“Kalau aku menyebutnya sebagai pusat kedamaian di Jombang itu sendiri. Bahkan aku diajak oleh salah satu penjaga klenteng jalan-jalan ke Jogja sampai 4 kali agar bisa melihat budaya Tionghoa yang ada di sana, karena mereka tuh kayak punya acara nasional,” jelas Uyun.
Termotivasi podcast Timothy Ronald sampai wisuda
Tak hanya melihat bangunan, Uyun juga jadi mengenal orang-orang penting selama penelitian skripsi Unair. Mulai dari Sri Sultan, bupati Jombang, hingga budayawan terutama mereka yang beragama Konghucu, salah satu kelompok minoritas beragama di Indonesia.
“Oh my God, itu adalah hal yang terindah dalam hidupku. Bahkan sampai sekarang, aku masih berhubungan baik dengan teman-teman di sana,” ucap Uyun.
Meski begitu, Uyun tak terlepas dari masalah mahasiswa akhir, padahal dosen pembimbingnya di Unair pun tidak pernah menyusahkan.
“Aku bersyukur karena dapat dosen pembimbing yang pintar dan fast respon, tapi malah akunya yang lelet. Malas banget lanjutin,” kata Uyun.
Akhirnya, Uyun malah tak menyentuh skripsinya selama 3 bulan dan sibuk mencari magang hingga aktif organisasi di Unair dengan jabatan utama. Dalam proses pendaftaran magang, Uyun malah dihadapkan oleh kekhawatiran soal fresh graduate bakal sulit mencari kerja.
Padahal waktu itu, skripsinya saja belum menyentuh bab 3, tapi karena beberapa kali mendapat penolakan dari tempat magang, Uyun akhirnya terjebak dalam lingkaran setan tentang masa depan. Jika banyak tempat magang yang menolaknya, bagaimana dengan kariernya setelah lulus nanti?
Pada saat yang bersamaan, Uyun menjumpai sebuah konten di YouTube dengan kalimat kasar yang tujuannya seolah menampar anak muda. Konten itu berasal dari seorang pengusaha dan investor yang sempat diperiksa polisi, Timothy Ronald karena dugaan penipuan trading kripto.
“Dia kan suka ngata-ngatain orang bodoh gitu ya, nah aku terasa terguncang banget waktu digoblok-goblokin. Jadi langsung semangat lagi buat ngerjain skripsi,” ujar Uyun.
Belum ada satu bulan, Uyun berhasil menyelesaikan skripsinya hingga mengikuti sidang atau seminar proposal. Proses itu pun berjalan lancar hingga skripsinya mendapat nilai A. Ia pun lulus dengan predikat cumlaude di Unair.
“Jadi aku pesan buat teman-teman yang merasa salah jurusan, percayalah kalau kamu belajar sungguh-sungguh di perkuliahan, ilmunya bakal bermanfaat untuk kehidupan ke depan. Jadi jangan pernah menyesali segala apa pun keputusanmu,” kata Uyun.
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Muchammad Aly Reza
BACA JUGA: Skripsi Modal Copas karena Sibuk di Ormek dan Tak Kuat Bayar Joki, Lulus PTN Tanpa Kendala tapi Sengsara Tak Bisa Kerja atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan













