Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Cerita Mahasiswa Surabaya yang Dapat Dosen Pembimbing Perfeksionis yang Bikin Banyak Mahasiswa Telat Lulus, Selalu Disalahin dan Akhirnya Ganti Pembimbing

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
15 Mei 2024
A A
Mahasiswa UNESA Surabaya Berbagi Cerita tentang Skripsinya yang Lancar karena Dosen Pembimbing yang Suportif dan Tidak Antikritik skripsi sastra inggris uny dosen pembimbing

Mahasiswa UNESA Surabaya Berbagi Cerita tentang Skripsinya yang Lancar karena Dosen Pembimbing yang Suportif dan Tidak Antikritik (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dosen pembimbing memang punya karakter masing-masing, perfeksionis salah satunya. Tapi, bagaimana rasanya dibimbing oleh dosen perfeksionis? Skripsi bisa jadi jauh lebih rumit daripada yang seharusnya.

***

Menjadi sempurna adalah impian semua orang. Tapi semua yang memimpikan jadi sempurna, tahu betul bahwa itu tidak penting. Ruang-ruang untuk apa-apa yang tidak sempurna selalu ada, dan justru itulah yang membuat manusia berusaha untuk mendekati kesempurnaan, dengan belajar dari apa-apa yang tidak sempurna.

Usaha mengejar kesempurnaan itu terkadang dimaknai manusia dengan memegang standar tertinggi terhadap apa pun. Bagi beberapa manusia, standar tinggilah yang bikin manusia sempurna. Sayangnya, manusia diciptakan dengan kemampuan yang terbatas, beberapa di antaranya, tak bisa mencapai batas yang ditentukan oleh manusia itu sendiri. Celakanya, tak semua orang bisa mengerti ini, dan tetap memaksakan standar-standar tersebut.

Ayu (bukan nama sebenarnya) tahu betul bagaimana rasanya berusaha memenuhi standar yang saya bilang di atas. Mahasiswa Surabaya ini bercerita bahwa dia “menderita” karena mendapat dosen pembimbing skripsi yang perfeksionis (14/05/2024). Standar dosennya begitu tinggi, dan ini bikin dirinya terhambat serta berputar-putar pada satu bahasan yang sama. Nahasnya, bukan Ayu saja yang jadi “korban”, tapi banyak mahasiswa lain.

Perfeksionis banget

Awalnya Ayu merasa biasa saja saat mendapati dia mendapat dosen pembimbing, sebut saja Pak X. Sebenarnya, di jurusan di mana Ayu kuliah, dosen pembimbingnya sudah terkenal perfeksionis dan sulit. Selain perfeksionis, dosen tersebut juga sibuk. Kombo yang amat lengkap. Tak heran jika banyak mahasiswa bimbingan dosen tersebut yang lulusnya telat.

Standar yang diterapkan oleh dosen pembimbing skripsi Ayu termasuk tinggi. Ayu memberi contohnya saat mengerjakan latar belakang.

Saat Ayu membawa penelitian terdahulu sebagai referensi skripsi, dosennya menanyakan dari mana (siapa yang menulis dan jenisnya). Ayu menjawab, kalau yang jadi referensinya adalah jurnal. Dosennya menolak bahan jurnalnya. Alasannya, jika jurnal tersebut ditulis oleh mahasiswa, dia skeptis dengan keakuratan datanya. Sebab, kadang mahasiswa memasukkan nama dosen dalam jurnal, tapi tidak dibimbing oleh dosen tersebut.

Setelah jurnal ditolak, Ayu membawa disertasi dari UGM di pertemuan selanjutnya. Tapi masih ditolak juga oleh dosen tersebut. Dosen pembimbingnya meminta penelitian dari luar negeri, bukan dari Indonesia. Tentu saja hasilnya bisa ditebak, tak ada kemajuan setelah pertemuan tersebut.

Tapi Ayu tidak punya pilihan selain menuruti apa yang dosen pembimbingnya mau. Selanjutnya, Ayu bawakan penelitian dari luar negeri. Akhirnya, diterima.

“Waktu itu saya memaklumi, karena mendengar dari yang lain, beliau itu agak susah. Agak susah menemukan hal-hal yang klop dengan beliau.”

“Teorimu tidak relevan!”

Sifat tak kompromi seseorang biasanya menghasilkan dua hal: ketegasan dan perselisihan. Dan kasus kali ini, hasilnya adalah perselisihan,.

Sebenarnya, gesekan antara dosen pembimbing dan mahasiswa di kala mengerjakan skripsi itu biasa. Apalagi jika model bimbingannya adalah diskusi. Ayu pun mengalami ini. dia sempat berselisih paham dengan dosennya gara-gara satu teori yang dia gunakan untuk skripsinya.

Pada saat bimbingan, Ayu mengatakan bahwa dia memakai salah satu teori yang dia anggap berhubungan dengan skripsinya. Tapi, dosennya berkata bahwa teori tersebut tidak relevan dan tidak bisa digunakan. Ayu lalu memberikan argumennya bahwa teori ini bisa digunakan berdasarkan penelitian terdahulu. Dosennya berkata bahwa teori ini tidak bisa digunakan dan misalnya ada penelitian di Indonesia yang memakai teori tersebut, penelitan tersebut nggak bener.

Iklan

Dosennya pun akhirnya meminta bukti kalau memang teori ini bisa digunakan untuk skripsi Ayu. Akhirnya Ayu pulang, dan mencari bukti yang dia butuhkan. Ternyata, tak disangka, Ayu menemukan buktinya. Sudah ada diskusi di salah satu universitas di luar negeri yang mengatakan bahwa teori ini bisa digunakan, dengan beberapa catatan. Transkrip diskusi tersebut akhirnya Ayu bawa sebagai bukti.

Meski bukti sudah ada, dosennya tetap menolak argumen Ayu meski ada bukti kuat. Lalu Ayu diajak diskusi lagi oleh dosennya, diberikan contoh-contoh fenomena yang menunjukkan bahwa teori Ayu tidak bisa dipakai.

Hasilnya, lagi-lagi bisa ditebak, tentu saja teori Ayu tersebut tak jadi dipakai. Sebab dia akhirnya meminta ganti pembimbing.

Baca halaman selanjutnya

Ganti dosen jadi solusi

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 16 Mei 2024 oleh

Tags: dosen pembimbingjurnalMahasiswaperfeksionisskripsi
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elit dan Realitas yang Sulit MOJOK.CO
Esai

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

10 April 2026
Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO
Esai

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Menjadi Dosen itu Ibarat Aktor Drakor: Dari Tri Dharma jadi Triduka, Saking Diminta Bisa Segalanya MOJOK.CO
Esai

Menjadi Dosen itu Ibarat Aktor Drakor: Dari Tri Dharma jadi Triduka, Saking Diminta Bisa Segalanya

27 Maret 2026
Ortu dihina karena miskin. Anak kuliah sebagai mahasiswa jurusan Psikologi UIN buktikan lulusan PTN ecek-ecek malah hidup lebih terhormat MOJOK.CO
Edumojok

Ortu Miskin Dihina Saudara Kaya saat Anak Kuliah di UIN, Dicap PTN Ecek-ecek tapi Lulus Punya Karier Lebih Terhormat

25 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elit dan Realitas yang Sulit MOJOK.CO

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

10 April 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.