Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Edumojok

Skripsi Modal Copas karena Sibuk di Ormek dan Tak Kuat Bayar Joki, Lulus PTN Tanpa Kendala tapi Sengsara Tak Bisa Kerja

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
13 April 2026
A A
Garap skripsi modal copas karena alasan sibuk di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tak punya duit buat bayar joki. Lulus PTN tepat waktu tapi berakhir kena karma MOJOK.CO

Ilustrasi - Garap skripsi modal copas karena alasan sibuk di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tak punya duit buat bayar joki. Lulus PTN tepat waktu tapi berakhir kena karma. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Skripsi menjadi bagian yang benar-benar malas Dori (29), nama samaran, hadapi saat masih menjadi mahasiswa di sebuah PTN di Jawa Timur sejak 2016. Maka copy paste (copas) menjadi cara yang ia ambil demi lulus tepat waktu. 

Gairah Dori terhadap kuliah mulai terasa menyusut sejak semester 3. Ada beberapa alasan: merasa tidak bersemangat dengan sistem belajar di kelas yang monoton hingga kesibukan di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) yang menyita waktu dan energi. 

Sibuk di organisasi mahasiswa ekstra (ormek), jadi beban kelompok saat ada tugas atau copas

Dori merasa punya tempat di organisasi mahasiswa ekstra (ormek). Itulah kenapa ia lebih banyak menyibukkan diri di dalamnya. Walaupun kesibukan itu berupa ngopi-ngopi tidak produktif dari malam hingga Subuh. 

“Karena aku lebih percaya, daripada kelas, organisasi mahasiswa (ormek) membuatku punya banyak jejaring. Yang katanya jejaring itu sangat berguna buat nanti setelah lulus,” ungkap Dori, Minggu (12/4/2026). 

Kini setelah lulus, Dori akhirnya berpikir, betapa kesalnya teman-teman mahasiswa sekelas kalau kebetulan ada tugas yang satu kelompok dengan Dori. Sebab, sejak semester 3, Dori nyaris tidak peduli dengan tugas-tugas kuliah. 

Pokoknya ia benar-benar menjadi beban kelompok. Tidak ikut mengerjakan, tapi ikut presentasi. Tidak ikut susah payah riset, tapi tetap dapat nilai karena namanya dicantumkan. Sementara kalau diajak mengerjakan bareng, ada saja alasannya yang bersangkutan dengan kesibukan di ormek. 

“Mereka tahu, kalau aku dikasih bagian mengerjakan, pasti nggak kepegang. Akhirnya mereka garap sendiri. Dan mungkin karena mereka nggak mau ribet urusan dengan aku yang punya teman banyak di organisasi mahasiswa ekstra, namaku tetap dicantumin,” kata Dori. 

“Kalau untuk tugas-tugas pribadi, aku mengandalkan copy paste (copas). Tinggal parafrase, beres,” sambungnya. 

Tekad lulus PTN tepat waktu tapi malas garap skripsi, nggak ada duit buat joki

Meski separuh dirinya berada di ormek, tapi Dori tetap punya tekad lulus dari PTN Jawa Timur itu tepat waktu. Pasalnya, banyak teman-teman seangkatannya yang sejak semester 5 saja sudah mulai menyiapkan judul skripsi untuk diajukan. 

Ia tidak mau ketinggalan. Selain juga karena sudah muak dengan perkuliahan. 

Setelah masa pengajuan judul dan di-acc, Dori sempat berupaya untuk mengerjakan skripsi. Sayangnya, kemalasan membuat skripsinya mandek hanya di bab 1. Menulis beberapa paragraf pertama untuk bab 2 beratnya minta ampun. Apalagi, selalu ada distraksi untuk meninggalkan skripsi: ajakan ngopi dari teman-teman ormek. 

“Aku males banget mengerjakan skripsi. Tapi nggak mungkin juga kutinggalkan, masa DO? Sementara kalau bayar joki, nggak ada duit lah,” ungkap Dori. 

Skripsi modal copas, ternyata bisa lulus tepat waktu dari PTN tanpa hambatan

Maka, sebagaimana kebiasaannya mengerjakan tugas dengan model copas, Dori pun nekat mengerjakan skripsi modal copas. Apa itu mencari sumber di Mendeley? Apa itu pinjam buku di perpustakaan? Bab demi bab ia ambil dari skripsi-skripsi lama mahasiswa jurusannya yang berserak di internet. 

“Tentu saja parafrase tipis-tipis,” tutur Dori. 

