Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Eksplor

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis Pemain Muda Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
28 Juni 2026
A A
Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik.MOJOK.CO

Ilustrasi - Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Banyak orang kira, jalan tercepat melahirkan pemain sepak bola putri yang tangguh adalah langsung menggenjot ketahanan fisik, serta menjejalkan taktik rumit sejak dini. Di Super Soccer Arena, Kudus, Jacksen F. Tiago mematahkan anggapan tersebut. 

Sebagai Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All Stars 2026, sosok yang dahulu merajai Liga Indonesia lewat gaya bermain keras bersama Persipura ini justru menerapkan kaidah kontras. Baginya, membenahi psikologis dan merawat gerak tubuh pemain jauh lebih penting ketimbang pemahaman taktikal.

Iklan

Dalam memantau pesepak bola putri usia belasan, Coach Jacksen menolak cara-cara instan. Pengamatannya di tepi lapangan membuktikan satu aturan mendasar. Tanpa memberi rasa aman secara emosional dan memahami keunikan motorik perempuan terlebih dahulu, kurikulum taktik secerdas apa pun hanya akan menguap sia-sia.

Teriakan orang tua di pinggir lapangan bisa bikin down

Bagi Coach Jacksen, masa persiapan tim sepak bola putri menempatkan aspek mental jauh mendahului urusan teknis ataupun fisik. Pertimbangan ini lahir dari pengamatan riil di pinggir lapangan.

Menurutnya, anak-anak perempuan usia belasan tahun ini tidak cuma bertarung melawan sebelas pemain lawan. Mereka juga bertanding di bawah bayang-bayang tekanan ekspektasi eksternal, terutama jeritan instruksi dari orang tua mereka sendiri yang menonton di tribun.

“Saat pemain muda ini melakukan eror di lapangan, mereka langsung merasa frustrasi karena terbebani ekspektasi. Sangat manusiawi jika di tengah laga mereka ada yang menangis,” ujarnya saat ditemui di sela-sela turnamen MLSC All Stars di Super Soccer Arena, Sabtu (27/6/2026).

“Yang memprihatinkan lagi, komentar dari tribun kerap kali memperparah mental si anak,” imbuhnya.

Jacksen F Tiago, MLSC, sepak bola.MOJOK.CO
Bagi Coach Jacksen, masa persiapan tim sepak bola putri menempatkan aspek mental jauh mendahului urusan teknis ataupun fisik. (dok. MLSC)

Apa yang disampaikan Coach Jacksen ini selaras dengan temuan studi psikologi yang dipimpin Camilla J. Knight dari Swansea University. Melalui riset berjudul “Parental Behaviors in Team Sports: How do Female Athletes Want Parents to Behave?”, Knight menemukan kecenderungan bahwa atlet remaja, terutama perempuan, bakal menjadi rapuh ketika ada suara dari pinggir lapangan yang meneriaki kesalahannya–sekalipun itu kalimat-kalimat yang bersifat dukungan.

Menurut temuan Knight, teriakan tersebut hanya akan membuat pemain putri sadar bahwa seluruh stadion baru saja menyoroti kegagalannya. Pada detik-detik yang rapuh itu, atlet perempuan sejatinya hanya menginginkan satu respons: diam.

Di sinilah Coach Jacksen menuntut pergeseran figur pelatih. Baginya, juru taktik haram bertindak sebagai mandor yang hobi berteriak garang. Di level usia dini putri, pelatih wajib menurunkan ego, menjelma menjadi pendengar yang baik, serta membuka ruang aman tempat para pemain mencurahkan keluh kesah. 

Baginya, kedekatan personal adalah fondasi utama.

“Jika pemain perempuan sudah menaruh kepercayaan penuh kepada pelatihnya, ia bersedia melakukan apa saja di lapangan. Kepercayaan emosional inilah yang membuka jalan bagi pelatih untuk menyuntikkan strategi teknis maupun taktis,” jelasnya.

Perbedaan dan keunikan motorik pemain sepak bola putri

Tatkala hati pemain berhasil dimenangkan, tantangan berikutnya bergeser pada keunikan tubuh pemain perempuan itu sendiri. 

