Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Gara-gara Slot, Suasana di Desa Tak Sehangat Dulu Lagi: dari Ronda Malam sampai Tahlilan, Tak Pernah Absen Main Judol Jahanam

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
8 April 2025
A A
judi online, judol, slot, judi.MOJOK.CO

Gara-gara Slot, Suasana di Desa Tak Sehangat Dulu Lagi: dari Ronda Malam sampai Tahlilan, Tak Pernah Absen Main Judol Jahanam (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Alhasil, Pujantoko pun menyerah. Ia pun mulai permisif dengan perilaku pemuda desa yang doyan judol. Dengan catatan: tahu tempat dan tahu waktu.

“Maksudnya kalau lagi kumpulan pemuda, mbok ditahan dulu ngeslotnya. Atau kalau lagi kerja bakti, fokus kerja dulu, ngeslotnya nanti.”

Iklan

Namun, apa daya, budaya slot sudah telanjur menjadi candu. Pemuda desa yang memainkan gawai dengan muka cemas, diikuti suara spin yang khas, terjadi di mana-mana. Di pos ronda, masjid, kebun, bahkan pabrik.

“Karang Taruna isinya pecandu slot,” ujarnya. “Kemarin, di acara tahlil; di dalam rumah orang-orang melantunkan ayat suci, sementara yang di luar pada sibuk ngeslot.”

Apa yang sebenarnya mereka buru?

Baik saya maupun Pujantoko sama-sama heran dan tak menemukan jawaban soal pertanyaan: “apa yang sebenarnya mereka buru?”. Sebab, jika dijawab: “memburu kemenangan”, sudah jelas itu omon-omon saja.

“Yang mati gantung diri, ada. Malah dua orang. Apa karena slot? Ya nggak tahu, tapi yang pasti dia abis kalah slot,” jelasnya.

“Yang cerai gara-gara banyak utang, juga ada. Sampai jual tanah, jual motor, sampai nggak ada yang tersisa. Lebih banyak contoh orang yang kalah daripada menang, cuma herannya masih saja diikuti,” imbuh sang kepala desa.

Saya pun sebagai orang yang lahir dan besar di desa kecil di Wonogiri ini, seolah sudah kehilangan semuanya. Kehangatan warganya, keceriaan anak-anak kecil, maupun kekompakan pemudanya. 

Sebab, selama seminggu saya habiskan waktu libur lebaran di rumah, tak ada cerita lain yang bisa saya potret selain pemuda-pemuda yang sibuk ngeslot. Di manapun dan kapanpun, umpatan-umpatan karena kekalahan juga lebih sering saya dengar ketimbang tawa.

Pada akhirnya, saya tersadar kalau judi online bernama slot ini memang tak pandang bulu dalam mencari korban. Namun, masyarakat desa dengan perekonomian yang rentan adalah mangsa empuk.

Mengutip kata Pujantoko, kepala desa yang mengutuk keras budaya ngeslot ini: “terkutuklah pejabat-pejabat yang makin kaya karena uang haram judi, sementara orang-orang di desa makin miskin dibuatnya.”

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Selamat Datang, Post-Truth: Era di Mana Influencer Problematik Promotor Judol Lebih Dipercaya Ketimbang Ahlinya Ahli atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 9 April 2025 oleh

Tags: judi onlinejudolslotwarga desa
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Modus judi online makin canggih. MOJOK.CO
Kabar

Marak Akun Spam Berkedok Foto Wanita, Waspada Promosikan Judi Online Tanpa Sengaja

3 Juli 2026
Bahaya ngasih makan naga judi slot yang habiskan gaji kerja di Jogja MOJOK.CO
Urban

Bahaya Judi Slot: Gaji 2 Juta Jogja Selalu Lenyap buat Ngasih Makan Naga, Jadi Beban Teman dan Orang Tua

14 Juni 2026
omong kosong srawung di desa.MOJOK.CO
Catatan

Omong Kosong Slogan “Srawung” di Desa: Cuma Jahat ke Warga Miskin, Kalau Kamu Tajir Tak Perlu Membaur buat Dihormati

18 Mei 2026
kuliah, wisua, sarjana di desa.MOJOK.CO
Sekolahan

Jadi Sarjana di Desa, Bangga sekaligus Menderita: Dituntut Bisa Segalanya, tapi Juga Tak Dihargai Tetangga dan Dicap “Beban Keluarga”

15 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.