Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Topik Grup WA Laki-laki “Sampah”, Isinya Info Link Menjijikan dan Validasi Si Paling Jantan

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
15 April 2026
A A
Grup WhatsApp (WA) laki-laki di FH UI cerminkan tongkrongan toxic

Ilustrasi - Chat grup WA laki-laki (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Di dalam lingkar pertemanan laki-laki, berbagai topik dibicarakan. Mulai dari kesukaan terhadap kendaraan, sampai dengan hal remeh-temeh. Atau setidaknya, dianggap demikian. Akibatnya obrolan kerap melenceng dari jalur seharusnya, baik disadari atau tidak, padahal ada hal-hal yang tidak boleh dikatakan, baik secara langsung di tongkrongan ataupun grup WhatsApp (WA) seperti yang terjadi di FH UI.

Peringatan: Tulisan ini juga dapat memicu trauma bagi penyintas kekerasan seksual. Mojok meminta untuk tidak melanjutkan membaca apabila kamu dalam kondisi rentan.

***

Sebanyak 16 mahasiswa di Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia (UI) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan mahasiswi hingga dosen di FH UI. Dugaan ini pertama kali diungkap ke publik oleh akun media sosial Twitter (kini X), @sampahfhui.

Melalui postingan ini, tangkapan layar para terduga pelaku dibagikan. Isinya diduga mengandung unsur pelecehan hingga objektifikasi perempuan, bahkan salah satu yang memantik amarah warga adalah pernyataan, “diam berarti consent (setuju)”.

Percakapan dalam grup WA laki-laki FH UI (Sumber: Twitter/@sampahfhui)
Percakapan dalam grup WA laki-laki FH UI (Sumber: Twitter/@sampahfhui)

Permasalahan ini berbuntut panjang pada terbongkarnya obrolan tongkrongan yang tidak selalu senonoh. 5 orang responden laki-laki yang ditanyai seputar obrolan dalam lingkup pertemanan mereka juga mengakui, pembicaraan yang berlangsung tidak jarang mengandung hal-hal yang tidak layak. 

#1 Laki-laki berfantasi tentang perempuan dengan embel-embel “info link”

5 responden bercerita, dalam lingkar pertemanan mereka, topik mengenai perempuan menjadi sesuatu yang sering dibicarakan. Bahkan, dianggap wajar terjadi. Obrolan ini sayangnya tidak terjadi dalam koridor yang aman, sebab menggunakan perempuan sebagai objek atas kebutuhan pribadi.

Anda (bukan nama sebenarnya) (24) mengatakan, grup WhatsApp dirinya pernah membicarakan mengenai lekuk tubuh perempuan. Meski tidak terlibat secara langsung, ia menyaksikan bagaimana teman-teman satu kelompoknya mengatakan hal-hal mengenai tubuh perempuan.

“Menggosip cewek semok,” kata Anda saat dihubungi Mojok, Rabu (15/4/2026).

Tubuh perempuan digunakan sebagai objek, terlebih objek fantasi laki-laki untuk mendapatkan kepuasan. Fredrickson dan Roberts (1999) dalam objectification theory menyebutkan ini sebagai objektifikasi. Asumsinya adalah kehadiran perempuan dimanfaatkan untuk dilihat, dievaluasi, sampai dengan diobjektifikasi. 

Dalam contoh yang diberikan oleh Anda, gosip terselubung mengenai tubuh perempuan itu setidaknya melakukan dua hal kepada perempuan sebagai objek. Pertama, perempuan dijadikan objek untuk menentukan standar kecantikan, atau lebih tepatnya standar tubuh yang disukai laki-laki. Kedua, kepuasan laki-laki itu sendiri.

Responden berbeda, Egi (bukan nama asli) (26) bercerita bahwa topik semacam itu sering dikemas dalam kodenya sendiri. Misal, yang sering dijumpai adalah kalimat berupa, “info link” dalam percakapan grup WhatsApp para laki-laki. Kalimat ini merujuk pada permintaan untuk mendapatkan tautan berupa video yang dapat memenuhi kebutuhan seksual mereka. 

Video yang dimaksudkan kerap berupa video skandal dengan perempuan sebagai objek dalam video yang tidak disensor. “Cowok itu selalu fantasinya nggak pernah ketinggalan soal update berita skandal dan mesti framing-nya info link,” kata Egi.

