Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Ibu Hebat Tinggal Kerja untuk Antar Anak UTBK di UGM, Mikir keras Soal UKT Tinggi tapi Pura-pura Punya Uang demi Wujudkan Tekad Anak Susul Saudara-Saudara Jadi Sarjana

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
3 Mei 2024
A A
Ibu Hebat Tinggal Kerja untuk Antar Anak UTBK di UGM, Mikir keras Soal UKT Tinggi tapi Pura-pura Punya Uang demi Wujudkan Tekad Anak Jadi Sarjana MOJOK.CO

Ilustrasi - Ibu Hebat Tinggal Kerja untuk Antar Anak UTBK di UGM, Mikir keras Soal UKT Tinggi tapi Pura-pura Punya Uang demi Wujudkan Tekad Anak Jadi Sarjana. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Meski sedang pusing karena bayang-bayang UKT tinggi UGM, seorang ibu di Jogja memilih “pura-pura” pegang uang banyak. Hal tersebut demi mewujudkan tekad sang anak yang ingin menjadi sarjana pertama di keluarga dan kini tengah berjuang tembus UTBK.

***

Iklan

Suasana di kawasan Perpustakaan UGM, Jogja pada pukul 09.30 WIB cenderung sejuk nan silir lantaran pepohonan rindang yang mengitarinya. Hanya saja, di antara wajah orang-orang yang berlalu-lalang, pandangan saya tertuju pada seorang ibu yang duduk dengan raut lesu di sebuah gazebo.

Matanya sedari saya amati tak lepas dari ponsel yang ia genggam. Tangannya tampak sesekali membenarkan kerudung meski sebenarnya tak melorot. Sementara di sebelahnya ada seorang bocah yang tengah tertidur pulas. Saya mendekat.

Seorang ibu yang kemudian saya tahu bernama Nunung (44) itu bergegas meletakkan ponselnya saat saya menyapa. Dengan penuh keramah tamahan, ia mempersilakan saya duduk dan menegaskan kalau Nunung berkenan saya ajak berbincang santai pagi itu, Jumat, (3/5/2024).

“Kalau direkam suara aja nggak apa-apa. Jangan rekam video atau foto,” ucap Nunung saat saya sampaikan maksud saya menghampirinya di gazebo kawasan Perpustakaan UGM.

“Tinggalkan kerja” untuk antar anak UTBK di UGM

Nunung ternyata merupakan bidan di Puskesmas Kecamatan Sleman. Khusus pagi itu ia sengaja menukar jam kerjanya untuk antarkan anak daftar UTBK di UGM, Jogja.

“Yang UTBK anak pertama saya, cewek. Katanya ambil Geografi dan Penyuluhan Pertanian UGM. Kalau yang satunya sepertinya di UNSOED,” ungkap Nunung.

Sebagai seorang bidan, Nunung mengaku memiliki jam kerja yang cukup padat di Puskesmas Sleman, Jogja. Akan tetapi, kalau ia tak meluangkan waktu hari itu saja, tentu ia tak akan bisa mengantar anaknya ke UGM, Jogja untuk mengikuti UTBK.

Sementara Nunung sendiri ingin menemani perjuangan sang anak demi bisa lulus perguruan tinggi. Menyusul saudara-sudara di keluarga besarnya yang sudah banyak yang menjadi sarjana terlebih dulu.

Seharusnya suami Nunung yang merupakan pegawai kelurahan bisa saja mengantar sang anak UTBK di UGM, Jogja. Hanya saja, Nunung merasa perlu menemani sang anak untuk menebus waktu bersama anak-anak yang selama ini terbilang sangat kurang.

“Selama ini kan tugas sebagai bidan membuat saya lebih sering sibuk di Puskesmas ketimbang di rumah. Bahkan di luar jam kerja saya juga sering di Puskesmas. Waktu sama keluarga kurang,” ucap Nunung.

Mikir keras soal UKT UGM

Saat sang anak mengatakan bakal daftar kuliah di UGM, Jogja, satu sisi Nunung dan suaminya sebenarnya lega. Sebab sang anak kuliah tak jauh-jauh dari orang tua, masih di Jogja sendiri.

Akan tetapi, Nunung dan suami tak bisa menampik kalau keduanya juga ketar-ketir perihal UKT. Keduanya khawatir nanti tak mampu menjangkau UKT dari jurusan yang sang anak pilih di UGM, Jogja.

Iklan

“Itu jadi diskusi panjang antara saya dan bapak (suami), tapi namanya orang tua kan hanya berusaha memenuhi keinginan anak,” kata Nunung.

Terlebih, Nunung sendiri memang menekankan agar sang anak bisa lanjut studi hingga perguruan tinggi. Jadi ia bertekad berapapun biayanya akan ia dan suami upayakan.

Meski pada dasarnya gaji Nunung dan suami belum tentu cukup untuk men-support biaya kuliah anak di UGM, Jogja, tapi ia menegaskan akan mengada-adakannya. Entah bagaimana caranya, demi kuliahkan sang anak.

“Kalau bidan kemungkinan kan dapat UKT tinggi. Karena anggapan soal gaji bidan yang besar,” tutur Nunung.

Sementra pada kenyataannya gajinya dan suami juga harus dibagi untuk kebutuhan rumah dan kebutuhan dua anaknya yang lain yang masih sama-sama sekolah.

Baca halaman selanjutnya…

Ketar-ketir kalau anak lolos UTBK di UNSOED

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 6 Mei 2024 oleh

Tags: bidanJogjaKampus di Jogjaperpustakaan ugmpilihan redaksiUGMugm jogjaUKT UGMukt unsoedUnsoedUTBK
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Kisah pemilik Yamaha Fazzio hitam di Jogja. MOJOK.CO
Eksplor

Gelontorkan Tabungan Jutaan Rupiah demi Modifikasi Fazzio: Cara Manis Anak Muda Jogja Menghargai Kepedulian Orang Terdekat

30 Juni 2026
Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional, MLSC.mojok.co
Eksplor

Perempuan-Perempuan Cilik Merawat Asa Timnas di Tengah Kekosongan Ekosistem Profesional

30 Juni 2026
Mila lulusan Fapet UGM. MOJOK.CO
Sekolahan

Dobrak Keraguan Perempuan Tak Pantas Jadi Peternak, Alumnus Fapet UGM Ini Berhasil Raih Rp700 Juta di Tuban

29 Juni 2026
Menurut Pakar UGM, Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah putih/KDMP) harus dievaluasi MOJOK.CO
Kabar

Pelatihan Militer ke Manajer Kopdes Merah Putih Perlu Didesain Ulang, Harus Lebih Relevan dengan Tata Kelola Koperasi agar Tak Ada Korban Lagi

29 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik.MOJOK.CO

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis Pemain Muda Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik

28 Juni 2026
Refleksi untuk orang tua di Jawa Tengah (Jateng): punya peran penting awasi anak agar tidak sibuk main gadget MOJOK.CO

Refleksi untuk Orang Tua di Jateng agar Gadget Tak Kuasai Rumah hingga Anak Lebih Sibuk Tenggelam dalam Layar

29 Juni 2026
Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura, MLSC.MOJOK.CO

Sabrina, Anak Penjual Es Krim di Pati yang Rengkuh Gelar MVP MLSC All Stars dan Tembus Skuad Elite ke Singapura

30 Juni 2026
Yamaha Aerox Alpha 2025, Matik Terbaik untuk Anak Muda dan Jawaban Terbaik dari Yamaha yang Menolak Tunduk pada Stigma Jamet yang Salah Alamat

Yamaha Aerox Alpha 2025, Matik Terbaik untuk Anak Muda dan Jawaban Terbaik dari Yamaha yang Menolak Tunduk pada Stigma Jamet yang Salah Alamat

29 Juni 2026
Dikira Komunis tapi Fasih Baca Al-Qur’an: Dilema Anak Masyumi Baca Karl Marx di Filsafat UGM MOJOK.CO

Dikira Komunis tapi Fasih Baca Al-Qur’an: Dilema Anak Masyumi Baca Karl Marx di Filsafat UGM

29 Juni 2026
Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.