Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
26 Februari 2026
A A
Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Ilustrasi - Motor BeAT ditinggalkan demi Vespa Matic Primavera 125 (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Vespa tidak mampu menerjang jalanan berbatu, apalagi rusak. Motor ini lebih nyaman untuk pengguna urban saja, digunakan di jalanan perkotaan yang cenderung mulus.

“Kalau Vespa itu kalau di jalanan berbatu, nah itu agak kurang dipakai, karena kan kayaknya emang untuk perkotaan aja,” akunya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by PT. Astra Honda Motor (@welovehonda_id)

Faktanya, Honda BeAT lebih nyaman dan murah

Nah, dibandingkan dengan Vespa yang hanya ramah jalanan perkotaan. Juga, tarikannya yang kurang mulus—agak mengejutkan saat digas, seperti penggambaran Zira. BeAT terasa lebih nyaman dalam penggunaan sehari-hari.

“Kalau BeAT itu plus-nya ya, ya itu kalau digas itu kayak nyaman-nyaman aja, Kalau tarikannya dia beda. Kalau misalnya Vespa itu dia langsung kayak ngegas gitu lho, kalau BeAT tuh kayak pelan, stabil transmisinya,” kata Zira.

Dengan tarikan gas yang lebih nyaman itu, sebetulnya tidak bisa dipungkiri bahwa BeAT menjadi motor matic yang cukup “ideal” dalam penggunaan standar. 

Belum lagi, harga BeAT standar dipatok sekitar Rp18 juta. Harga ini dikalikan dua saja, belum mampu mencapai harga Vespa Matic milik Zira, Primavera 125, yang setidaknya merogoh Rp50 juta.

Sudah dijual dengan harga yang lebih miring, perawatannya juga lebih mudah. Zira sendiri mengakui mulai dari bahan bakar sampai dengan servis BeAT jauh berbeda dengan Vespa. Singkatnya, BeAT lebih tahan banting dan terima apa saja.

“Terus juga, plus-nya BeAT itu untuk bensin lebih murah karena BeAT itu biasanya Pertalite oke lah. Karena kan aku kalau Vespa harus Pertamax,” ungkapnya.

“Terus, dari segi perawatan juga kayaknya, kalau BeAT itu jarang servis deh. Maksudnya, kayak nggak usah terlalu sering-sering servis dan kalau misalnya nyari tempat servis itu mudah bisa servis di mana aja,” kata dia menambahkan.

Menurut Zira, keunggulan BeAT ini membuatnya terkesan tidak serewel Vespa yang harus lebih berhati-hati.

Iklan

Bayangkan saja, dengan motor yang sudah dibanderol harga mahal sendiri, Zira tidak mungkin mau memberikan perlakuan cuma-cuma yang berisiko. 

Bahan bakar, sampai servis, dilakukan di tempat khusus untuk alasan keamanan jangka panjang. Namun di sini juga, bisa disadari bahwa BeAT benar-benar menunjukkan ketangguhannya yang menerima diperhatikan seminim mungkin. 

“Kalau Vespa kan kalau aku pribadi itu pengin tempat servisnya yang khusus, yang official, harganya juga mahal jadi perawatannya juga nggak sembarangan. Kalau misalnya kayak di bengkel-bengkel yang biasanya itu aku takut aja kayak ada nanti tiba-tiba kekurangan sparepart gitu,” akunya menjelaskan.

Sayangnya, dengan rasa lebih terbiasa dan kenyamanan yang sudah beralih kepada Vespa, Zira bilang, pilihannya tidak akan goyah untuk kembali pada BeAT yang dahulu menemaninya. Dalam berkendara pun, Zira akan lebih memilih Vespa, meski harus mengorbankan tangan selama berkendara, berisiko pegal linu sesampainya di tujuan.

“Tapi kalau travel agak jauh itu enakan pakai Vespa juga, soalnya dia lebih gede [bodi motor] walaupun tarikannya pegel,” ujarnya.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 27 Februari 2026 oleh

Tags: beat vs vespaharga honda beatHonda Beathonda beat miskinkomunitas vespakomunitas vespa jogjamotor vespapengendara vesparekomendasi vespavespa maticvespa primavera 150
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO
Otomojok

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO
Pojokan

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026
Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO
Sehari-hari

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026
Ilustrasi Supra X 125 Tua Bangka Tahan Siksaan, Honda Beat Memalukan (Wikimedia Commons)
Pojokan

Supra X 125: Motor Tua Bangka yang Paling Tahan Disiksa, Modelan Honda Beat Mending Pensiun karena Memalukan

2 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pola asuh ibu yang kuatkan anak tunggal sekaligus anak perempuan satu-satunya. MOJOK.CO

Meski Ditempa Sakit Kronis hingga Ditolak 500 Lamaran Kerja, Ibu Tak Pernah Ajarkan Saya untuk Menyerah

12 Juni 2026
Edi Dimyati. MOJOK.CO

Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku

8 Juni 2026
Sunflower Angel di Candi Prambanan saat pagi. MOJOK.CO

Simbol Perjalanan Cinta Sepasang Kekasih asal Jakarta-Jogja dalam Karya Seni “Sunflower Angel” di Candi Prambanan

11 Juni 2026
Lima daerah di Jawa Tengah jadi pilot project BPOM Pusat untuk produk jamu aman demi menjaga citra obat tanaman herbal warisan UNESCO MOJOK.CO

Merawat Citra Jamu di Jateng sebagai Warisan Sehat dan Aman, Campuran Bahan Kimia Bisa Merusaknya

9 Juni 2026
Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.