Secara teori dasar, kurikulum untuk melakukan operan, menggiring bola, hingga menembak sama sekali tidak berbeda antara pemain putra dan putri. Namun, satu ihwal yang sering dilewati mayoritas pelatih lokal adalah detail gerak motorik alami perempuan.

Iklan

Secara biologis, gerak motorik perempuan memegang karakteristik tersendiri. Coach Jacksen menyitir contoh sederhana seperti cara menaiki anak tangga; pergerakan sendi dan tumpuan kaki perempuan kerap terlihat berbeda serta tidak seenteng laki-laki. 

“Perbedaan natural inilah yang membuat aspek motorik pada pesepak bola putri wajib mendapat porsi perhatian khusus dalam penyusunan program latihan,” jelas Coach Jacksen.

Kudus.MOJOK.CO
Selebrasi tim Kudus All Stars usai memastikan kemenangan 2-1 atas Surabaya. (dok. MLSC)

Pemahaman anatomi ini berkelindan erat dengan intensitas permainan yang kian tinggi, yang otomatis memperbesar risiko cedera. Guna memitigasi ancaman fisik tersebut, ia mewajibkan penerapan program pencegahan cedera setiap hari sebelum kegiatan lapangan bergulir.

Mengadopsi rutinitas pemain top Eropa, anak-anak perempuan di MLSC dibiasakan melakoni pemanasan, salah satunya, menggunakan alat bantu karet elastis. 

Secara ortopedi, masa pubertas membuat panggul anak perempuan melebar. Memunculkan anomali biomekanik yang disebut sudut-Q (Q-angle), yakni kondisi yang memberi tekanan tiga kali lipat lebih berat pada sendi lutut perempuan dibanding laki-laki tatkala berbelok kencang. 

Riset medis terbitan British Medical Journal mengonfirmasi bahwa pemanasan neuromuskular berbasis resistensi, seperti yang diterapkan Coach Jacksen, sanggup menekan cedera lutut parah pada atlet putri hingga 45 persen.

Jenjang usia kurikulum pelatihan dalam sepak bola putri

Setelah mental tangguh dan tubuh dirawat secara sains, barulah kerangka kepelatihan berjenjang berdasarkan usia diterapkan disiplin. Untuk anak-anak rentang usia 6 hingga 13 tahun, fokus pelatihan murni dihabiskan bagi pembenahan teknik dasar. 

“Pada fase ini, wajar jika anak-anak masih kerap keliru melakukan sentuhan pertama atau mengontrol bola yang memantul. Pelatih dituntut sabar,” katanya.

Pergeseran besar baru terjadi saat pemain menginjak usia 13 hingga 17 tahun. Di fase inilah kecerdasan bermain (football intelligence) mulai diasah.

Apa itu kecerdasan bermain? Coach Jacksen memberi analogi terkait hal ini. Jika berbicara tentang keterampilan individu, pemain asal Brasil mungkin adalah yang terbaik dengan Jogo Bonito-nya. Namun, sepak bola modern Eropa kerap mampu menjinakkan Brasil lantaran mereka unggul dalam pengertian kolektif terhadap permainan. 

“Pemain Eropa tahu persis kapan harus mengambil keputusan yang tepat pada momen krusial. Skill individu di atas rata-rata tidak akan membantu apabila tidak diimbangi dengan pengambilan keputusan yang pas. Inilah yang disebut football intelligence.”

Jacksen F Tiago.MOJOK.CO
Potret Jacksen F Tiago di tribun Super Soccer Arena, Sabtu (27/6/2026). (dok. MLSC)

Kecerdasan mengambil keputusan inilah yang membedakan pemain kaliber tinggi dari sekadar pemain pengandal improvisasi. Anak-anak di MLSC diajarkan mengolah ruang. Mereka tidak cuma diberi instruksi saat memegang bola, tetapi juga dilatih bergerak membuka ruang tanpa bola, hingga menentukan posisi ideal tatkala terjadi umpan silang. 

“Setelah melewati usia 17 tahun, para pemain dianggap matang secara sistem dan siap dituntut untuk bermain ideal,” tegasnya.