Iklan

Sebenarnya Dori sempat waswas ketahuan. Bisa kelar kalau sampai itu terjadi. Tapi, sepanjang masa bimbingan, dosen pembimbingnya nyatanya tidak menaruh curiga. 

Momen paling deg-degan tentu saja ketika mengecek Turnitin. Apalagi saat pengecekan pertama, tingkat plagiarisme skripsi Dori melebih batas maksimal yang ditetapkan jurusan (20%). 

“Tapi ujungnya ya cuma revisi aja. Nggak yang gimana-gimana. Kurevisi tipis-tipis lagi, dan berikutnya lolos sampai sidang dan lulus dari PTN itu,” beber Dori. “Kalau aku jadi mahasiswa di era sekarang, pasti pakai AI.”

Sebenarnya Dori lulus di semester 9. Tidak tepat waktu-tepat waktu amat. Tapi paling tidak, ia tidak harus molor hingga belasan semester seperti yang kemudian terjadi di kalangan teman-temannya di organisasi mahasiswa ekstra (ormek). 

Berakhir susah kerja, jejaring organisasi mahasiswa (ormek) nggak berguna

Dori memang lulus dari PTN itu tepat waktu. Ia bisa pamer foto wisuda bareng keluarga lebih cepat dari teman-temannya yang masih sibuk di ormek. Namun, skripsi modal copas tersebut ternyata punya dampak panjang bagi hidup Dori. 

Dori kini menyadari, praktik copas tersebut adalah bentuk ketidakjujuran dan kecurangan. Alhasil, imbasnya benar-benar buruk bagi hidupnya. 

Pasalnya, sejak lulus kuliah, Dori amat kesulitan mencari pekerjaan. Hidupnya terasa seperti terlunta-lunta. Ijazahnya seperti tidak laku di mana-mana. Sampai sekarang, pekerjaannya pun masih serabutan. 

“Ironisnya, jejaring dari ormek juga nggak berguna selain cuma buat info-info ngopi. Bisa diitung jari siapa yang kariernya bagus. Sisanya ada yang akhirnya DO, lulus molor, tapi setelah itu ya nasibnya nggak jauh berbeda denganku: susah nyari kerja,” papar Dori. Sementara yang punya karier bagus pun tidak bisa menolong. 

Tak pelak jika akhirnya Dori merenung: jangan-jangan ini semua adalah karma dari menyepelekan kuliah dan lulus dengan skripsi modal copas. Walaupun beberapa teman ormeknya selalu bilang: sarjana kesulitan mencari kerja adalah salah negara karena absen menyediakan lapangan kerja. 

“Yawis apa jaremu wae, Cok (Ya sudah terserah apa katamu aja, Cok),” begitu respons Dori. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 13 April 2026 oleh

Tags: joki skripsiorganisasi mahasiswaorganisasi mahasiswa ekstraormekPTNptn jawa timurskripsiskripsi pakai aitips lolos plagiarismetips lolos turnitintips skripsi
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Ikuti paksaan orang tua kuliah jurusan paling dicari (Teknik Sipil) di sebuah PTN Semarang biar jadi PNS. Lulus malah jadi sopir hingga bikin ibu kecewa MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

7 April 2026
Kuliah soshum di PTN merasa gagal karena tak jadi wong untuk orang tua
Edumojok

Lulusan Soshum Merasa Gagal Jadi “Orang”, Kuliah di PTN Terbaik tapi Belum Bisa Penuhi Ekspektasi Orang Tua

6 April 2026
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO
Edumojok

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026
kuliah s2.MOJOK.CO
Edumojok

Penyesalan Lanjut S2 Cuma karena Pelarian dan FOMO: Nganggur dan Dicap Overqualified, Sudah Kerja pun Gaji Setara Lulusan SMA

5 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gagal kerja di Jakarta sebagai musisi. MOJOK.CO

Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung

11 April 2026
Garap skripsi modal copas karena alasan sibuk di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tak punya duit buat bayar joki. Lulus PTN tepat waktu tapi berakhir kena karma MOJOK.CO

Skripsi Modal Copas karena Sibuk di Ormek dan Tak Kuat Bayar Joki, Lulus PTN Tanpa Kendala tapi Sengsara Tak Bisa Kerja

13 April 2026
Bupati dan Walikota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan MOJOK.CO

Bupati dan Wali Kota yang Korupsi Itu Lebih dari Sekadar Mengerikan

13 April 2026
Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living MOJOK.CO

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Gen Z kerja di desa untuk merawat ibu. MOJOK.CO

Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

10 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.