Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Kebahagiaan Semu Lulus UGM Setelah “Disiksa” 14 Semester, Cemas Jadi Pengangguran karena Usia Terlalu Tua di Lowongan Kerja

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
9 April 2025
A A
Kebahagiaan Semu Lulus UGM Setelah “Disiksa” 14 Semester, Cemas Jadi Pengangguran karena Usia Terlalu Tua di Lowongan Kerja.MOJOK.CO

Ilustrasi - Kebahagiaan Semu Lulus UGM Setelah “Disiksa” 14 Semester, Cemas Jadi Pengangguran karena Usia Terlalu Tua di Lowongan Kerja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Lulus UGM harusnya menjadi momen yang berkesan bagi mahasiswa. Mendapat gelar sarjana dari kampus terbaik tersebut, dianggap menjadi kebanggan sekaligus bekal di dunia kerja.

Sayangnya, hal tersebut tak dirasakan narasumber Mojok, David* (27). Ia lulus UGM setelah 14 semester kuliah di jurusan yang sama sekali tak ia inginkan.

“Ibarat kata, tujuh tahun ini aku disiksa. Dipaksa buat belajar ilmu yang nggak aku suka,” paparnya kepada Mojok, Jumat (29/3/2025) lalu. 

Setelah lulus pun, perasaan cemas justru menggelayutinya. Lulus amat telat di usia 27 tahun membuatnya khawatir bakal kesulitan mendapatkan pekerjaan karena batas usia sudah melampaui rata-rata di lowongan pekerjaan.

“Statusku ini kalau dibilang fresh graduate, iya, karena baru aja lulus,” jelasnya. “Tapi bisa juga nggak dianggap fresh, karena 27 tahun itu udah telat banget buat mulai masuk bursa kerja,” sambungnya.

Masuk UGM demi menuruti kemauan orang tua

Perjalanan David di UGM berawal pada 2017. Saat itu, ia diterima via jalur SNBT (sekarang SBMPTN). Hebatnya lagi, ia lolos pada pilihan pertama di salah satu jurusan UGM.

Kendati pencapaiannya luar biasa, sebenarnya ia tak sepenuh hati kuliah di jurusan tersebut. Sebab, jurusan yang ia pilih itu merupakan pilihan orang tuanya atas alasan yang klasik: prospek kerja dianggap luas.

“Pilihanku aslinya yang aku input di pilihan ketiga. Tapi ndilalahnya diterima pada pilihan pertama, yang itu pilihan ibuku,” jelasnya.

David sendiri mengaku, pada awalnya dia tidak sreg dengan kelolosan itu. Namun, pikirnya, apa salahnya dijalani dulu. Kalau dalam setahun masih tak cocok, bakal diputuskan untuk mengikuti SNBT tahun berikutnya.

Ingin pindah jurusan, tapi selalu dilarang

Dua semester kuliah di UGM, David benar-benar tak menikmatinya. Ia bahkan lebih banyak di luar kelas daripada mengikuti perkuliahan. Kalaupun ikut perkuliahan, kata dia, ilmunya cuma masuk kuping kanan keluar kuping kiri.

“Namanya udah nggak suka, mau dipaksa gimana pun tetap nggak masuk ilmunya,” jelas David.

Sialnya, tiap kali ia meminta orang tuanya buat pindah jurusan atau pindah kampus, selalu mendapat larangan. Alasannya bermacam-macam, mulai dari alasan “kesempatan lolos UGM tidak datang dua kali”, masalah biaya kuliah, hingga romantisisasi kakak-kakaknya yang sukses karena kuliah di jurusan tersebut.

Mau tak mau, David pun cuma bisa menerima. Ia seolah tak berdaya. Kalau orang tua sudah bilang A, pasti harus A tanpa boleh membantah.

Imbasnya, selama empat tahun kuliah di UGM sampai 2021, nilai David amat tercecer. IPK-nya tidak sampai angka 3. Bahkan, ada banyak mata kuliah yang harus mengulang.

Iklan

“Kuliah yang idealnya delapan semester lulus pun jadi nggak mungkin. Apalagi itu masuk Covid-19. Aku sempat cuti karena nggak kuat sama situasi, jadinya kuliah makin tercecer.”

Baca halaman selanjutnya…

Skripsian dibantu pacar dan berhasil lulus di semester 14. Tapi langsung overthinking karena usia terlalu tua untuk memulai kerja.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 10 April 2025 oleh

Tags: kuliah ugmlulusan ugmmahasiswa ugmpilihan redaksiUGMugm jogja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO
Catatan

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO
Tajuk

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO
Urban

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO
Edumojok

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tunggu Aku Sukses Nanti.MOJOK.CO

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Mari Bertaruh, Kita Semua Memiliki Tante Yuli di Dunia Nyata

4 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Mencoba Menghabiskan Makanannya MOJOK.CO

Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Menghabiskan Makanannya

1 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon” MOJOK.CO

Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

2 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.