Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Soal Kekerasan Seksual di ISI Jogja: Rektor Klaim Sudah Ambil Langkah Tegas, Tapi Nyatanya Pelaku Masih Bebas Berkeliaran di Kampus

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
29 Agustus 2024
A A
Soal Kekerasan Seksual di ISI Jogja.MOJOK.CC

Ilustrasi Soal Kekerasan Seksual di ISI Jogja: Rektor Klaim Sudah Ambil Langkah Tegas, Tapi Nyatanya Pelaku Masih Bebas Berkeliaran di Kampus (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tuntutan untuk menindak tegas dosen pelaku kekerasan seksual di ISI Jogja datang dari berbagai pihak. Pihak kampus mengklaim sudah mengambil langkah penanganan. Namun, sang pelaku masih aktif mengajar sampai saat ini.

Sebelumnya, Mojok menayangkan liputan berjudul “Dugaan Dosen Cabul Berkeliaran di ISI Yogyakarta, Bertahun-tahun Lecehkan Para Mahasiswi hingga Trauma” pada Sabtu (24/8/2024) lalu. Dalam liputan tersebut, empat perempuan–mahasiswi aktif dan alumnus ISI Jogja–memberikan kesaksian mengalami tindak kekerasan seksual oleh dosen-dosen mereka.

Bahkan, dari laporan yang Mojok terima, jumlah korban lebih dari empat orang. Beberapa yang lain enggan memberikan kesaksian karena masih dirundung trauma mendalam.

Dalam liputan itu pula, diketahui bahwa terduga pelaku merupakan dosen laki-laki yang sampai saat ini masih mengajar. Tiga dari empat korban mengaku telah melaporkan dosen terduga pelaku kekerasan seksual tersebut ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) ISI Jogja pada 2023 lalu.

Alumni ISI Jogja mendesak kampus untuk usut tuntas

Setelah liputan Mojok tayang, sejumlah desakan untuk mengusut tuntas kasus kekerasan seksual di ISI Jogja pun mencuat dari sejumlah pihak. Salah satunya oleh Alumni Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Jogja.

Juru bicara para alumnus FSP ISI Jogja, Hendro Pleret, mengatakan bahwa pihaknya telah sepakat akan menuntut pihak kampus agar supaya segera mengusut tuntas dan memberikan efek jera kepada pelaku yang diduga melakukan kekerasan seksual tersebut.

Selain dikenai sanksi administratif, Hendro juga meminta oknum tersebut untuk dimutasi ke daerah lain.

“Kami ingin membangun lingkungan kampus yang nyaman. Kepada oknum yang merasa melakukan kekerasan dan pelecehan itu tolong segera menyerahkan diri atau mengaku,” tegas Hendro dalam keterangan resmi yang diterima Mojok, Kamis (29/8/2024).

Sebagai alumnus, Hendro merasa prihatin dengan adanya kejadian kasus kekerasan seksual yang menimpa mahasiswi di ISI Jogja. Menurutnya, dengan adanya kejadian tersebut, korban akan mengalami trauma mendalam.

“Harapan saya sesuai dengan kesepakatan teman-teman ya harus dituntaskan kasus tersebut,” tegasnya.

Rektor mengklaim ‘sudah ada tindakan tegas’, tapi pelaku masih bebas berkeliaran

Pada Rabu (21/8/2024), Mojok mendatangi Gedung Rektorat ISI Jogja untuk meminta konfirmasi pihak kampus terkait dugaan kasus kekerasan seksual tersebut. Namun, mereka belum bisa memberi keterangan dengan alasan Rektor ISI Jogja Irwandi sedang ada acara di luar. Sehari berselang, Mojok kembali mencoba mengonfirmasi kepada pihak-pihak terkait, baik humas kampus hingga Satgas PPKS. Sayangnya, jawaban tak kunjung datang.

Barulah seminggu berselang pada Rabu (28/8/2024) pihak ISI Jogja menanggapi permintaan konfirmasi Mojok. Irwandi menegaskan rektorat telah menerima laporan resmi terkait kasus tersebut. Ia juga mengklaim pihaknya telah mengambil langkah tegas dalam menindaklanjuti laporan tadi.

“Tindak lanjut atas laporan tersebut dilakukan Satgas PPKS dengan pendampingan dari Inspektorat Jenderal, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek),” kata Irwandi, Rabu (28/8/2024).

“Beberapa upaya pencegahan telah dilakukan oleh Satgas PPKS dan Pimpinan Perguruan Tinggi antara lain pembatasan aktivitas akademik untuk terlapor terkait dengan pembimbingan Tugas Akhir (TA) dan Penguji Ahli TA,  pengajaran mata kuliah yang berpotensi dilakukan secara personal, dan tidak dilibatkan kegiatan dengan mahasiswa yang berpotensi terjadi interaksi personal. Serta pembatasan waktu dan ruang untuk bimbingan TA yang harus dilakukan di dalam kampus/ruang publik,” imbuhnya.

Iklan

Kendati demikian, banyak pihak mengaku tak puas dengan respons tersebut. Sebab, tindakan tersebut bukan berupa larangan mengajar sehingga masih memungkinkan korban untuk bertemu pelaku dan memantik traumanya.

Narasumber Mojok di kalangan mahasiswa ISI Jogja juga bersaksi, setelah liputan Mojok tayang, para dosen terduga pelaku diketahui masih aktif mengajar.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Dugaan Dosen Cabul Berkeliaran di ISI Yogyakarta, Bertahun-tahun Lecehkan Para Mahasiswi hingga Trauma

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2024 oleh

Tags: dosen cabulisi jogjakekerasan seksual di isi jogjapelecehan seksualppks
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

modus kekerasan seksual.MOJOK.CO
Kabar

Jejak Digital Kekerasan Seksual Bikin Trauma Anak Berkepanjangan, Pemulihan Korban Tak Cukup Hapus Konten

9 Mei 2026
Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual MOJOK.CO
Tajuk

Penyebab Tokoh Agama dan Kaum Intelektual Melakukan Pelecehan Seksual

20 April 2026
Kesulitan korban kekerasan seksual dalam berbicara
Ragam

Korban Kekerasan Seksual Sering Jatuh Ditimpa Tangga: Sulit Bicara, Bukan Dipahami, tapi Malah Dihakimi

11 Februari 2026
Toilet umum di Jakarta saksi bejat laki-laki otak mesum MOJOK.CO
Urban

Toilet Umum di Jakarta Jadi Tempat Cowok Tolol Numpang Masturbasi, Cuma karena Nonton Girl Band Idola dan Alasan Capek Kerja

10 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
Harga Pertamax Naik Lagi, dan Kali Ini Kita Tidak Boleh Diam dan Pasrah Lagi

Harga Pertamax Naik Lagi, dan Seperti Biasa, Kelas Menengah Jadi Korban, Lagi dan Lagi

10 Juni 2026
"Bunyikan Klakson Kalau Kalian Resah sama Pemerintah" - Massa Aksi di Gejayan Soroti Harga BBM hingga Pelemahan Rupiah.MOJOK.CO

‘Bunyikan Klakson Kalau Kalian Resah sama Pemerintah’ – Massa Aksi di Gejayan Soroti Harga BBM hingga Pelemahan Rupiah

13 Juni 2026
Kita Sibuk Menertawakan Baby Boomer yang Tertipu AI, Padahal Gen Alpha Punya Masalah yang Lebih Berbahaya MOJOK.CO

Kita Sibuk Menertawakan Baby Boomer yang Tertipu AI, Padahal Gen Alpha Punya Masalah yang Lebih Berbahaya

12 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

10 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.