKL SMK: diperlakukan sebagai pekerja penuh waktu hingga ikut lembur dan dibentak-bentak MOJOK.CO

Magang SMK Tak Dibayar tapi Jadi Tenaga Kerja Serabutan, Ikut Lembur hingga Dibentak-bentak kalau Ada Kesalahan

9 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.