“Misalnya yang pernah rame itu skandal artis, di grup cowok itu mesti sibuk ngurus info link,” tambah dia.

Iklan
Percakapan dalam grup WhatsApp laki-laki FH UI (Sumber: Twitter/@sampahfhui)
Percakapan dalam grup WhatsApp laki-laki FH UI (Sumber: Twitter/@sampahfhui)

#2 Isi grup WA bercanda, tapi menghina fisik karena merasa si paling “jantan”

Ala (bukan nama sebenarnya) (23) menceritakan bahwa ia juga menyaksikan bagaimana para lelaki kerap membicarakan mengenai tubuh dengan tujuan menghina. Meski tidak dikatakan secara eksplisit, Ala memahami bahwa obrolan yang terjadi mengarah pada penghinaan bahwa seseorang yang dibicarakan tidaklah dalam kondisi fisik yang sempurna. Atau setidaknya, tidak menurut standar mereka yang berbicara.

“Body shaming sudah jelas,” kata dia.

Obrolan ini sering Ala temukan selama berkuliah. Kampus yang seharusnya menjadi ruang aman, justru menjadi tempat persembunyian untuk melancarkan obrolan yang telah dianggap wajar ini. Dari ruang-ruang perkuliahan, obrolan ini kemudian berlanjut ke grup WA yang dianggap lebih privat.

Menurut dia, mereka membicarakan fisik seseorang yang sebenarnya sudah dapat diketahui sedang struggling dengan dirinya sendiri. Mengetahui hal itu, seakan-akan tetap tidak menghentikan obrolan tongkrongan ini untuk terjadi.

“Orang yang di-body shaming belum tentu terima kondisinya saat itu,” kata Ala.

Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Marini, menjelaskan bahwa body shaming ini dipahami sebagai tindakan meremehkan, mengkritik, atau mengejek penampilan fisik seseorang. Hal ini terjadi karena seseorang cenderung membandingkan diri dengan standar yang berlaku dalam masyarakat.

Dalam konteks, obrolan tongkrongan laki-laki, body shaming ditujukan untuk mengukur aspek penampilan fisik. Mereka menciptakan standar, kemudian mengkritik orang-orang yang tidak sesuai dengan standar tersebut, meskipun dampaknya dapat berakibat fatal berupa depresi dan kematian apabila sampai ke telinga korban.

“Dampak dari penghinaan terhadap bentuk tubuh bisa berakibat fatal, dimulai dari kurangnya kepercayaan diri, rendahnya harga diri, yang bahkan dapat menyebabkan depresi dan kematian,” kata Marini, dikutip dari laman UM Surabaya.

Melacak penyebabnya, responden lain, Akas (bukan nama sebenarnya) (24) bercerita, penghinaan fisik ini merujuk kepada perasaan bahwa mereka adalah si paling “jantan” dalam tongkrongan. Kepercayaan bahwa dirinya yang paling baik itu mengakibatkan munculnya perasaan maskulinitas sebagai seorang laki-laki. 

Ekspektasi bahwa laki-laki selalu kuat, aktif, tangguh, berani, dan sebagainya menuntun standar yang dipaksakan pada laki-laki yang tidak demikian. “Toxic masculinity,” kata Akas menyimpulkan.

#3 Gosip berlebihan di grup WA sampai menjatuhkan 

Ala juga bercerita, obrolan laki-laki tidak jarang membawakan gosip secara berlebihan. Gosip sebagai obrolan mengenai orang lain yang cenderung mengarah kepada hal negatif, dibumbui sampai terdengar semakin buruk.

Mendengar gosip semacam ini di ruang publik maupun grup WhatsApp, Ala mengaku merasa tidak nyaman. Menurut dia, mereka memasuki ranah privat orang lain yang tidak seharusnya dibahas. Malahan, terlalu mengurusi hidup orang lain.

“Gosip hal yang belum bisa dipastikan itu,” kata Ala.

“Bicara aib orang itu menurutku too much ngurusin hidup orang,” kata dia menambahkan.

Responden lainnya, Akas, menyetujui hal ini. Ia menganggap gosip yang berlebihan seringkali malah terkesan menjatuhkan orang lain sebab terlalu dibuat-buat. Hasil gosip tongkrongan laki-laki ini sejalan dengan temuan salah satu penelitian yang menunjukkan bahwa laki-laki bergosip demi kepuasan sosial.

