Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Pedih Mahasiswi Yatim Kampus Salatiga Berjuang Skripsian Sambil Kerja dan Sakit-sakitan tapi Dipersulit Dosen Pembimbing, “Dipaksa Mandek” Bab 1 padahal Ingin Cepat Lulus demi Ibu

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
7 Mei 2024
A A
Pedih Mahasiswa Yatim di Kampus Salatiga Hadapi Dosen Pembimbing Probelamtil MOJOK.CO

Ilustrasi - Pedih mahasisi yatim kampus Salatiga berhadapan dengan dosen pembimbing keterlaluan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bukan mahasiswa kampus Salatiga yang goblok

“Aku bukan mahasiswa yang goblok, Kak. Bukan takabur ya, ini soalnya aku ikut beasiswa yang seleksinya pakai IPK. Dari semester 1 sampai 7 IPK-ku rata-rata 3,8. Jadi kalau ada orang yang nyalahin aku belum lulus, ya mohon maaf aku nggak sebodoh itu,” tegas Nimas.

Nimas hanya ingin menegaskan bahwa problem kenapa skripsinya tak kelar-kelar bisa jadi karena memang si dosen pembimbing yang mempersulit.

Terlebih memang si dosen pembimbing di kampus Salatiga itu terkenal sangat sibuk dan ribet. Banyak mahasiswa di jurusan Nimas yang berdoa agar kalau skripsian tak mendapat dosen pembimbing si dosbing itu.

“Pernah dulu pas aku ngajuin judul ada kating (cowok) 2 tahun di atasku yang juga baru ngajuin judul. Katingku itu katanya hampir depresi karena ketemu dosen ini,” beber Nimas.

Kata Nimas, dosen pembimbingnya tersebut memang sangat sibuk. Ia baru studi S3, sering jadi penguji sempro/semhas, sering jd penguji ujian kompre, sering jadi narasumber webinar atau seminar. Tapi di satu sisi ia tetap mengiyakan untuk menjadi dosen pembimbing. Alhasil banyak mahasiswa bimbingan yang terlantar sebagaimana Nimas.

Ibu yang khawatir anak tak lulus dari kampus Salatiga

Kata Nimas, ibu Nimas memang agak khawatir karena Nimas tak lulus-lulus. Hanya saja Nimas mencoba menenangkan pada ibunya bahwa ia pasti lulus.

Toh saat ini sendiri Nimas sudah bisa bekerja sendiri. Malah bisa memberi pegangan uang pada sang ibu. Bahkan selama kuliah pun Nimas tak sampai minta uang pada ibunya.

Ibu Nimas praktis hanya membiayai di semester 1 dan 2 saja. Selebihnya Nimas membiayai kuliahnya sendiri dari kerja di dua tempat (coffee shop dan guru honorer). Syukurnya lagi, di semester 5 Nimas mendapat beasiswa yang makin meringankan biaya kuliahnya di kampus Salatiga.

“Aku juga ngeyakinin ibu kalau mungkin ujianku di pendidikan. Karena di bidang pekerjaan alhamdulillah lancar. Ibu ngerti dan beliau juga nggak pernah menekan aku,” ujar Nimas.

Menutup obrolan kami, Nimas meminta doa dari saya untuk dua hal. Pertama, agar operasinya minggu depan lancar. Kedua, agar skripsinya juga lekas kelar.

Doa terbaik buatmu, Nimas…

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Niat Daftar UTBK Unsoed untuk “Balas Dendam” ke Ayah yang Menelantarkan Sejak Kecil, Malah Bikin Ibu Nangis Gara-Gara UKT Mencekik hingga Terancam Batal Kuliah

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 10 Mei 2024 oleh

Tags: dosbingdosen pembimbingjawa tengahkampus di jawa tengahkampus di salatigamahasiswa salatigapilihan redaksisalatigauniversitas di salatiga
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO
Sehari-hari

Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan

10 April 2026
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO
Urban

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif MOJOK.CO
Urban

Slow Living di Perumahan Jauh Lebih Nyaman Ketimbang Desa yang Malah Bikin Stres, tapi Harus Rela Dicap Sombong dan Sok Eksklusif

9 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z mana bisa slow living, harus side hustle

Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

8 April 2026
Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Mahasiswa Jogja nugas di coffee shop

Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

6 April 2026
Jurusan Antropologi Unair kerap diremehkan. MOJOK.CO

Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas

9 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.