MLSC, panggung yang tepat untuk bersinar

Seluruh pendekatan ini, pada dasarnya bermuara pada satu tujuan konkret. Berdasarkan pantauan ketat selama turnamen MLSC All Star yang digelar 23-28 Juni 2026, Coach Jacksen mengaku telah mengantongi 16 nama pemain berbakat kelompok umur kelahiran 2014-2015. 

Di sisi lain, Pelatih Kepala MLSC Timo Scheunemann menyimpan 18 nama bagi kelompok umur kelahiran 2012-2013.

Daftar berisi total 34 nama pesepak bola masa depan Indonesia ini masih dirahasiakan. Anak-anak terpilih tersebut tengah dipersiapkan melakoni turnamen internasional Singa Cup di Singapura pada November 2026 mendatang.

sepak bola putri, mlsc.MOJOK.CO
Sepanjang MLSC All Star yang digelar 23-28 Juni 2026, Coach Jacksen telah mengantongi 16 nama pemain berbakat kelompok umur kelahiran 2014-2015.  Sementara Coach Timo Scheunemann menyimpan 18 nama bagi kelompok umur kelahiran 2012-2013. (dok. MLSC)

Menariknya, keberlanjutan karier mereka pascaturnamen tidak dirancang sembarangan. Coach Timo, yang ditemui di Super Soccer Cafe, Sabtu (27/6/2026), menjelaskan bahwa pembentukan 15 titik pemantauan (scouting points) di berbagai kota penyelenggara berfungsi sebagai sasana pemusatan latihan tambahan. 

Pihak penyelenggara tidak merampas pemain guna membentuk klub baru yang memonopoli talenta. Anak-anak dibiarkan tetap bernaung di klub atau Sekolah Sepak Bola (SSB) lokal masing-masing, tetapi rutin mendapat suntikan kurikulum ekstra.

Filosofi merangkul akar rumput tersebut dibuktikan lewat kerja sama strategis antara penyelenggara dan berbagai SSB daerah, termasuk jaringan pembinaan usia muda milik Borneo FC. 

Langkah terintegrasi ini memastikan pembinaan berjalan dua arah: SSB lokal tetap berhak bangga atas atlet didikan mereka, sementara sang atlet memperoleh jalan lapang menuju panggung internasional.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 28 Juni 2026 oleh

Tags: coach jacksenjacksen f tiagoMilkLife Soccer ChallengeMLSC All Starspilihan redaksiSepak Bolasepak bola putri
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO
Eksplor

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026
MLSC, Yogyakarta.MOJOK.CO
Eksplor

Redemsi Yogyakarta All Stars, Menolak Pulang Lebih Awal

26 Juni 2026
Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO
Fragmen

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO
Catatan

Punya WiFi di Rumah Desa Bikin Bocil Tetangga Jadi Kurang Ajar dan Hilang Adab, Saya yang Bayar Tagihan Cuma Dapat Emosinya

25 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kudus, Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan.MOJOK.CO

Magis Kaki Kanan yang Mengirim Tangis bagi Srikandi Kota Pahlawan 

27 Juni 2026
Wisata air Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah akan dikembangkan. Ada investasi dari Cilacap hingga Jepang MOJOK.CO

Rawa Pening Kabupaten Semarang bakal Jadi Wisata Unggulan Jateng, Tawarkan Rumah Makan Apung-Keramba

25 Juni 2026
Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik.MOJOK.CO

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis Pemain Muda Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik

28 Juni 2026
Derita 17 Hari Naik Honda Revo Jadi Penagih Utang MOJOK.CO

17 Hari Menjadi Penagih Utang dengan Risiko Kehilangan Nyawa Naik Honda Revo Biru Sudah Cukup Membuat Saya Menyerah

23 Juni 2026
Ragam karya dan pertunjukan dalam Ars Longa: Generatio sebagai pembuka Trilogi Seni ARTJOG MOJOK.CO

Ragam Karya dan Pertunjukan dalam “Ars Longa: Generatio” sebagai Pembuka Trilogi Seni ARTJOG

24 Juni 2026
Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN untuk perkuat ekosistem pariwisata dan perhotelan nasional MOJOK.CO

Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN: Perkuat Ekosistem Pariwisata Indonesia agar Lebih Kompetitif di Tingkat Global

28 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.