Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Cerita 2 Pemuda yang Hidup di Jakarta: Harusnya Merantau ke Jakarta dari Dulu, Nggak Perlu Mampir Jogja!

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
15 Juni 2024
A A
Cerita 2 Pemuda yang Hidup di Jakarta: Harusnya Merantau ke Jakarta dari Dulu, Nggak Perlu Mampir Jogja! minang

Cerita 2 Pemuda yang Hidup di Jakarta: Harusnya Merantau ke Jakarta dari Dulu, Nggak Perlu Mampir Jogja!

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Katanya, merantau ke Jakarta, adalah ikhtiar terakhir, dan puncak dari segala usaha seseorang untuk memperbaiki nasib. Jakarta yang kerap digambarkan keras, jadi alasan orang-orang untuk memikirkan ulang keputusan merantau ke Ibu Kota. Keras, jahat, tak punya nurani, dan tak ada tempat untuk hati-hati kecil.

Tapi tak bisa dimungkiri, Jakarta adalah tempat di mana orang benar-benar membalikkan nasibnya. Tukang bakso di Girimarto yang merantau ke Jakarta adalah contoh terbaik yang bisa saya tangkap. Selain itu, masih banyak kesuksesan yang saya dengar. Jakarta jahat, tapi uangnya enak.

Semua hal itu membawa kita ke kesimpulan, bahwa Jakarta (mungkin) tidak seburuk itu.

Amy (28), mengatakan bahwa dia tak pernah menyesal merantau ke Jakarta. Bahkan, harusnya dia melakukannya sejak dulu, tak menghabiskan waktu di Jogja kelewat lama, dan langsung ke Jakarta. Mantan pengawas gajah di Jambi yang kini bekerja jadi SPV Operasional di salah satu perusahaan di Jakarta ini mengaku bahwa keputusannya untuk menjejakkan kaki di Ibu Kota adalah keputusan paling tepat yang harusnya dia ambil lebih cepat.

“Dulu terlalu banyak mendengar Jakarta keras jadi seperti terhipnotis Jakarta mengerikan. Tapi setelah dijalani, tidak seperti banyak omongan orang.”

Amy mengaku Jakarta tak semengerikan itu. Memang orang-orang Jakarta tak seramah Jogja, tapi dia tak ambil pusing tentang itu. Meski pada beberapa momen, dia mengaku kesepian.

“Di Jakarta, jadi sendiri gitu, nggak ada teman, habis kerja tidur, kayak nggak ada kehidupan jadinya.”

Merantau ke Jakarta tidak sengeri itu

Bagi Amy, merantau ke Jakarta itu artinya memperbaiki hidup. Banyak relasi, kesempatan, dan peluang yang tersedia di sini. Apalagi jika memang jeli dalam melihat celah-celah, Jakarta adalah tempat terbaik.

Amy juga bilang, jika tidak ikut mengubah gaya hidup, Jakarta itu benar-benar surga. Dia mengaku gaya hidup dia masih sama dengan gaya hidup dia di Jogja, maka dia bisa menabung besar. Tak terseret ke pertarungan gengsi bikin hidup dia lebih tenang. Bahkan dia bilang kalau beberapa orang Jakarta yang dia temui hanya mewah di penampilan, hidupnya jauh dari kata itu.

“Kadang suka gimana gitu ngeliatnya. Di medsos wow, pamer barang mahal, tapi di WhatsApp ngechat pinjam uang bang.”

Hal serupa dikemukakan oleh Adi, perantau dari Surabaya yang sudah beberapa lama ini menetap di Jakarta. Jakarta itu tidak ngeri, apalagi jika bicara biaya hidup.

“Kalau ngeri adalah tentang biaya hidupnya, nasi padang lauk telur harga 10 ribu dengan radius 5 km dari gedung DPR masih ada. Bahkan di PIK 2 yang terkenal mahal itu, kemarin sewaktu saya mampir ke sana masih ada yang jual nasi padang lauk telur di harga 15 ribuan.”

Bagi Adi, Jakarta mengerikan itu sebenarnya kurang tepat sebab pada dasarnya, tiap daerah itu punya kengeriannya sendiri. Katakanlah bicara gaya hidup hedon, Ibu Kota memang stand out, tapi bukan berarti kota lain tidak.

“Sebenernya kalau urusan ngeri atau enggaknya emang kembali ke orang2nya masing-masing ya, Mas. Saya lahir di Surabaya dan besar di Sidoarjo yang erat dengan kekhasan kota industri dan punya kultur ‘rush’ yang juga unik, mungkin membentuk mentalitas yang berbeda. Apalagi saya juga pernah merantau di Jogja 5 tahun terus 4 bulan di Kalimantan, jadi Jakarta malah terkesan biasa saja. Apalagi salah satu gairah saya ketika pertama kali datang ke sini adalah untuk ‘Menggugat Jakarta’, bagi saya Jakarta justru lebih ke kemaki ketimbang ngeri.”

Iklan

Baca halaman selanjutnya

Ekonomi lebih baik, tapi…

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2024 oleh

Tags: ibu kotajakartaJogjakehidupan jakartamerantau di jakarta
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Evakuasi anjing terbuang dari tangan para jagal di Jogja MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Evakuasi Anjing Terbuang dari Operasi Senyap Para Jagal di Jogja, Kebal Intimidasi dan Caci Maki

10 Juni 2026
Sanksi untuk Jagal Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tertunda Realisasinya. MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Jalan Terjal Menghentikan Operasi Jagal Anjing karena Dianggap Kurang Penting

9 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO
Esai

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO
Eksplor

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Edi Dimyati. MOJOK.CO

Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku

8 Juni 2026
Proyek pengelolaan sampah menjadi listrik (PSEL) Semarang Raya dilirik dunia MOJOK.CO

Proyek Sampah Jadi Listrik (PSEL) Semarang Raya Dilirik Dunia, Jadi Solusi Masa Depan Kota

5 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Sejumlah titik ruas jalan rusak di Jawa Tengah (Jateng) dapat perbaikan di 2026 MOJOK.CO

Jalan Rusak di Jawa Tengah Dapat Perbaikan di 2026: Rusak Berat Diprioritaskan, Pengerjaan Dilarang Asal-asalan

5 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026
pabrik semen, pracimantoro, wonogiri.MOJOK.CO

Babak Baru Perlawanan Warga Wonogiri Tolak Pabrik Semen di Pracimantoro, Bawa Ancaman Karst Gunungsewu ke Markas UNESCO

9 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.