Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Anak Pengusaha Mapan Menipu UKT Demi Kuliah Murah, Cuma Bayar Rp4 Juta Sampai Lulus

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
11 Januari 2024
A A
Mahasiswa kaya akali UKT dan beasiswa bidikmisi.MOJOK.CO

Ilustrasi mahasiswa manipulasi UKT.MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mahasiswa dengan kondisi ekonomi cukup mapan dapat UKT golongan terendah karena mengakali administrasi. Bahkan, sempat mendapat tawaran beasiswa bidikmisi untuk kalangan tidak mampu.

***

Iklan

Juned* (23) datang agak sedikit telat karena hujan. Begitu sampai di hadapan saya, ia langsung menggeletakkan iPhone 11 miliknya di meja. Merokok, lalu mulai menceritakan kisahnya mengakali UKT saat masuk di sebuah PTN di Jogja 2018 silam.

Ia lolos dengan jalur SBMPTN di pilihan ketiganya. Hasil itu membuatnya agak setengah hati masuk saat masuk kuliah. Juned merasa ia sudah mempersiapkan ujian dengan matang sehingga layak masuk di pilihan pertama atau kedua.

Namun, begitulah nasib membawa anak dari seorang pengusaha resto kuliner yang punya lebih dari tiga cabang di DIY ini. Ketimbang terus merutuki nasib, ia mulai mencari tahu seluk beluk tentang kampusnya.

“Akhirnya aku coba buat tanya-tanya ke kakak kelas SMA yang kuliah di tempat sama. Selain itu, aku coba mengunjungi kampus bareng mereka beberapa waktu setelah lolos SBMPTN,” ungkapnya saat saya jumpai Rabu (10/1/2023) malam.

Saat mencoba menggali lebih dalam, ia menemukan beberapa hal yang tidak sesuai ekspektasinya. Baginya, fasilitas di kampusnya jauh dari ideal. Ruang kelas yang usang hingga fasilitas toilet yang kotor dan rusak.

Selain itu, ia menemukan fakta bahwa banyak seniornya yang mengakali UKT. Mereka anak pengusaha, mengisi berkas administrasi tidak sesuai kondisi asli keluarganya. Sehingga dapat biaya kuliah yang murah.

Juned pun tertarik mencoba hal serupa. “Alasannya karena saat awal aku masih membuka kemungkinan mencoba daftar kuliah lagi di tahun selanjutnya. Selain itu, fasilitas kampusnya di bawah beberapa kampus lain yang aku tahu,” katanya.

Mengakali berkas UKT meski sudah diingatkan orang tua

Sampai tibalah masa pengisian berkas administrasi untuk penentuan biaya UKT. Juned nekat memanipulasi banyak keterangan.

Salah satunya tentang pendapatan orang tua. Ia menuliskan akumulasi penghasilan orang tuanya sebesar Rp1,5-2 juta per bulan. Angka yang jauh dari realita aslinya. Meski pengusaha pendapatannya fluktuatif, tapi tidak serendah itu.

Selanjutnya data tentang aset keluarga, ia hanya mencantumkan satu rumah dengan status mengontrak. Kendaraan pun hanya tercantum satu sepeda motor. Padahal, keluarganya punya motor tiga dan mobil keluaran terbaru saat itu.

“Memang saat itu rumah ngontrak, tapi ada rumah lain yang benar-benar milik orang tua,” ungkapnya.

Selain itu, hal-hal yang tidak wajib diisi seperti foto rumah dan sertifikat tidak ia cantumkan. Sepintas, lewat berkas yang ia isi memang terlihat seakan keluarganya sangat tidak mampu. Sehingga, besaran UKT yang muncul dari golongan terendah.

Iklan

“Awalnya ekspektasiku ya ada di angka 2-3 juta. Itu sudah cukup ringan. Tapi ternyata keluarnya golongan terendah, 500 ribu!,” kelakarnya.

Juned langsung memberitahu orang tuanya. Ketika mendengar kabar itu, ibunya kaget bukan kepalang. Langsung menyuruh Juned untuk mengisi keterangan sesuai kondisi aslinya. Namun, semua sudah terlambat.

“Aku jelaskan argumenku bahwa niatnya mau nyoba daftar kuliah lagi tahun depan dan fasilitas kampus memang kurang memadahi. Lagian, kalau direvisi justru kelihatan aneh,” tuturnya.

Dapat tawaran beasiswa bidikmisi saat ospek

Juned mengakui bahwa ada pergolakan batin setelah mendapat UKT golongan terendah. Saat awal-awal menjalani ospek saja, ia langung kepikiran untuk terlihat sederhana. Ia lebih memilih pakai Honda Vario 125 yang nganggur di rumah ketimbang menaiki motor aslinya yakni Kawasaki Ninja.

“Padahal saat itu ya teman-teman tidak tahu soal UKT dan latarbelakang keluargaku,” cetusnya.

Namun, ada satu hal tak terduga yang ia alami saat ospek. Di tengah acara yang berlangsung di aula besar, namanya beserta sejumlah mahasiswa lain dipanggil oleh panitia. Ternyata, mereka merupakan mahasiswa dengan golongan terendah yang dapat tawaran beasiswa bidikmisi.

mengakali UKT.MOJOK.CO
Ilustrasi. Juned merasa tekanan batin saat berinteraksi dengan temannya yang benar-benar kesulitan bayar UKT (Priscilla du Preez/Unsplash)

Juned pun kaget mendengar tawaran beasiswa bidikmisi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Jelas, ia langsung menolak tawaran tersebut.

“Asli kaget dapat tawaran beasiswa bidikmisi.  Satu semester bayar 500 ribu aja udah murah banget. Nggak mengangka gara-gara ngawur ngisi UKT bisa dianggap benar-benar tidak mampu,” kelakarnya.

Baca selanjutnya…

Biaya kuliah sampai lulus, cuma setengah harga iPhone miliknya

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 Januari 2024 oleh

Tags: beasiswa bidikmisiliputan pilihanMahasiswapilihan redaksiSBMPTNukt
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Apem ya qowiyyu: kue apem khas Jatinom Klaten berusia 400 tahun. Bukan sekadar warisan kuliner tradisional tapi simbol kesalehan sosial MOJOK.CO
Eksplor

Apem Ya Qowiyyu: Kue Khas Jatinom Klaten Berusia 400 Tahun, Bukan Semata Warisan Kuliner tapi Kesalehan Sosial

10 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO
Catatan

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO
Eksplor

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO
Sehari-hari

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026
Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan MOJOK.CO

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan

10 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.