Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Laboratorium Alam De Britto: Pondok Perenungan Manusia agar Tak Kehilangan Hati Nurani di Tengah “Bahaya” AI

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
28 Juli 2026
A A
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Romo Pitoyo dalam acara peresmian Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto Yogyakarta. MOJOK.CO

Sri Sultan bersama Ketua Yayasan De Britto Romo Pitoyo.(sumber: Humas Pemda DIY)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X telah meresmikan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto di Pakem, Kabupaten Sleman pada Jumat (24/7/2026). Ruang pembelajaran berbasis alam ini dirancang untuk membentuk karakter peserta didik di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kemanusiaan harus berada di atas AI

Di era perkembangan teknologi yang semakin pesat, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengapresiasi pembangunan Laboratorium Alam dan Rumah Studi oleh SMA Kolese De Britto Yogyakarta. 

Iklan

Menurutnya, kehadiran Laboratorium Alam dan Rumah Studi di Pambregan, Kadisobo, Turi, Sleman dapat menjadi pengingat, bahwa kemanusiaan harus tetap berada di atas teknologi. Kehadiran AI misalnya, kata Sri Sultan, memang memberi kemudahan instan. 

Namun, sebagai pribadi yang hidup, manusia harus menjalankan sikap satya wacana, menyelaraskan antara perkataan, sikap, dan perbuatan.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X bicara di podium. MOJOK.CO
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat memberikan sambutan dalam acara peresmian Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto. (sumber: Humas Pemda DIY)

“Kecerdasan buatan dapat mengolah data, tapi manusialah yang harus menjaga satya wacana, kesatuan antara kata, sikap, dan perbuatan. Karena itu, pesan yang ingin saya tinggalkan hari ini sederhana, kemanusiaan harus tetap berada di atas teknologi,” tutur Sri Sultan dikutip dari laman resmi Pemda DIY, Selasa (28/7/2026).

Sri Sultan berujar kemudahan yang ditawarkan teknologi tidak boleh membuat manusia kehilangan kemampuan untuk berpikir secara mendalam. Proses menghadapi ketidakpastian, kegagalan, dan kegelisahan menjadi peristiwa penting dalam pembentukan karakter setiap pribadi.

Dengan begitu, teknologi bisa dimanfaatkan secara bijak.

“Yang unggul bukan selalu manusia paling cerdas, yang dipasangkan dengan mesin paling canggih, keunggulan justru lahir dari manusia yang mampu membangun proses kerja yang baik bersama teknologi,” tuturnya.

“Yang menentukan bukan hanya kecerdasan mesin, yang menentukan adalah kebijaksanaan manusia dalam mengarahkannya,” tegasnya.

Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto sebagai pondok perenungan 

Sri Sultan berujar Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto Yogyakarta tak hanya mampu menumbuhkan kemampuan peserta didik, tetapi turut membentuk kepekaan dan nurani mereka. 

Peresmian Laboratorium Alam. MOJOK.CO
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meresmikan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto.(sumber: Humas Pemda DIY)

Di sana, para siswa dapat merenung untuk memahami batasan penggunaan teknologi. Tidak hanya terlena dengan kemudahan yang ditawarkan, tapi juga terhindar dari dampak destruktif yang dapat ditimbulkan.

“Sebab pinter ora cukup. Selama masih ada ruang seperti ini, dikelilingi sawah, kolam, langit terbuka untuk merenung, akankah kita kehilangan arah? Saya kira tidak, sekalipun algoritma berlari secepat apapun,” jelas Sri Sultan.

Hal itu bisa ditunjang lewat fasilitas yang diberikan oleh Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto Yogyakarta, misalnya laboratorium komputer, museum mini, ruang musik, ruang kelas, perpustakaan, dan ruang khusus lainnya berbasis alam.

Berada tepat di lereng utara Gunung Merapi, suasana sekolah tersebut menawarkan hamparan hijau yang asri, udara pegunungan yang sejuk, serta ketenangan yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, sehingga memberikan ketenangan bagi siswa. 

Iklan

Tak terbatas untuk siswa, Laboratorium Alam dan Rumah Studi juga terbuka lebar bagi masyarakat luas, mulai dari instansi pendidikan lain, komunitas, organisasi, hingga sektor perusahaan. Di sana mereka dapat retret, rekoleksi, rapat kerja, seminar, kemah pendidikan, hingga outbond. 

“Kepada Yayasan De Britto dan semua pihak yang merancang tempat ini, saya menyampaikan penghargaan. Anda tidak membangun menara gading, anda membangun pondok perenungan,” ucap Sri Sultan.

Diolah dari laman resmi Pemerintah Daerah DIY dan situs web resmi SMA De Britto

BACA JUGA: SALAM: Sekolah yang Berontak karena Masalah Pendidikan di Indonesia tapi Sering Dikira Tempat Wisata Edukasi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2026 oleh

Tags: AIkecerdasan buatanlaboratorium alamrumah studi de brittosekolah alamSMA Kolase De BrittoYogyakarta
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Buku "Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri" jadi ikhtiar mencatat risalah panjang kompleks Kedaton Ambarrukmo Yogyakarta melintasi 5 zaman MOJOK.CO
Eksplor

Ikhtiar Mencatat Risalah Panjang Ambarrukmo Melintasi 5 Zaman, Situs yang Terus Hidup tanpa Mencerabut Akar

23 Juli 2026
Koperasi di Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Hari Koperasi Nasional ke-79 di DIY: Sudah Saatnya Koperasi sebagai Sakaguru Perekonomian Nasional Nggak Lagi Gaptek

23 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional Prambanan.MOJOK.CO

Lika-Liku Meredam Tantrum Siswa Autis di Balik Keseruan Hari Anak Nasional di Candi Prambanan

22 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Dalang cilik perempuan asal Klaten yang menyukai wayang. MOJOK.CO

Jadi Perempuan Satu-satunya di Lomba Dalang Anak Klaten, Bocah 13 Tahun Ini Buktikan Wayang Tak Kenal Gender

22 Juli 2026
Anak penjual tahu kuliah di ITB. MOJOK.CO

Perjuangan Mutiara Belajar Mandiri dan Andalkan Buku Panduan dari Sang Ayah Penjual Tahu hingga Tembus ITB

27 Juli 2026
Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro MOJOK.CO

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro

22 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.