Subjek dalam penelitian tersebut mengatakan gosip antara laki-laki membuat persahabatan mereka menjadi lebih dekat. Gosip di tongkrongan laki-laki semacam menjadi simbol kedekatan dan solidaritas antar laki-laki. 

#4 Flexing ekonomi tanpa peduli kondisi orang lain

Topik obrolan lain yang tidak dapat ditoleransi, tetapi terjadi di tongkrongan laki-laki secara langsung maupun grup WA, adalah kondisi ekonomi. Sebagian laki-laki sering melakukan pamer atau flexing dengan pencapaian mereka dibandingkan orang lain.

Misalnya, penangkapan Mario Dandy Satrio yang merupakan anak dari petugas pajak Rafael Alun Trisambodo menampilkan foto dan video yang menunjukkan gaya hidup mewahnya. Unjuk kekayaan ini merujuk kepada perilaku flexing untuk memamerkan kemewahan yang dimilikinya. 

Masalahnya adalah flexing ini sering berlebihan.

“Flexing berlebihan sih,” kata Akas.

Responden lain, Udin (bukan nama sebenarnya) (24) menyebut candaan soal ekonomi ini dapat memberikan perasaan tertekan kepada sebagian orang, termasuk orang lain dalam percakapan tersebut. 

Menurut dia, orang-orang yang memamerkan kemampuan ekonomi mereka menunjukkan kesenjangan secara nyata. Mereka mempertegas bahwa ada sebagian orang yang harus mati-matian untuk dapat makan, sedang mereka dapat dengan mudah membeli berbagai barang mahal.

“Soal ekonomi juga sering banget. Bercanda bercanda aja sampai kita tahulah siapa yang bakal sakit hati,” kata Udin.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 15 April 2026 oleh

Tags: FH UIgrup wagrup WA cowokgrup wa fh uiGrup WA kuliahgrup WA laki-lakimahasiswa FH UIobrolan grup whatsapptopik obrolan grup WA cowok
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Nikah di KUA dianggap murahan. MOJOK.CO
Sehari-hari

Nikah di KUA adalah Solusi bagi Karjimut karena Gratis, tapi Keluarga Menentang Hanya karena Gengsi dan Dicap Nggak Niat

20 Mei 2026
Derita perempuan di grup WA mahasiswa FH UI. Isinya kekerasan seksual. MOJOK.CO
Sehari-hari

Nasib Perempuan di Tongkrongan dan Grup WA yang Isinya Laki-laki Mesum: Jelek Dihina, Cantik Dilecehkan

15 April 2026
Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO
Kabar

Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual

15 April 2026
Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana MOJOK.CO
Esai

Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana

9 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Meski tanpa sosok ayah (fatherless), tapi tidak hilang arah MOJOK.CO

Hidup Tanpa Sosok dan Peran Ayah Nyatanya Tak bikin Hilang Arah, Bisa Cari Arah Sendiri dan Malah bikin Orang Lain Iri

9 Juni 2026
kambing yang tergencet dan gagal dalam upaya perlindungan hewan. MOJOK.CO

Ekspor Hewan Ternak Jarak Jauh Sama dengan Menyiksa Hewan Secara Perlahan hingga Mati

15 Juni 2026
Suntikan dana investasi dari investor Tiongkok untuk pengembangan industri kendaraan listrik (EV) di Kendal Jawa Tengah (Jateng) MOJOK.CO

Saat Tiongkok Suntik Rp15 T untuk Industri Kendaraan Listrik di Kendal Jateng: Serap 10.000 Tenaga Kerja, Lokal Jadi Prioritas Utama

15 Juni 2026
Edi Dimyati, alumnus Unpad yang mendirikan perpustakaan di Jakarta Timur. MOJOK.CO

Sering Dikira Montir sampai Petugas Pertamina, Lulusan Unpad Ini Sebetulnya Punya Perpustakaan Gratis di Pinggiran Sungai Jakarta Timur

10 Juni 2026
5 tips dapat tiket murah untuk liburan keluarga di Pantai Pandawa Bali MOJOK.CO

5 Tips Dapat Tiket Murah untuk Liburan Keluarga di Pantai Pandawa Bali

11 Juni 2026
Pola asuh ibu yang kuatkan anak tunggal sekaligus anak perempuan satu-satunya. MOJOK.CO

Meski Ditempa Sakit Kronis hingga Ditolak 500 Lamaran Kerja, Ibu Tak Pernah Ajarkan Saya untuk Menyerah

12 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.