Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
8 April 2026
A A
PNS tetap WFO saat WFH

Ilustrasi - PNS tetap WFO saat WFH (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Esther (43) adalah salah seorang PNS yang memilih untuk tidak work from home (WFH). Alasannya sederhana, WFH tidak efektif bagi pekerja yang terbiasa berangkat ke kantor, kemudian bekerja dari kantor seperti dirinya. Apabila dipaksakan, bukannya berdiam di rumah, ia malah akan bepergian dan menghabiskan lebih banyak BBM dibandingkan ketika work from office (WFO).

Dari percobaan WFH saja, sudah kentara tidak bisa

Esther tahu dirinya tidak bisa melakukan WFH sedari pemberlakuan work from anywhere (WFA) atau WFH menjelang Lebaran. Di instansinya bekerja, Esther mendapatkan kebebasan untuk tidak pergi ke kantor mulai dari hari Rabu (18/3/2026) sampai dengan Jumat (20/3/2026).

Namun selama tiga hari itu, tidak ada satu hari pun dirinya tidak pergi ke kantor.

“Libur Lebaran diberi WFH dari Rabu sampai Jumat, tapi aku lebih pilih ke kantor aja daripada di rumah,” kata dia kepada Mojok, Selasa (7/4/2026).

Esther tidak sendirian. Jakpat pernah melakukan survei pada tahun 2022 yang menunjukkan bahwa mayoritas lebih memilih untuk WFO, sekalipun telah terbiasa melakukan WFH selama pandemi. Survei tersebut menghasilkan 44 persen responden lebih memilih WFO, sedangkan hanya 15 persen dari responden memilih WFH.

Salah satu alasan utama WFO lebih digemari adalah karena lebih efektif daripada tempat kerja lainnya. Pekerja mengaku, membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang lebih lancar dengan rekan kerja karena interaksi langsung.

Post-Pandemic Workplace Preference (Sumber: JAKPAT Survey Report 2022)
Post-Pandemic Workplace Preference (Sumber: JAKPAT Survey Report 2022)

WFH bikin boros BBM karena PNS malah jalan-jalan

Dari survei yang sama, alasan WFH dipilih adalah berkurangnya biaya untuk transportasi. Menurut responden, mereka bisa menghemat biaya ketika tidak harus pergi ke kantor.

Selain itu, mereka juga memiliki waktu kerja yang lebih fleksibel dan lebih dekat dengan keluarga.

Namun, menurut Esther, sebagian rekan kerjanya justru menunjukkan sebaliknya. Mereka tidak mengurangi biaya transportasi untuk ke kantor, tetapi mengalihkannya untuk bepergian ke tempat lain, seperti mal, destinasi wisata, atau lainnya.

WFH seakan-akan menjadi kesempatan bagi sebagian orang untuk bepergian pada waktu kerja karena fleksibilitas yang dimiliki.

“Soalnya temanku diberi WFH malah jalan dan liburan,” kata dia.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan tujuan kebijakan WFH sehari dalam sepekan bagi PNS atau ASN pada hari Jumat untuk menekan mobilitas sekaligus efisiensi energi BBM. Justru, lebih banyak destinasi yang bisa dituju saat WFH—bukan hanya kantor—memungkinkan lebih banyak mobilisasi dan penggunaan BBM.

Maka tak heran, Esther mempertanyakan efektivitas kebijakan ini.

“Gimana efektifnya kalau WFH malah dipakai jalan?” kata dia.

Iklan

Lebih baik WFO ke kantor agar tergoda mengikuti “jalan yang salah”

Dengan alasan itu, Esther lebih memilih untuk menggunakan kendaraannya pergi ke kantor pada hari yang sebenarnya telah ditetapkan bagi PNS atau ASN untuk bekerja dari rumah. Hingga hari ini, ia juga tetap pergi ke kantor pada hari Jumat.

Menurut dia, menggunakan BBM untuk pergi ke kantor lebih efektif daripada WFH yang bisa menimbulkan godaan untuk bepergian ke lebih banyak tempat. Kalau begitu, ia bisa jadi akan menghabiskan lebih banyak BBM.

“Mending ke kantor, motornya kan dipakai ke kantor nggak jalan-jalan,” kata dia.

“Makanya mending WFO daripada WFH. Nanti, malah nggak hemat bensin karena dipakai jalan-jalan,” kata dia menambahkan.

Selain alasan berupaya menghemat BBM sebagaimana mestinya, dia mengaku kondisi rumah tidak kondusif seperti kantor dalam mendukung pekerjaan. Kondisi rumah seakan-akan menggoda pekerja untuk berleha-leha dan tidak terlalu fokus bekerja.

Hal ini juga dibuktikan dengan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa WFH dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan pekerja. Bekerja dari rumah dapat menimbulkan konflik antara urusan pekerjaan dan personal.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Wacana WFH 1 Hari: Kesempatan Pekerja Kantoran Jakarta “Multitasking” dan Kabur WFC, padahal Tak Boleh Keluar Rumah dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 8 April 2026 oleh

Tags: bbmkerja wfhPNSPNS WFHWFHwfh asnwfh hemat bbmWFH vs WFOWFOwork from homework from office
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO
Urban

Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi

8 April 2026
Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO
Urban

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO
Aktual

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
User kereta api (KA) ekonomi naik bus Sumber Selamat: sebenarnya kursi lebih nyaman, tapi ogah tersiksa lebih lama MOJOK.CO

User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan

2 April 2026
Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026
Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
Di umur 30 cuma punya motor Honda Supra X 125 kepala geter. Dihina tapi jadi motor tangguh yang bisa bahagiakan orang tua MOJOK.CO

Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia

8 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.