Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
24 Februari 2026
A A
Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO

Ilustrasi Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di Honda Revo, sistemnya jauh lebih sederhana. Tidak ada yang namanya CVT. Mesin penggeraknya cuma pakai rantai dan gir biasa. 

“Perawatan Revo itu murah meriah. Paling cuma rutin ganti oli mesin. Kalau rantainya kendor, ya tinggal minta disetel ke bengkel, bayarnya cuma beberapa ribu rupiah. Rantai juga umurnya panjang, bisa tahunan baru ganti,” jelas Bayu. 

Nyawa lebih aman di turunan tajam Bukit Bintang 

Rute perjalanan Bayu melewati kawasan Bukit Bintang yang punya turunan sangat panjang dan tajam. Di sinilah letak kelemahan terbesar motor matic jika dipakai harian. Saat jalan menurun, motor matic rasanya nyelonong begitu saja ke bawah, dan pengendara hanya bisa mengandalkan tarikan rem tangan.

Sebenarnya, bawa motor matic di turunan tajam bisa saja aman asalkan pengendara benar-benar fokus dan pintar mengatur tuas rem supaya kampasnya tidak cepat panas. Tapi, mari bicara jujur soal kondisi fisik para penglaju seperti Bayu.

“Saya berangkat dari rumah itu kadang jam setengah enam pagi. Mata masih sepet, nyawa kadang belum kumpul seratus persen,” kata Bayu. Di kondisi yang masih agak ngantuk seperti itu, menahan tuas rem terus-menerus di turunan panjang sangat menyiksa jari tangan dan butuh konsentrasi tinggi.

Belum lagi saat perjalanan pulang di malam hari. Badan sudah sangat kelelahan setelah delapan jam bekerja di kantor, fokus berkendara pasti menurun drastis.

“Bagi saya, bawa matic di Bukit Bintang pas badan lagi capek-capeknya itu bahaya. Lengah sedikit, motor bisa meluncur tak terkendali. Pernah kejadian rem matic saya ngepos (hilang tekanan), untung masih bisa pelan-pelan minggir,” kenang Bayu.

Nah, rasa was-was ini sirna sejak ia beralih ke Honda Revo. Motor bebek punya penolong alami yang namanya engine brake (pengereman dari mesin).

“Kalau pas jalan menurun tajam, saya tinggal masukin gigi dua atau gigi satu. Nggak capek-capek nekan tuas rem. Bisa lebih nyantai kan jadinya,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2026 oleh

Tags: biaya servis Honda Revohonda revomotor bebek paling iritMotor HondaMotor Maticpilihan redaksireview Honda RevorevoRevo vs motor matic
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Kerja di Jakarta.MOJOK.CO
Urban

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026
Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO
Sehari-hari

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja MOJOK.CO
Aktual

Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius

25 April 2026
Romantisasi bunuh diri di Jembatan Cangar Mojokerto harus dihentikan MOJOK.CO
Catatan

Ironi Jembatan Cangar Mojokerto: Berubah Jadi Titik Bunuh Diri Gara-gara Salah Kaprah Diromantisasi hingga Menginspirasi

24 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

iPhone 6 dan 7 lebih diminati gen Z

iPhone Jadul Bangkit Kembali Berkat Gen Z, Kualitas Foto “Tak Sempurna” Malah Dianggap Unggul daripada Keluaran Terbaru

20 April 2026
Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026
Gen Z pilih soft living daripada slow living

Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti

22 April 2026
Hajatan, Resepsi Mewah, Resepsi Sederhana, Nikah.MOJOK.CO

Hajatan Itu Nggak Penting: Tabungan 50 Juta Melayang Cuma Buat Ngasih Makan Ego Keluarga, Setelah Nikah Hidup Makin Susah

26 April 2026
Tongkrongan gen Z di coffee shop

Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik

23 April 2026
Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja- Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan MOJOK.CO

Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan

25 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.